Gubernur Khofifah Optimis One Pesantren One Product Antarkan Kemandirian Ekonomi
- Penulis : Dony Maulana
- | Jumat, 10 Nov 2023 18:40 WIB
selalu.id - Mulai September 2024 di KEK Singhasari, King's College London (KCL) akan membuka program studi Digital Economy, dan dilanjutkan prodi Digital Future di Januari 2025. Sementara, Western Sydney University (WSU) juga akan membuka program perkuliahan pada September 2024.
Dimana WSU akan membuka beberapa prodi terkait digital innovation. Kampus WSU tahap pertama ini akan berlokasi di Pakuwon Tower Surabaya.
Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
"Mari kita manfaatkan dua perguruan tinggi internasional ini. Satunya yakni WSU di bidang digital innovation dan satunya lagi KCL di bidang digital future," terang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (9/11/2023) malam.
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, keberadaan OPOP menjadi upaya memberseiringkan antara dakwah 'bil mal' dan 'jihad bil mal'. Dimana tiga pilar OPOP yakni santripreneur, pesantrenpreneur, dan sosiopreneur menjadi satu kesatauan yang bisa mengantarkan keberdayaan ekonomi dan menguatkan dakwah bil mal dan jihad bil mal.
Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya
Program ini berseiring dengan program penurunan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan. "Kita bangun penguatan dengan sinergitas bersama, bahwa ekosistem OPOP bisa mengantarkan kemandirian dan keberdayaan ekonomi. Baik pesantren, santri, maupun alumninya. Bila tiga pilar ini kita kuatkan, maka dakwah bil mal dan jihad bil mal bisa kita kuatkan pula," cetusnya.
Khofifah juga berpesan kepada seluruh peserta OPOP untuk tidak mudah menyerah dan berkecil hati dalam mencari peluang. Baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Bukan tanpa alasan, ia pun bercerita pernah melepas ekspor produk Desa Devisa yakni rumput laut dari Sidoarjo ke Australia dengan nominal Rp150 juta. Namun ia yakin produk ini memiliki potensi yang cukup besar ke depannya.
Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban
"Bahkan tim dari Australia datang langsung dan mereka sangat serius karena mereka melihat potensi rumput laut yang tidak ditanam di laut, tapi di tambak. Akhirnya setelah dihitung potensi rumput lautnya, kira-kira tiga bulan lalu sudah mulai 'groundbreaking' pabrik di Surabaya. Jadi pelaku-pelaku OPOP jangan pernah kecil hati," terangnya.
Editor : Arif Ardianto