Senin, 02 Feb 2026 05:34 WIB

Kasus Bayi Stunting Turun 300 Persen di Surabaya, Eri Cahyadi: Harus Nol

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Des 2021 15:30 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Surabaya (selalu.id) - Kasus bayi stunting di Surabaya terus menurun. Ini berdadar data Dari Pemerintah Kota Surabaya. Tercatat, kasus bayi stunting di 31 Kecamatan di Surabaya menurun hingga 300 persen lebih.

Keberhasilan ini tak lepas dari upaya Pemkot Surabaya melalui program Jago Ceting (Jagoan Cegah Stunting) bekerjasama oleh Tim Penggerak (TP) PKK untuk menyasar setiap kecamatan dan kelurahan untuk memberikan sosialisasi.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Termasuk membedah masalah, dan memberikan solusi agar segera dilakukan penanganan yang dibutuhkan," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (7/12/2021).

Eri menyampaikan, bahwa triwulan sebelumnya, angka stunting di 31 kecamatan Surabaya mencapai 5.727 kasus dan turun 300 persen lebih menjadi 1.785 kasus. Jumlah tersebut merupakan akumulasi total warga KTP Surabaya dan non-KTP Surabaya atau domisili.

"Dalam waktu tiga bulan ini, ada bayi stunting yang memang ternyata ada yang KTP Surabaya dan bukan KTP Surabaya. Ada (warga luar) yang baru masuk (Surabaya) dan berubah KTP Surabaya. Nah, ini posisinya berarti harus dicek," ujarnya.

Penanganan stunting yang dilakukan pemkot, lanjut Eri, menunjukkan hasil yang signifikan selama tiga bulan terakhir. Dengan pengalaman ini, stunting bisa diturunkan dari 5.727 kasus ke 1.785 kasus. Jadi pada posisi-posisi inilah yang bisa lakukan (pemetaan), dari 1.785 itu akan dpisahkan lagi.

"Kita sentuh dalam tiga bulan terakhir, maka dalam tiga bulan ke depan (stunting) harus titiknya nol," jelasnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Pemetaan itu dilakukan supaya dapat diketahui mana warga Surabaya dan non-KTP Surabaya. Termasuk, warga yang baru pindah ke Surabaya ketika balitanya mengalami gizi buruk atau stunting.

"Kalau ada warga non Surabaya yang pindah KTP Surabaya, maka harus diberi tanda. Ketika dia (balitanya) mengalami gizi buruk atau stunting, berarti secara otomatis bukan salah kita," tuturnya.

Selain itu, langkah pemetaan balita stunting itu dilakukan supaya intervensi yang diberikan pemkot, benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Jadi jangan sampai Surabaya yang menyediakan anggaran tapi bukan untuk orang Surabaya. Ketika tahu di Surabaya semuanya gratis dan disentuh, warga berbondong-bondong pindah ke Surabaya. Ini yang saya tidak ingin, makanya data harus kuat," terangnya.

Eri meminta, kepada seluruh jajarannya baik di tingkat Perangkat Daerah (PD) terkait maupun kecamatan dan kelurahan, agar terjun langsung ke lapangan.

"Nanti dari 1.785 dipetakan lagi mana yang baru pindah, mana yang bukan KTP Surabaya. Nanti biar kedepannya kita benar-benar tahu yang Surabaya harus kita jadikan nol persen (stunting) tiga bulan ke depan," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.