Selasa, 20 Okt 2026 11:09 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan 227 Ribu Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6 - 11 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Des 2021 09:26 WIB
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajarata
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajarata

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan vaksinasi anak yang berusia 6 hingga 11 tahun. Vaksinasi itu ditargetkan total sasaran 227 ribu anak secara bertahap.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajarata, menyampaikan bahwa ada sekitar 126 sekolah di Surabaya yang akan melakukan vaksinasi anak.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Pelaksanaan ini ada persetujuan oleh orang tua. Kalau diizinkan ya dilakukan. Teknisnya, di masing-masing Sekolah dengan nakes dari puskesmas," kata Febri, saat ditemui di kantornya kemarin, Selasa (14/12/2021).

Selain itu, ia menyampaikan disetiap puskesmas nanti ada dua sekolah. 1000 anak disetiap puskesmas. Sehingga setiap sekolah sekitar 500 anak. Ini ditargetkan selama 2 minggu.

"Pelaksanaan vaksinai ini tidak mengganggu vaksinasi dewasa. Masih tetap berlanjut. Tiap hari 1 puskesmas 2 sekolah," ujarnya.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan, kepada orangtua yang anaknya mengikuti imunisasi difteri dan tetanus. Dimohon untuk ditunda dulu selama satu bulan. Sehingga anak bisa mengikuti vaksinasi.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Sosialisasi sudah dilakukan dan disampaikan oleh wali kelas pada anak-anak dan wali muridnya. Diutamakan yang sudah asesmen PTM. Jadi sekolah yang kemarin sudah PTM diutamakan (vaksinasi),"jelasnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Surabaya menunggu update dari Dinas Kesehatan Surabaya untuk list sekolah mana saja yang akan dilakukan vaksin.

"Vaksinnya adalah Sinovac. Harapannya bisa tervaksin semua dan sambil menunggu SKB 4 menteri, bisa dilaksanakan PTM 100 persen," terang Febri.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Febri menambahkan, untuk vaksinasi dosis 2, pihaknya akan menyesuaikan sesuai aturan dari pelaksanaan vaksinasi tersebut.

"Selain difteri dan tetanus, yang nggak boleh sakit apa? kan nanti ada skrining juga. Surabaya sendiri vaksinnya masih tiap hari lanjut di puskesmas, keterangan dari Dinkes," imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.