Sabtu, 22 Jun 2024 23:30 WIB

Momen Kampanye, Bogasari Optimis Raih Penjualan Tinggi

Tepung terigu Bogasari

Tepung terigu Bogasari

selalu.id - Seiring dengan adanya pesta demokrasi yang akan berlangsung pada yanggal 14 Februari 2024 mendatang, PT Indofood Sukes Makmur Tbk Divisi Bogasari optimistis kinerja penjualan dalam negeri tahun ini bakal melambung lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Vice President (VP) Sales Bogasari Area 3, Julius Ronadi mengungkapkan, untuk penjualan terigu di wilayah Jawa Timur, Bogasari yakin bisa meningkatkan kinerja hingga 5 persen dibanding realisasi penjualan di tahun kemarin yang mencapai sekitar 20.000 ton per-bulannya.

"Untuk target penjualan di wilayah Jatim tahun ini bisa naik 5 persen dari realisasi tahun kemarin. Hal ini dikarenakan ada banyak faktor yang menjadi pemacu, diantaranya adanya momen pemilu tahun ini, banyak kampanye, ekonomi juga sudah stabil, sehingga permintaan terigu naik," ungkapnya, Senin (5/2/2024).

Terlebih, lanjut Julius mengurai, harga terigu juga relatif stabil karena ada beberapa komponen yang mampu menentukan kenaikan harga terigu juga bergerak normal, seperti kurs dolar, harga gandum di negara asal dan fred kapal.

"Saat ini semua komponen tersebut cukup dibanding tahun sebelumnya sehingga kami optimis harga terigu, termasuk menjelang lebaran tidak ada masalah, tidak ada kenaikan. Saat ini harga terigu Bogasari yang level paling bawah, terigu payung berada dikisaran Rp 180 ribu per 25 kilogram," jelasnya.

Sementara itu, menyoal tren penjualan terigu menjelang puasa dan lebaran, Julius Ronadi menyebut secara tahunan, penjualan terigu menjelang puasa selalu mengalami kenaikan sebesar 10 hingga 20 persen. Menurutnya, memang agak turun sedikit saat momen awal puasa dan akan merangkak naik lagi seminggu menjelang lebaran.

"Momentum ini terjadi biasanya satu minggu menjelang lebaran uang THR cair dan orang banyak berbelanja," cetusnya.

Meskipun demikian, kebutuhan terigu di wilayah Jawa Timur secara keseluruhan mencapai 35.000 ton hingga 40.000 ton per bulan. Sementara serapan pasar untuk terigu Bogasari sendiri bisa mencapai sekitar 20.000 ton atau sekitar 55-60 persen. Jika dilihat dari jenis terigu, maka yang berkontribusi terbesar adalah terigu Segitiga Biru mencapai 40 persen, disusul Lencana Merah 30 persen dan sisanya ada Cakra Kembar dan lainnya.

"Kami masih menjadi market leader di Jatim, walaupun persaingan pasar cukup ketat, karena ada banyak pabrik terigu besar di sini, seperti Wilmar," tandasnya.

Agar pasar tetap bergairah dan permintaan terus naik, lanjut Julius, maka Bogasari akan terus melakukan kampanye 'Terigu Harus Ada Disetiap Dapur Masyarakat Indonesia' dengan gencar. "Jadi tiap dapur harus ada, paling tidak setengah kilogram terigu. Karena dengan terigu masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat, bisa berkreasi sendiri," ujar Julius

Disisi lain, Bogasari juga berupaya bagaimana terigu bisa mengangkat pertanian lokal, mendorong masyarakat untuk mengkreasikan masakan berbahan dasar terigu dengan komoditas lokal daerah yang melimpah.

"Salah satu nominator SME Award Bogasari tahun ini adalah UMKM dari Lombok. UKM tersebut mengkombinasikan terigu dengan 9 biji-bijian komoditas lokal. Ini yang sedang kami gencarkan," pungkasnya.

Baca Juga: Eri Irawan Keliling Kampung Sukolilo, Warga Teriakkan “Ganjar Presiden”

Editor : Ading