Minggu, 23 Agu 2026 02:43 WIB

Warga Rayakan Malam Tahun Baru di Kawasan Pantai Kenjeran dengan Gelap-gelapan, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jan 2024 00:24 WIB
Suasana gelap di kawasan Pantai Kenjeran
Suasana gelap di kawasan Pantai Kenjeran

selalu.id - Warga merayakan malam pergantian tahun 2023-2024 di kawasan Pantai Kenjeran dengan suasana gelap, Senin (1/1/2024). Sejumlah fasilitas umum seperti PJU tampak tidak dinyalakan.

Pantuan selalu.id, tampak lampu di air mancur jembatan Suroboyo juga tidak menyala. Warga yang ingin merayakan pergantian malam tahun baru terpaksa merayakan dengan gelap-gelapan.

Baca Juga: Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Tak hanya itu, sekitar Taman Suroboyo juga tidak ada penerangan selain di Sentra Ikan Bulak (SIB). Sepanjang Jalan Kenjeran Watu-watu hingga Jembatan Surabaya pun gelap.

Meski begitu, suasana justru sangat ramai. Ada banyak permainan bagi anak, seperti odong-odong, prosotan, mandi bola hingga trampolin. Warga tampak terlihat masih menikmatinya.

Salah satu warga Bulak, Muhammad M mengatakan, lampu di Taman Suroboyo memang dimatikan setelah Isya. Sama halnya dengan air mancur yang tidak menari malam ini.

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

"Jam 18.00 WIB hidup, jam 19.00 WIB mati semua. Disana air mancur ya mati," kata Muhammad M saat ditemui, Minggu (31/12/2023).

Kalau di Taman Suroboyo, lanjut Muhammad, setiap malam tahun baru lampu selalu dipadamkan. Berbeda dengan air mancur dan Jembatan Surabaya yang baru pertama kali ditutup dan padam.

"Kemarin hidup. Setiap tahun baru dipadamkan, karena tengah taman dikosongi, orangnya terlalu penuh. Jembatan Surabaya ya padam semua. Tahun kemarin dinyalakan air mancur. Baru ini air mancur dimatiin," jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Perintahkan Tutup Panti Asuhan Tak Berizin di Surabaya Buntut Kasus Kekerasan Seksual

Hal yang sama juga disampaikan Supriyono, salah satu anggota polisi yang menjaga Jembatan Surabaya mengatakan, jembatan memang sengaja ditutup. Agar tidak ada penumpukan warga dan bisa membahayakan bila terlalu banyak orang di atas jembatan dalam waktu lama.

"Dimatikan biar tidak ada penumpukan, sampai pagi ditutup. Mulai jam 18.00 WIB sampai 06.00 WIB. Tahun kemarin ndak. Tahun kemarin ada air mancur menari. Sekarang ndak ada, ditutup untuk keamanan biar tidak ada penumpukan, apalagi di atas jembatan bahaya. Bawa anak kecil cukup bahaya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Adu Taktik Kemerdekaan, Saat Jurnalis Surabaya Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Turnamen Domino

Tak hanya laga domino, kemeriahan ajang ini turut dirangkai dengan Lomba Foto On The Spot yang terbuka bagi masyarakat umum.

Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Armuji mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDIP Surabaya.

Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Rafi mengaku keinginannya memimpin KONI Sidoarjo telah muncul sejak lama.

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum.

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.