Selasa, 03 Nov 2026 13:27 WIB

ECJWO Serukan Bacawali Surabaya Harus Berkomitmen Anti Korupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2020 11:18 WIB

Surabaya - Lembaga anti korupsi, East Java Corruption and Judicial Watch Organisation (ECJWO) menyerukan kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya untuk berkomitmen pada anti korupsi.

Ketua ECJWO, Miko Saleh mengatakan, dari beberapa kandidat yang muncul, hanya satu yang berkomitmen pada gerakan anti korupsi, yakni Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Jatim, Mariyadi.

Baca Juga: Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

"Jujur, hanya pak Maryadi yang berani terang - terangan melawan korupsi di pemerintahan. Untuk itu, patut kita dukung penuh 100 persen,"katanya dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi, Senin (02/03/2020).

Nama - nama Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya yang mencuat ke permukaan diantaranya pensiunan polisi Irjen Pol (Purn) Mahcfud Arifin (mantan Kapolda Jatim), Whisnu Sakti Buana (Wawali Surabaya), Puti Guntur Sorkarno serta Eri Cahyadi (Bappeko Kota Surabaya).

Miko menambahkan, agar bacawali yang maju dapat meneruskan tongkat estafet kepempinan Wali kota Risma yang mempunyai komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel.

"Saya tegaskan bagi Bacawali Surabaya harus punya konsep tata kelola pemerintahan berbasis anti korupsi,"tegasnya.

Apa yang sudah dikerjakan oleh Risma, lanjut Miko, patut diteruskan, seperti infrasturktur jalan, sanitasi dan taman. Begitu juga pendidikan, warga miskin dan kesehatan.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

"Kalau Bu Risma sudah memperbaiki infrastruktur maka saya minta Bacawali tingkatkan lagi, juga tak lupa meningkatkan sumber daya," tuturnya.

"Karena Korupsi dan pungli sangat menghambat Investasi, melemahkan Daya saing dan sangat merugikan masyarakat," ujarnya.

Namun ia menilai bahwa masih ada masalah -masalah lain yang perlu diselesaikan. Terutama masalah pengelolahan aset kota. Banyak tanah-tanah milik pemerintah dikuasai mafia.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

"Saya melihat bahwa masalah tanah masih perlu pembenahan. Saya melihat bahwa kewibawaan Pemkot Surabaya dikalahkan oleh mafia-mafia dan spekulan tanah Surabaya," tegasnya.

Hal lain yang menjadi pekerjaan rumah di Surabaya adalah masalah perizinan. Menurut Miko banyak permasalahan seputar wilayah itu.

"Masalah perizinan juga masuk kategori mendapat perhatian juga. Jangam sampai tragedi Jalan Gubeng Ambles terulang," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sidak Satgas Pangan Polres Pasuruan Temukan Harga Cabai dan Daging Sapi Tinggi

Sidak ini melibatkan TNI-Polri, Pemda, Bulog, Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.