ECJWO Serukan Bacawali Surabaya Harus Berkomitmen Anti Korupsi
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 02 Mar 2020 11:18 WIB
Surabaya - Lembaga anti korupsi, East Java Corruption and Judicial Watch Organisation (ECJWO) menyerukan kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya untuk berkomitmen pada anti korupsi.
Ketua ECJWO, Miko Saleh mengatakan, dari beberapa kandidat yang muncul, hanya satu yang berkomitmen pada gerakan anti korupsi, yakni Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Jatim, Mariyadi.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Jujur, hanya pak Maryadi yang berani terang - terangan melawan korupsi di pemerintahan. Untuk itu, patut kita dukung penuh 100 persen,"katanya dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi, Senin (02/03/2020).
Nama - nama Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya yang mencuat ke permukaan diantaranya pensiunan polisi Irjen Pol (Purn) Mahcfud Arifin (mantan Kapolda Jatim), Whisnu Sakti Buana (Wawali Surabaya), Puti Guntur Sorkarno serta Eri Cahyadi (Bappeko Kota Surabaya).
Miko menambahkan, agar bacawali yang maju dapat meneruskan tongkat estafet kepempinan Wali kota Risma yang mempunyai komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel.
"Saya tegaskan bagi Bacawali Surabaya harus punya konsep tata kelola pemerintahan berbasis anti korupsi,"tegasnya.
Apa yang sudah dikerjakan oleh Risma, lanjut Miko, patut diteruskan, seperti infrasturktur jalan, sanitasi dan taman. Begitu juga pendidikan, warga miskin dan kesehatan.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Kalau Bu Risma sudah memperbaiki infrastruktur maka saya minta Bacawali tingkatkan lagi, juga tak lupa meningkatkan sumber daya," tuturnya.
"Karena Korupsi dan pungli sangat menghambat Investasi, melemahkan Daya saing dan sangat merugikan masyarakat," ujarnya.
Namun ia menilai bahwa masih ada masalah -masalah lain yang perlu diselesaikan. Terutama masalah pengelolahan aset kota. Banyak tanah-tanah milik pemerintah dikuasai mafia.
Baca Juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes
"Saya melihat bahwa masalah tanah masih perlu pembenahan. Saya melihat bahwa kewibawaan Pemkot Surabaya dikalahkan oleh mafia-mafia dan spekulan tanah Surabaya," tegasnya.
Hal lain yang menjadi pekerjaan rumah di Surabaya adalah masalah perizinan. Menurut Miko banyak permasalahan seputar wilayah itu.
"Masalah perizinan juga masuk kategori mendapat perhatian juga. Jangam sampai tragedi Jalan Gubeng Ambles terulang," pungkasnya.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-64-ecjwo-serukan-bacawali-surabaya-harus-berkomitmen-anti-korupsi
