Senin, 02 Feb 2026 02:28 WIB

Eri Irawan Keliling Kampung Sukolilo, Warga Teriakkan “Ganjar Presiden”

Eri Irawan kampanye di Sukolilo
Eri Irawan kampanye di Sukolilo

selalu.id - Kader PDI Perjuangan M. Eri Irawan terus bergerak memberikan sosialisasi dan pendekatan ke akar rumput, salah satunya dengan terus blusukkan ke kampung-kampung sehingga informasi tentang visi misi Paslon yang diusung bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karenanya, Caleg DPRD Kota Surabaya itu menyusuri kampung-kampung padat penduduk di wilayah Kecamatan Sukolilo, Jumat (9/2/2024).

Di Sukolilo, bersama para kader PDIP dan relawan, dibagikan beragam Alat Peraga Kampanye berupa kaus, pamflet, contoh surat suara, stiker, dan sebagainya. Kampanye menyusuri kampung dengan pengeras suara ini dalam bahasa setempat disebut “ledangan”.

“Tiada hari tanpa pergerakan di masyarakat. Seluruh kader bergerak serempak hari ini di Kecamatan Sukolilo. Di Kelurahan Menur Pumpungan, Klampis Ngasem, Keputih, Medokan Semampir, Nginden Jangkungan, Semolowaru, dan Gebang Putih. Ada Pak Anas Karno, saya, dan seluruh kader serta relawan. Semua kompak bergerak menyapa dan membantu warga,” ujar Eri Irawan.

Di Kelurahan Klampis Ngasem, misalnya, Eri bersama para kader lainnya menyusuri kampung dan gang-gang padat penduduk. Saat pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur tersebut menyapa warga dari rumah ke rumah, sambutan masyarakat luar biasa. “Mampir dulu Mas Eri, monggo pinarak,” sapa warga antusias.

“Assalamualaikum. Sehat nggeh, Bu? Mohon izin silaturahim. Monggo ini ada kaus Pak Ganjar dan Pak Mahfud MD,” sapa Eri menyapa Zubaedah, salah seorang warga di Sukolilo.

“Waalaikumussalam, Mas Eri. Alhamdulillah sehat. Saya, suami, anak, dan kedua mertua kompak milih Pak Ganjar. Tambah klop karena cawapresnya ada Pak Mahfud MD yang berani berantas korupsi,” jawab Suliyana, warga setempat.

Eri Irawan lantas menyosialisasikan cara pencoblosan pada Pilpres yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024. “Nanti panjenengan menerima surat suara warna abu-abu untuk pemilihan presiden. Langsung dicoblos nomor urut 3, Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Wis gak usah toleh-toleh, langsung coblos Pak Ganjar rambut putih,” ujar Eri kepada warga yang mengerubunginya.

Kehadiran Eri dan para kader PDIP membuat banyak warga, terutama ibu-ibu ke luar rumah. Para kader PDIP yang memang terbiasa membantu warga di kampung-kampung membuat mereka mudah diterima masyarakat.

Banyak warga pun ikut berkumpul. “Cocok wis kita kompak nyoblos Ganjar-Mahfud,” teriak warga. Semua pun secara spontan meneriakkan yel-yel “Ganjar Presiden”.

“Pak Ganjar paling ganteng,” teriak Wiwik, kampung padat penduduk Klampis Ngasem, memecahkan tawa semuanya. Suasana guyub pun tercipta.

Eri mengatakan, Ganjar adalah sosok yang paling tepat meneruskan kepemimpinan Indonesia. “Mari berpikir obyektif, cuma Pak Ganjar yang kerjanya bisa sat-set, kerjanya cepat, bisa blusukan, sehingga benar-benar tahu wajah kehidupan rakyat,” jelas Eri Irawan, yang merupakan alumnus magister kebijakan publik Universitas Airlangga Surabaya.

Baca Juga: Khawatir Keamanan dan Banjir, Warga Protes Rencana Pembangunan Jembatan Sukolilo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.