• Loadingselalu.id
  • Loading

Kamis, 29 Feb 2024 14:30 WIB

Buntut Dihentikannya Konser Gaspol, Bawaslu Diduga Minta Rp50 juta

Konser Gaspoll Prabowo-Gibran

Konser Gaspoll Prabowo-Gibran

selalu.id - Relawan Gemoy, Asoy, Santuy, Poll, Bersama Prabowo (Gaspoll Bro) siap melaporkan Ketua Bawaslu Surabaya Novli Bernado Thyssen ke DKPP imbas adanya tindakan premanisme dan pemerasan.

Tindakan tersebut terjadi kala perhelatan Konsolidasi Akbar Relawan Gaspoll Bro Prabowo-Gibran yang berlangsung di Jatim Expo, Surabaya pada Sabtu 3 Februari 2024.

Koordinator Gaspoll Bro, Fahmi Ismail mengatakan, Gaspoll Bro penyelenggaraan acara sudah sesuai permintaan stake holder. Konsolidasi relawan sudah mendapatkan izin dari pihak berwenang untuk menyelenggarakan acara konsolidasi akbar relawan Gaspoll Bro tersebut.

“Terkait penyelenggaraan, relawan Gaspoll Bro sudah mematuhi dan melengkapi persyaratan penyelenggaraan konsolidasi akbar tersebut,” kata Fahmi, dalam keterangannya, Senin (5/2/2024).

Fahmi melanjutkan, kendati sudah mematuhi aturan, namun ternyata mendapat pemerasan Bawaslu Surabaya. Ketua Bawaslu Kota Surabaya meminta uang sebesar Rp50 juta agar acara tersebut berjalan lancar.

“Namun, kami pada prosesnya terdapat pemerasan ketua Bawaslu Kota Surabaya terhadap relawan Gaspoll Bro untuk penyelenggara acara agar berjalan lancar dengan menyebut nominal Rp50 juta,” lanjutnya.

Hal ini berkebalikan dengan semangat Gaspoll Bro yang ingin memeriahkan Pemilu yang bersih dan menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, Gaspoll Bro taat aturan dan memahami ini bukan soal zona. Namun, acara ini adalah konsolidasi relawan yang memang jumlahnya puluhan ribu relawan.

“Kami khawatir kemarin jika premanisme dan intimidasi dari Bawaslu Surabaya dilakukan bisa menyebabkan kegaduhan di internal acara. Apalagi acara dilakukan dalam ruangan atau indoor bisa menyebabkan tragedi seperti tragedi Kanjuruhan di Malang. Alhamdulillah hal ini tidak terjadi,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Gaspoll Bro juga menolak permintaan Bawaslu Surabaya yang melakukan pemerasan uang sebesar Rp50 juta. Hal tersebut lantaran Gaspoll Bro menjunjung tinggi prinsip dan menjaga integritas pemilu 2024.

Oleh karena itu, Fahmi tetap akan melakukan laporan kepada Bawaslu Pusat, DKPP hingga pihak kepolisian terkait hal ini. Menurutnya, apa yang dilakukan Ketua Bawaslu Kota Surabaya itu mencerminkan tindakan yang mencoreng kejujuran berdemokrasi.

“Kami menyayangkan sikap premanisme Ketua Bawaslu Kota Surabaya yang secara sporadis datang naik panggung meminta acara diberhentikan. Dengan keberatan tersebut, bersamaan dengan bukti-bukti yang dimiliki, Relawan Gaspoll Bro akan melaporkan Ketua Bawaslu Kota Surabaya Novli Bernando Thyssen dan jajaran yang terlibat ke DKPP, Bawaslu Pusat dan polisi,” ujar Fahmi.

Baca Juga: Mantan Ketua KPK Datangi Kantor Bawaslu Jawa Timur, Ada Apa?

Editor : Ading