Rabu, 22 Jul 2026 01:13 WIB

Pengamat Sebut Debat Capres Pertama Menguntungkan Ganjar, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Des 2023 22:10 WIB
Debat capres pertama untuk pemilu 2024
Debat capres pertama untuk pemilu 2024

selalu.id - Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdus Salam, menyebut bahwa debat pertama untuk ketiga calon presiden (Capres) secara tidak langsung menguntungkan Capres nomer urut tiga yakni Ganjar Pranowo.

"Harus diakui mas Ganjar lebih diuntungkan sebenarnya, baik secara emosi maupun materi subtansi," kata Surokim saat dihubungi selalu.id, Rabu (13/12/2023).

Menurutnya debat Pilpres yang digelar oleh KPU, Selasa, malam, tampak Ganjar bisa memainkan peran untuk membuat Capres nomor urut satu Anies Baswedan dan Capres nomor urut dua Prabowo Subianto tengkar ide dan saling menyerang satu sama lain.

"Secara umum jika dilihat debat tadi malam kalau diibaratkan pertandingan bola mas Anies itu striker, pak Prabowo defender dan pak Ganjar playmaker," ujarnya.

Ia menilai secara argumentatif Anies Baswedan lebih baik. Namun titik lemah mantan Gubernur DKI Jakarta itu memanfaatkan argumentasinya untuk menyerang lawan.

"Argumentasi Anies dipakai untuk menyerang dan mematahkan lawan. Padahal dalam konteks konteks masyarakat Indonesia yang high context, umumnya masyarakat tidak senang dengan model nyerang strike gitu. Jika performence gitu yang dikembangkan maka akan dianggap show force dan nampak sombong," jelasnya.

Sedangkan untuk Prabowo, Surokim menilai, Menteri Pertahanan itu terlihat lebih tenang dan tidak terpancing emosi agar tidak blunder.

"Prabowo fokus saja mengembangkan impresi dan simpati, kurang santai," tuturnya.

Lalu dengan Ganjar, menurutnya argumen manta Gubernur Jawa Tengah itu meski tak selihai Anies Baswedan dalam beretorika. Namun, Ganjar secara isi penyampainnya lebih masuk akal.

"Dalam catatan saya argumennya sebenarnya lebih simpel dan sederhana, tapi masih terjebak  juga untuk menyerang saya pikir itu perlu dikurangi juga. Jangan strike langsung nyalahkan dan nyerang sebab pemilih kita sekali lagi gak seneng model itu," ungkapnya.

Ia menambahkan, debat dalam argumentatif tidak harus mematahakn lawan. Sebab, debat ini hanya panggung impressi dan cari atensi serta simpati.

"Debat ini bukan untuk menang kalah. Bukan lomba retorika dan pidato. Debat itu kan panggung ekspresi ya, respons publik bisa berbeda-berbeda, bagi yang sudah punya pilihan itu hanya akan jadi penguat saja, bagi yang belum menentukan bisa menjadi tambahan referensi," pungkasnya.

Baca Juga: KPU Surabaya Kaji Dapil Baru, Persaingan Kursi DPRD Berpotensi Berubah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.