Senin, 02 Feb 2026 06:42 WIB

Dukung Perkembangan Atlet, Kadispora Usulkan Dibangun Sport Center di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Nov 2023 08:39 WIB
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro

selalu.id - Piala Dunia U-17 2023 menginspirasi Jawa Timur untuk membangun pusat olahraga atau sport center. Dengan keberadaan sport center, Jawa Timur ingin kembali menjadi tuan rumah event-event olahraga internasional seperti Piala Dunia U-17.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro menuturkan bahwa pihaknya sudah sempat terpikir untuk membangun sport center itu. Hanya saja, hal itu masih berhenti sebagai rencana.

“Saya sudah pernah sampaikan bahwa harus mulai dipikirkan kita punya sport center yang satu titik, jadi semua ada di situ. Pada saat itu, saya ditanya lokasi di mana, di daerah Malang Raya saya pikir paling representatif,” ucap Ali di Surabaya.

Keinginan itu tidak lepas dari suksesnya Surabaya sebagai salah satu kota penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Ajang itu membuat nama Indonesia menjadi sorotan dunia karena mampu menajdi tuan rumah dengan baik.

Selama di Surabaya, tepatnya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pertandingan berjalan lancar tanpa kendala. Penonton juga bisa tertib saat menuju maupun meninggalkan stadion kawasan Surabaya Barat itu.

Hal inilah yang menginspirasi Ali untuk memungkinkan memperhatikan cabor lain. Sport center akan membantu para atlet muda mendapat tempat pembinaan yang lebih optimal.

“Harapan saya pada tahun 2025 sudah bisa mulai diwujudkan bersama. Sekali lagi, ini tidak bisa hanya seorang kadispora. Ketika bicara politik anggaran, pihak yang lainnya juga harus mendukung bahwa betapa strategisnya ketika Jawa Timur punya itu,” ujar Ali.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa titik sport center yang terletak di beberapa provinsi. Di antaranya adalah kompleks Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Jakabaring (Palembang).

“Jawa Timur ini gudangnya atlet. Kalau tidak punya, nanti pada hijrah ke mana-mana. Kenapa? Karena mereka merasa tidak bisa dikembangkan potensinya karena sarana yang tidak mendukung. Ini PR panjang, tapi harus melakukan sama-sama,” ungkap Ali.

“Piala Dunia U-17 di Jawa Timur ini, khususnya Surabaya, merupakan langkah awal dalam membawa spirit untuk generasi kita. Semangat luar biasa ini harus menggema untuk atlet masa depan,” tuturnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jawa Timur merupakan kiblat sepak bola nasional. Sudah banyak pesepak bola nasional yang lahir dari SSB maupun klub Jawa Timur.

Namun, tak hanya itu. Pembinaan atlet di Jawa Timur juga cukup masif di cabor lain macam basket, bola voli, bulutangkis, dll. Keberadaan sport center diharapkan bisa semakin memperkuat tradisi pembinaan atlet. Juga bisa menjadi Jawa Timur jadi tuan rumah ajang olahraga internasional.

Baca Juga: Persebaya Surati Pemkot Surabaya untuk Berlaga Kembali di GBT

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.