Jumat, 04 Sep 2026 16:37 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan 227 Ribu Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6 - 11 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Des 2021 09:26 WIB
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajarata
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajarata

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan vaksinasi anak yang berusia 6 hingga 11 tahun. Vaksinasi itu ditargetkan total sasaran 227 ribu anak secara bertahap.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajarata, menyampaikan bahwa ada sekitar 126 sekolah di Surabaya yang akan melakukan vaksinasi anak.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Pelaksanaan ini ada persetujuan oleh orang tua. Kalau diizinkan ya dilakukan. Teknisnya, di masing-masing Sekolah dengan nakes dari puskesmas," kata Febri, saat ditemui di kantornya kemarin, Selasa (14/12/2021).

Selain itu, ia menyampaikan disetiap puskesmas nanti ada dua sekolah. 1000 anak disetiap puskesmas. Sehingga setiap sekolah sekitar 500 anak. Ini ditargetkan selama 2 minggu.

"Pelaksanaan vaksinai ini tidak mengganggu vaksinasi dewasa. Masih tetap berlanjut. Tiap hari 1 puskesmas 2 sekolah," ujarnya.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan, kepada orangtua yang anaknya mengikuti imunisasi difteri dan tetanus. Dimohon untuk ditunda dulu selama satu bulan. Sehingga anak bisa mengikuti vaksinasi.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

"Sosialisasi sudah dilakukan dan disampaikan oleh wali kelas pada anak-anak dan wali muridnya. Diutamakan yang sudah asesmen PTM. Jadi sekolah yang kemarin sudah PTM diutamakan (vaksinasi),"jelasnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Surabaya menunggu update dari Dinas Kesehatan Surabaya untuk list sekolah mana saja yang akan dilakukan vaksin.

"Vaksinnya adalah Sinovac. Harapannya bisa tervaksin semua dan sambil menunggu SKB 4 menteri, bisa dilaksanakan PTM 100 persen," terang Febri.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Febri menambahkan, untuk vaksinasi dosis 2, pihaknya akan menyesuaikan sesuai aturan dari pelaksanaan vaksinasi tersebut.

"Selain difteri dan tetanus, yang nggak boleh sakit apa? kan nanti ada skrining juga. Surabaya sendiri vaksinnya masih tiap hari lanjut di puskesmas, keterangan dari Dinkes," imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.