Senin, 06 Jul 2026 14:47 WIB

Warga Rayakan Malam Tahun Baru di Kawasan Pantai Kenjeran dengan Gelap-gelapan, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jan 2024 00:24 WIB
Suasana gelap di kawasan Pantai Kenjeran
Suasana gelap di kawasan Pantai Kenjeran

selalu.id - Warga merayakan malam pergantian tahun 2023-2024 di kawasan Pantai Kenjeran dengan suasana gelap, Senin (1/1/2024). Sejumlah fasilitas umum seperti PJU tampak tidak dinyalakan.

Pantuan selalu.id, tampak lampu di air mancur jembatan Suroboyo juga tidak menyala. Warga yang ingin merayakan pergantian malam tahun baru terpaksa merayakan dengan gelap-gelapan.

Baca Juga: Konser Denny Caknan di Surabaya Makan Korban: 2 Orang Terluka Parah, Lainnya Luka dan Trauma

Tak hanya itu, sekitar Taman Suroboyo juga tidak ada penerangan selain di Sentra Ikan Bulak (SIB). Sepanjang Jalan Kenjeran Watu-watu hingga Jembatan Surabaya pun gelap.

Meski begitu, suasana justru sangat ramai. Ada banyak permainan bagi anak, seperti odong-odong, prosotan, mandi bola hingga trampolin. Warga tampak terlihat masih menikmatinya.

Salah satu warga Bulak, Muhammad M mengatakan, lampu di Taman Suroboyo memang dimatikan setelah Isya. Sama halnya dengan air mancur yang tidak menari malam ini.

Baca Juga: Konser Denny Caknan di Eks Hi-Tech Mall Surabaya Membludak, Pagar Besi Sampai Jebol

"Jam 18.00 WIB hidup, jam 19.00 WIB mati semua. Disana air mancur ya mati," kata Muhammad M saat ditemui, Minggu (31/12/2023).

Kalau di Taman Suroboyo, lanjut Muhammad, setiap malam tahun baru lampu selalu dipadamkan. Berbeda dengan air mancur dan Jembatan Surabaya yang baru pertama kali ditutup dan padam.

"Kemarin hidup. Setiap tahun baru dipadamkan, karena tengah taman dikosongi, orangnya terlalu penuh. Jembatan Surabaya ya padam semua. Tahun kemarin dinyalakan air mancur. Baru ini air mancur dimatiin," jelasnya.

Baca Juga: Adu Nasib di Surabaya, Arek Blitar Malah Masuk Penjara

Hal yang sama juga disampaikan Supriyono, salah satu anggota polisi yang menjaga Jembatan Surabaya mengatakan, jembatan memang sengaja ditutup. Agar tidak ada penumpukan warga dan bisa membahayakan bila terlalu banyak orang di atas jembatan dalam waktu lama.

"Dimatikan biar tidak ada penumpukan, sampai pagi ditutup. Mulai jam 18.00 WIB sampai 06.00 WIB. Tahun kemarin ndak. Tahun kemarin ada air mancur menari. Sekarang ndak ada, ditutup untuk keamanan biar tidak ada penumpukan, apalagi di atas jembatan bahaya. Bawa anak kecil cukup bahaya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Menurut Ali, sambutan hangat dari para kepala desa dan masyarakat Bawean, menjadi sinyal bahwa pendekatan politik Golkar mendapat respons positif.

75 LC Diamankan di Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ternyata Banyak Dari Kota Ini

Dari puluhan LC tersebut, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan satu di antaranya terindikasi menderita sifilis atau raja singa.

Enam Kapolda Berganti, Berikut Daftarnya

Irjen Pol Isir mengatakan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia.

Pemkab Sidoarjo Perkuat Gerakan Masyarakat Lawan Narkoba dalam Peringatan HANI 2026

Kepedulian warga di lingkungan RT, RW, hingga desa juga dinilai menjadi benteng awal untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjelma Rasa dan Sydney Menjadi Indonesia

Bukan aroma kopi biasa. Aroma Indonesia yang akhirnya mengklaim tempatnya di jantung kota paling kosmopolitan di Australia Selatan.

1.500 Pelari Ramaikan Majapahit Run 2026 di Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto berharap semangat berlari dapat mendorong masyarakat memiliki kesehatan jasmani dan rohani sehingga tetap produktif.