Ribuan Massa Bakal Geruduk Kantor Gubernur Jatim Tuntut Upah UMK Naik 15 Persen
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 29 Nov 2023 18:32 WIB
selalu.id - Ribuan massa dari Partai Buruh bakal menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (30/11/2023) besok.
Juru bicara massa aksi Nuruddin Hidayat mengatakan pihaknya akan melakukan aksi demontrasi untuk menuntut Upah Mininum Kota/Kabupaten (UMK) naik sebesar 15 persen.
Nuruddin menyampaikan ribuan massa yang ikut aksi demo tersebut diperkiran total ada empat serikat buruh, yakni KSPI, KSPSI, KSBSI, dan Sarbuwusi.
"Hasil rapat kemarin, aksi kita estimasi ada sekitar 20 ribuan massa. Tapi belum tahu perkembangan di lapangan seperti apa," kata Nuruddin, Rabu (29/11/2023).
Ribuan massa buruh yang ikut juga berasal dari berbagai wilayah Jatim yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Tuban, Jombang, Nganjuk, Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi.
Kata dia nantinya ribuan buruh itu akan berkumpul terlebih dahulu di Bundaran Waru, Sidoarjo. Kemudian, mereka secara bersama-sama bergerak ke arah Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya.
Dalam aksi ini, lanjutnya, para buruh tersebut meminta agar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menetapkan kenaikan UMK tahun 2024 mendatang, sebesar 15 persen.
"Besok hari terakhir untuk menetapkan kenaikan UMK. Aksi ini tujuanya mengawal kenaikan sebesar 15 persen, kalau rupiahkan rata-rata Rp600 ribu sekian," jelasnya.
Diketahui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hingga sekarang masih belum memberikan keteranganya terkait kenaikan UMK 2024. Sedangkan, sejumlah kepala daerah di Jatim kompak merekomendasikan sejumlah 6,13 persen.
"Pengalaman sebelumnya, Gubernur mengabaikan rekomendasi bupati/walikota. Tahun kemarin ring 1, (kenaikan) Rp75 ribu semuanya, bulat angkanya," tuturnya
Oleh karenanya, massa buruh mengancam bakal menutup akses Bundaran Waru. Apabila Khofifah tidak menetapkan kenaikan upah sesuai dengan harapan mereka.
"Selama ada demo buruh, Gubernur (Khofifah) tidak pernah menemui untuk audiensi. (Jika demikian) kemungkinan kita akan bertahan di Bundaran Waru," tutupnya.
Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
Editor : Ading