Rabu, 22 Jul 2026 18:59 WIB

Pengamat Sebut Debat Capres Pertama Menguntungkan Ganjar, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Des 2023 22:10 WIB
Debat capres pertama untuk pemilu 2024
Debat capres pertama untuk pemilu 2024

selalu.id - Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdus Salam, menyebut bahwa debat pertama untuk ketiga calon presiden (Capres) secara tidak langsung menguntungkan Capres nomer urut tiga yakni Ganjar Pranowo.

"Harus diakui mas Ganjar lebih diuntungkan sebenarnya, baik secara emosi maupun materi subtansi," kata Surokim saat dihubungi selalu.id, Rabu (13/12/2023).

Menurutnya debat Pilpres yang digelar oleh KPU, Selasa, malam, tampak Ganjar bisa memainkan peran untuk membuat Capres nomor urut satu Anies Baswedan dan Capres nomor urut dua Prabowo Subianto tengkar ide dan saling menyerang satu sama lain.

"Secara umum jika dilihat debat tadi malam kalau diibaratkan pertandingan bola mas Anies itu striker, pak Prabowo defender dan pak Ganjar playmaker," ujarnya.

Ia menilai secara argumentatif Anies Baswedan lebih baik. Namun titik lemah mantan Gubernur DKI Jakarta itu memanfaatkan argumentasinya untuk menyerang lawan.

"Argumentasi Anies dipakai untuk menyerang dan mematahkan lawan. Padahal dalam konteks konteks masyarakat Indonesia yang high context, umumnya masyarakat tidak senang dengan model nyerang strike gitu. Jika performence gitu yang dikembangkan maka akan dianggap show force dan nampak sombong," jelasnya.

Sedangkan untuk Prabowo, Surokim menilai, Menteri Pertahanan itu terlihat lebih tenang dan tidak terpancing emosi agar tidak blunder.

"Prabowo fokus saja mengembangkan impresi dan simpati, kurang santai," tuturnya.

Lalu dengan Ganjar, menurutnya argumen manta Gubernur Jawa Tengah itu meski tak selihai Anies Baswedan dalam beretorika. Namun, Ganjar secara isi penyampainnya lebih masuk akal.

"Dalam catatan saya argumennya sebenarnya lebih simpel dan sederhana, tapi masih terjebak  juga untuk menyerang saya pikir itu perlu dikurangi juga. Jangan strike langsung nyalahkan dan nyerang sebab pemilih kita sekali lagi gak seneng model itu," ungkapnya.

Ia menambahkan, debat dalam argumentatif tidak harus mematahakn lawan. Sebab, debat ini hanya panggung impressi dan cari atensi serta simpati.

"Debat ini bukan untuk menang kalah. Bukan lomba retorika dan pidato. Debat itu kan panggung ekspresi ya, respons publik bisa berbeda-berbeda, bagi yang sudah punya pilihan itu hanya akan jadi penguat saja, bagi yang belum menentukan bisa menjadi tambahan referensi," pungkasnya.

Baca Juga: KPU Surabaya Kaji Dapil Baru, Persaingan Kursi DPRD Berpotensi Berubah

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.