Kamis, 04 Jun 2026 18:47 WIB

Dukung Perkembangan Atlet, Kadispora Usulkan Dibangun Sport Center di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Nov 2023 08:39 WIB
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro

selalu.id - Piala Dunia U-17 2023 menginspirasi Jawa Timur untuk membangun pusat olahraga atau sport center. Dengan keberadaan sport center, Jawa Timur ingin kembali menjadi tuan rumah event-event olahraga internasional seperti Piala Dunia U-17.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro menuturkan bahwa pihaknya sudah sempat terpikir untuk membangun sport center itu. Hanya saja, hal itu masih berhenti sebagai rencana.

“Saya sudah pernah sampaikan bahwa harus mulai dipikirkan kita punya sport center yang satu titik, jadi semua ada di situ. Pada saat itu, saya ditanya lokasi di mana, di daerah Malang Raya saya pikir paling representatif,” ucap Ali di Surabaya.

Keinginan itu tidak lepas dari suksesnya Surabaya sebagai salah satu kota penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Ajang itu membuat nama Indonesia menjadi sorotan dunia karena mampu menajdi tuan rumah dengan baik.

Selama di Surabaya, tepatnya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pertandingan berjalan lancar tanpa kendala. Penonton juga bisa tertib saat menuju maupun meninggalkan stadion kawasan Surabaya Barat itu.

Hal inilah yang menginspirasi Ali untuk memungkinkan memperhatikan cabor lain. Sport center akan membantu para atlet muda mendapat tempat pembinaan yang lebih optimal.

“Harapan saya pada tahun 2025 sudah bisa mulai diwujudkan bersama. Sekali lagi, ini tidak bisa hanya seorang kadispora. Ketika bicara politik anggaran, pihak yang lainnya juga harus mendukung bahwa betapa strategisnya ketika Jawa Timur punya itu,” ujar Ali.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa titik sport center yang terletak di beberapa provinsi. Di antaranya adalah kompleks Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Jakabaring (Palembang).

“Jawa Timur ini gudangnya atlet. Kalau tidak punya, nanti pada hijrah ke mana-mana. Kenapa? Karena mereka merasa tidak bisa dikembangkan potensinya karena sarana yang tidak mendukung. Ini PR panjang, tapi harus melakukan sama-sama,” ungkap Ali.

“Piala Dunia U-17 di Jawa Timur ini, khususnya Surabaya, merupakan langkah awal dalam membawa spirit untuk generasi kita. Semangat luar biasa ini harus menggema untuk atlet masa depan,” tuturnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jawa Timur merupakan kiblat sepak bola nasional. Sudah banyak pesepak bola nasional yang lahir dari SSB maupun klub Jawa Timur.

Namun, tak hanya itu. Pembinaan atlet di Jawa Timur juga cukup masif di cabor lain macam basket, bola voli, bulutangkis, dll. Keberadaan sport center diharapkan bisa semakin memperkuat tradisi pembinaan atlet. Juga bisa menjadi Jawa Timur jadi tuan rumah ajang olahraga internasional.

Baca Juga: Persebaya Surati Pemkot Surabaya untuk Berlaga Kembali di GBT

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.