Minggu, 01 Feb 2026 23:23 WIB

Surabaya Race 2021, Ajang Balap Sepeda Bergengsi di Sirkuit GBT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Des 2021 18:41 WIB
Peserta balap sepeda Surabaya Race 2021 di sirkuit Gelora Bung Tomo
Peserta balap sepeda Surabaya Race 2021 di sirkuit Gelora Bung Tomo

Surabaya (selalu.id) -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gelar ajang balap sepeda yang bertajuk Surabaya Race 2021 di sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (11/12/2021).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa Surabaya Race 2021 ini merupakan lomba balap sepeda yang pertama kali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Rencananya, kata Eri, lomba balap sepeda ini akan dijadikan agenda tahunan seperti halnya Tunjungan Romansa yang ditetapkan sebagai kawasan wisata.

"Alhamdulillah, pesertanya ada 500 orang, semoga acara ini bisa menjadi agenda tahunan dari Pemkot Surabaya. Itu tandanya banyak yang suka bersepeda," kata Eri, usai meresmikan Surabaya Race 2021 di Sirkuit di GBT.

Selain itu, Eri akan berencana menata ulang sarana dan prasarana GBT, agar nantinya warga Surabaya bisa lebih nyaman menikmati berbagai fasilitas cabang olahraga di stadion terbesar di Kota Surabaya tersebut.

"Karena GBT ini kan bukan hanya untuk balapan sepeda, ada juga balap motor, mobil, sepatu roda, sepak bola, basket dan masih banyak lainya," ujar Eri.

Perlombaan sepeda ini, tak hanya diikuti peserta dari Surabaya. Namun peserta dari wilayah kota/kabupaten lain, juga mengikuti lomba tersebut.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Lomba balap sepeda Surabaya Race 2021 ini, dibagi menjadi 12 kategori putra dan putri. Di antaranya, kategori Men - Women usia 13 - 14 tahun, Men - Women usia 15 - 16 tahun, Men - Women usia 17 - 18 tahun, Men - Women usia 19 tahun, Master A usia 30 - 40 tahun, Master B usia 41 - 50, Master C usia 51 ke atas dan Executive 45 tahun ke atas.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Surabaya, M. Afghani Wardhana mengatakan, event Surabaya Race 2021 ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan dan menggelorakan semangat olahraga di Kota Surabaya.

"Lomba ini diikuti dari berbagai wilayah di Indonesia. Diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan dan Bali," kata Afghani.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Ini momentum yang luar biasa bagi para atlet Tanah Air, sehingga bisa dijadikan untuk meningkatkan prestasi atlet di Indonesia

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Lomba ini digelar selama dua hari, pada tanggal 11 - 12 Desember 2021,"jelasnya.

Lebih lanjut Afghani berharap,para peserta atlet balap sepeda Surabaya Race 2021 kali ini, dapat menjunjung tinggi sportivitas. Fastabiqul Khoirot, itu yang paling penting.

"Terima kasih juga atas supportnya kepada para jajaran Kepala OPD, Pelindo, Citraland, dan Bank Jatim. Salam olahraga!," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.