Kepala Satpol PP Tegaskan Tak Ada Toleransi PKL di Pantai Watu-watu Kenjeran
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 18 Des 2023 16:23 WIB
selalu.id - Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser menanggapi kejadian para pedagang PKL Watu-watu Kenjeran yang mengamuk saat ditertibkan, pada Minggu (18/12/2023).
Fikser menegaskan bahwa Pemkot Surabaya sudah tidak mau bertoleransi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di luar Sentar Ikan Bulak (SIB).
"Penertiban yang kita lakukan kemarin sudah ada kesepakatan dengan para pedagang, tidak ada toleransi menjual di Watu-watu. Kemarin protes ada provokasi. Tapi tidak mengurangi Satpol PP melakukan penertiban di lokasi itu," tegasnya, kepada Selalu.id, Senin (18/12/2023).
Ia menyebut alasan pedagang sengaja melanggar dan tetap jualan di Watu-watu Kenjeran itu karena mereka mengeluh sepi penjualan di SIB. Padahal Pemkot sudah memberi atau menyediakan sekitar 70 stand pedagang di SIB.
"Padahal difasilitasi Pemkot, tempat, alat jualan berupa rombong kursi dan meja dan lain-lain, dan kita juga upaya parkiran semua masuk SIB. Tidak ada parkiran di seputaran taman atau di pinggir jalan," jelasnya.
Pemkot Surabaya juga upaya PKL disekitar Watu-watu Kenjeran itu masuk kedalam SIB. Seperti pedagang mainan, parkiran pun harus wajib masuk ke dalam SIB.
"Kalau sepi parkiran di dalam, pedagang mainan masuk ke dalam. Kalau ada kendaraan di parkiran mau ke pantai parkir SIB, jalan sedikit menikmati pantai. Pasti dagangan di SIB laku, sebab itu kita tata, semua diakomodir di dalam," terangnya.
Oleh karenanya, Satpol PP rutin melakukan penertiban di kawasan tersebut. "Makanya kita berusaha pagi hari datang, kita tertibkan biar gak berulang,"tegasnya.
Diberitakan sebelumbya, sebuah video yang beredar di salah satu akun TikTok @Hetri_nf itu memperlihatkan sejumlah gerobak sampah berhamburan di Jalanan. Bahkan, tampak terlihat karena gerobak tersebut menganggu para pengendara melintasi jalan tersebut. Diketahui kejadian terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.
"Watu-watu Kenjeran ada demo pedagang nieh, Minggu 17 Desember 2023," tulis caption di dalam video akun TikTok tersebut.
"Katanya warga sekitar tidak boleh berdagang di sepanjang jalan Watu-watu, ditertibkan satpol pp gitu pedagangnya," kata akun @Hetri_nf saat membalas warganet yang menanyakan kejadian itu.
Camat Bulak Surabaya Hudaya mengklarifikasi kejadian tersebut bahwa sebenarnya pihaknya sering melakukan penertiban di area Watu-watu yang tidak diperbolehkan perjualan di kawasan tersebut.
"Iya (benar) setiap hari kami rutin melakukan penertiban dan hari ini penertiban gak boleh jualan di sekitar watu-watu itu.Tapi kami bersihkan kembali tempat sampah sudah aman. Sudah tertib," jelasnya.
Baca Juga: Lewat Pantauan CCTV, Satpol PP Surabaya Gagalkan Curanmor di Kawasan Kota Lama
Editor : Ading