Begini Kesaksian Dokter Forensik Autopsi Personel Band Surabaya Tewas Usai Manggung di Hotel Vasa
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 29 Des 2023 14:05 WIB
selalu.id - Tiga personel atau musisi band asal Surabaya yang diketahui tewas usai manggung dan minum minuman beralkohol di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya, pada Jumat (22/12/2023) lalu, mendapatkan tindakan penyidikan lebih lanjut, yakni autopsi jenazah.
Autopsi jenazah dilakukan terhadap dua korban yakni RZ (Soxophone) dan RF (Drummer) setelah mendapat persetujuan dan permintaan dari pihak keluarga. Dokter Forensik dari RSUD Dr Soetomo, yakni Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolehal, dr Abdul Aziz pun menyampaikan hasil forensik autopsi RZ dan RF.
“Jenazah pertama kita terima pada tanggal 26 Desember pukul 01.00 WIB dini hari dan yang kedua kita terima tanggal 26 Desember jam 13.30 WIB. Autopsi dilakukan dari internal Soetomo karena memang keduanya mendapat perawatan di Soetomo,” kata dr Abdul Aziz saat konferensi pers di RSUD Dr Soetomo, Jumat (29/12/2023).
Dalam hasil autopsi, dr Abdul mengatakan bahwa pihaknya menemukan kelainan-kelainan di dalam tubuh RZ dan RF.
“Kita menegakkan apakah itu memang meninggal oleh karena alkohol atau tidak, dalam pemeriksaan penunjang untuk sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.
Sehingga saat ini pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan, untuk mengetahui zat yang diminum butuh pemeriksaan penunjang, apakah mengandung jenis etanol atau metanol ataupun isopotanol.
“Itu harus dikonfirmasi dari pihak labratorium.Meskipun dari informasi kan termasuk di media itu disebutkan merknya vodka. Itu orang lama kan ngomongnya alkohol. Alkohol itu macem-macem. Dan alkohol yang sering dikonsumsi adalah jenis etanol,” jenisnya.
Sedangkan metanol, lanjutnya menjelaskan, itu jarang digunakan untuk alkohol. Tetapi, bisa jadi penyalahgunaan bahan berbahaya.
“Mungkin orang awan tidak paham dengan metanol. Metanol itu kalau di masyarakat itu spiritus. Makanya pemerintah memberi tanda khusus pada alkohol yang jenis metanol itu dengan warna,” jelasnya.
Diketahui dari pihak kepolisian yang menyidik menduga ada tiga jenis minuman yang dicampur oleh bartender atau pramutama bar, yakni vodka, rum, dan jus kemasan rasa cranberries, dan kandungan alkohol yang dikonsumsi sebesar 40 persen.
“Kalau alkohol yang etanol itu kan dosis letal. Dosis metanol pada alkohol umumnya adalah 0,5 persen di dalam darah sudah bisa membunuh. Yang dikonsumsi publik itu yang etanol. Tapi metanol resikonya bisa lebih berbahaya,” ujarnya.
Terkait adanya kemungkinan riwayat penyakit yang diderita kedua korban, dr Abdul mengaku belum mendapatkan informasi lebih jauh. Meski begitu dia menjelaskan bahwa efek dari racun itu dipengaruhi cara masuk kedalam tubuh, kondisinya, usianya, kebiasaan orang menenggak alkohol, kemudian adalah kekuatan dan daya tahan tubuh.
“Kita yang tidak biasa minum alkohol, dengan dosis yang sama, dampaknya akan lebih kuat dia daripada yang biasa minum. Terlebih, racun itu sendiri, dosisnya bisa bersinergis dengan zat lain, mempengaruhi bagaimana racun bekerja pada tubuh sehingga menyebabkan kondisi korban parah ketika minum itu,” pungkasnya.
Baca Juga: Momen Manis Liburan Sekolah di Vasa Hotel Surabaya, dari Spa Pink hingga Panahan Seru
Editor : Ading