Selasa, 21 Jul 2026 17:34 WIB

ECJWO Serukan Bacawali Surabaya Harus Berkomitmen Anti Korupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2020 11:18 WIB

Surabaya - Lembaga anti korupsi, East Java Corruption and Judicial Watch Organisation (ECJWO) menyerukan kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya untuk berkomitmen pada anti korupsi.

Ketua ECJWO, Miko Saleh mengatakan, dari beberapa kandidat yang muncul, hanya satu yang berkomitmen pada gerakan anti korupsi, yakni Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Jatim, Mariyadi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Jujur, hanya pak Maryadi yang berani terang - terangan melawan korupsi di pemerintahan. Untuk itu, patut kita dukung penuh 100 persen,"katanya dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi, Senin (02/03/2020).

Nama - nama Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya yang mencuat ke permukaan diantaranya pensiunan polisi Irjen Pol (Purn) Mahcfud Arifin (mantan Kapolda Jatim), Whisnu Sakti Buana (Wawali Surabaya), Puti Guntur Sorkarno serta Eri Cahyadi (Bappeko Kota Surabaya).

Miko menambahkan, agar bacawali yang maju dapat meneruskan tongkat estafet kepempinan Wali kota Risma yang mempunyai komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel.

"Saya tegaskan bagi Bacawali Surabaya harus punya konsep tata kelola pemerintahan berbasis anti korupsi,"tegasnya.

Apa yang sudah dikerjakan oleh Risma, lanjut Miko, patut diteruskan, seperti infrasturktur jalan, sanitasi dan taman. Begitu juga pendidikan, warga miskin dan kesehatan.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Kalau Bu Risma sudah memperbaiki infrastruktur maka saya minta Bacawali tingkatkan lagi, juga tak lupa meningkatkan sumber daya," tuturnya.

"Karena Korupsi dan pungli sangat menghambat Investasi, melemahkan Daya saing dan sangat merugikan masyarakat," ujarnya.

Namun ia menilai bahwa masih ada masalah -masalah lain yang perlu diselesaikan. Terutama masalah pengelolahan aset kota. Banyak tanah-tanah milik pemerintah dikuasai mafia.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Saya melihat bahwa masalah tanah masih perlu pembenahan. Saya melihat bahwa kewibawaan Pemkot Surabaya dikalahkan oleh mafia-mafia dan spekulan tanah Surabaya," tegasnya.

Hal lain yang menjadi pekerjaan rumah di Surabaya adalah masalah perizinan. Menurut Miko banyak permasalahan seputar wilayah itu.

"Masalah perizinan juga masuk kategori mendapat perhatian juga. Jangam sampai tragedi Jalan Gubeng Ambles terulang," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.