Rabu, 14 Okt 2026 02:48 WIB

Warga Rayakan Malam Tahun Baru di Kawasan Pantai Kenjeran dengan Gelap-gelapan, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jan 2024 00:24 WIB
Suasana gelap di kawasan Pantai Kenjeran
Suasana gelap di kawasan Pantai Kenjeran

selalu.id - Warga merayakan malam pergantian tahun 2023-2024 di kawasan Pantai Kenjeran dengan suasana gelap, Senin (1/1/2024). Sejumlah fasilitas umum seperti PJU tampak tidak dinyalakan.

Pantuan selalu.id, tampak lampu di air mancur jembatan Suroboyo juga tidak menyala. Warga yang ingin merayakan pergantian malam tahun baru terpaksa merayakan dengan gelap-gelapan.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Ungkap Penyebab Pipanya Bocor di Surabaya yang Bikin Heboh

Tak hanya itu, sekitar Taman Suroboyo juga tidak ada penerangan selain di Sentra Ikan Bulak (SIB). Sepanjang Jalan Kenjeran Watu-watu hingga Jembatan Surabaya pun gelap.

Meski begitu, suasana justru sangat ramai. Ada banyak permainan bagi anak, seperti odong-odong, prosotan, mandi bola hingga trampolin. Warga tampak terlihat masih menikmatinya.

Salah satu warga Bulak, Muhammad M mengatakan, lampu di Taman Suroboyo memang dimatikan setelah Isya. Sama halnya dengan air mancur yang tidak menari malam ini.

Baca Juga: Semburan Air di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Ternyata Pipa Petrokimia Gresik Bocor

"Jam 18.00 WIB hidup, jam 19.00 WIB mati semua. Disana air mancur ya mati," kata Muhammad M saat ditemui, Minggu (31/12/2023).

Kalau di Taman Suroboyo, lanjut Muhammad, setiap malam tahun baru lampu selalu dipadamkan. Berbeda dengan air mancur dan Jembatan Surabaya yang baru pertama kali ditutup dan padam.

"Kemarin hidup. Setiap tahun baru dipadamkan, karena tengah taman dikosongi, orangnya terlalu penuh. Jembatan Surabaya ya padam semua. Tahun kemarin dinyalakan air mancur. Baru ini air mancur dimatiin," jelasnya.

Baca Juga: Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya

Hal yang sama juga disampaikan Supriyono, salah satu anggota polisi yang menjaga Jembatan Surabaya mengatakan, jembatan memang sengaja ditutup. Agar tidak ada penumpukan warga dan bisa membahayakan bila terlalu banyak orang di atas jembatan dalam waktu lama.

"Dimatikan biar tidak ada penumpukan, sampai pagi ditutup. Mulai jam 18.00 WIB sampai 06.00 WIB. Tahun kemarin ndak. Tahun kemarin ada air mancur menari. Sekarang ndak ada, ditutup untuk keamanan biar tidak ada penumpukan, apalagi di atas jembatan bahaya. Bawa anak kecil cukup bahaya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Pada bulan Oktober ini, masyarakat sudah bisa melakukan pengecekan status pencairan BPNT Tahap 4 secara mandiri cukup melalui handphone.

Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

Langkah tegas ini merupakan komitmen Polres Mojokerto dalam memberantas tindak kejahatan jalanan dan menjaga kondusivitas keamanan di Bumi Majapahit.

DPRD Nganjuk Hentikan Total Pembangunan Wisata Watu Lawang, Ini Duduk Perkaranya

Endah membeberkan, DPRD Nganjuk sebenarnya sudah mewanti-wanti agar seluruh pengerjaan fisik di lapangan disetop sementara waktu, namun kini makin ngawur.

Di Sidoarjo, Mendikdasmen Perintahkan Sekolah Harus Perkuat Sains dan Teknologi

Di sisi lain, persoalan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian pemerintah. 

Melihat Tubuh Lewat Seni Lukis dalam Pameran The Imaginary Bodies di ARTOTEL Grand Prima Surabaya

Penikmat seni maupun masyarakat umum bisa menikmati deretan karya ini mulai 12 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027 mendatang.

Tekan Pengangguran, Disnaker Nganjuk Buka Pelatihan Babershop dan Barista

Kegiatan pelatihan kali ini juga dalam rangka mendukung peringatan Hari Santri 2026. Pelatihan akan berlangsung selama 12 hari ke depan.