Sabtu, 20 Jul 2024 19:08 WIB

Aktivis 98: Harusnya Jokowi Juga Ajak Makan Siang Cawapres dan Ketua MK

Kusnan Aktivis 98

Kusnan Aktivis 98

selalu.id - Setelah masing-masing calon presiden mengumumkan pasangannya maka lengkap sudah kandidat pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden yang akan maju mengikuti kontestasi politik di Pemilu 2024 mendatang.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo akhirnya mengundang tiga calon presiden yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto untuk makan siang bersama di Istana Presiden, Senin (30/10/2023).

Aktivis ‘98 asal Surabaya, Kusnan, menyebut pertemuan tersebut kurang lengkap tanpa kehadiran para calon wakil presiden (cawapres). Ia juga menilai bahwa pertemuan makan siang Presiden Jokowi dan ketiga capres itu merupakan upaya permainan politik pencitraan.

"Seolah-olah ingin mendinginkan suasana setelah kejadian memalukan di Mahkamah Konstitusi yang disambut gejolak penolakan dari rakyat. Sungguh sangat disayangkan Pak Jokowi tidak turut mengundang para cawapres. Akan sangat indah bila ada Mas Gibran sebagai anak Pak Jokowi sekaligus keponakan Ketua Mahkamah Konstitusi Pak Anwar Usman duduk bersebelahan dengan bapaknya di hadapan para capres-cawapres lain,” ujar Kusnan.

Menurut Kusnan, kehadiran Gibran dalam makan siang sangat penting sebagai bentuk kerukunan para kandidat.

“Pak Jokowi juga bisa memperkenalkan Mas Gibran kepada para tamu lainnya. Sehingga semua guyub dan rukun,” ujar Kusnan.

Bahkan, lanjut Kusnan, suasana makan siang akan lebih lengkap dan ceria bila turut mengundang Ketua MK Anwar Usman.

“Yang namanya makan siang dalam suasana kekeluargaan, ada baiknya turut mengundang adik ipar Pak Jokowi dan pamannya Mas Gibran, yaitu Bapak Anwar Usman. Ini penting agar masyarakat semakin paham tentang arti bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga,” ujar Kusnan.

“Tapi ini kan sudah telanjur makan siang hari ini. Ke depan saya berharap semoga juga ada undangan buat Mas Gibran dan Ketua MK, sehingga suasana makin penuh kekeluargaan,” lanjut Kusnan.

Baca Juga: Usai APEKSI, Eri Cahyadi: Jangan Bahas Pilkada Dulu Lah!

Editor : Ading