Jumat, 05 Jun 2026 07:47 WIB

Bola Raksasa Bakal Digelindingkan dari Siola ke Balai Pemuda Sambut Piala Dunia U-17 di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Okt 2023 17:16 WIB
Giant Ball Piala Dunia U-17 di Surabaya
Giant Ball Piala Dunia U-17 di Surabaya

selalu.id - Menjelang pembukaan gelaran Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 10 November 2023 mendatang. Pemerintah Kota Surabaya bakal menggelar arak-arakan Trophy Piala Dunia di sepanjang jalanan Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan arak-arak Piala Dunia itu akan dilakukan pada Minggu, 29 Oktober 2023.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Nantinya rute arak-arakan itu mulai dari Gedung Siola di Jalan Tunjungan hingga Balai Pemuda (Balpem) di Jalan Gubernur Suryo.

"Arak-arakkan itu kan nanti kita mulai jam 6 itukan dari Siola sampai Balpem," kata Wiwiek, Kamis (26/10/2023).

Wiwiek menjelaskan nantinya di arak-arakan tersebut pihaknya tidak hanya memerkan Piala Trophy Dunia U-17, tetapi juga akan ada bola raksasa FIFA yang akan digelindingkan dari Siola ke Balpem.

"Yang kita arak itu bola raksasa. Giant ball, bola besar sekali yang kita gelindingkan dari Tunjungam-Balpem. Bolanya bukan dari Pemkot tapi punya FIFA. itu punya LOC langsung dari Jakarta," tambahnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Lebih lanjut Wiwiek menyampaikan, nantinya kegiatan arak-arakan itu dimeriahkan dengan bazar UMKM.

"Masyarakat bisa lihat ada bazar UMKM, musik-musik, kuis, ada juga booth FIFA untuk pembelian tiket dan sebagainya," ujarnya.

Pemkot Surabaya juga mengajak komunitas-komunitas dan klub sepak bola Surabaya serta menampilkan penampilan seperti drumband, Hiphop, cheerleader, dance ritmik, reog, ganongan caplokan, musik patrol, komunitas sepatu roda, barongsai dan sebagainya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

"Di titik-titik lain, seperti di Taman Apsari ada komunitas musik yang akan main dram. Depan air mancur itu sekarang sudah ada totem juga ada musik hiphop dan lain-lain. Mudah-mudahan meriah ya," jelasnya.

Dengan dipilihnya Surabaya sebagai tuan rumah perhelatan akbar Piala Dunia U-17, Wiwiek menerangkan bahwa masyarakat Kota Pahlawan harus bangga bisa ikut menyemarakkan dan kesempatan merasakan melihat pertandingan sepak internasional tersebut di Kota Pahlawan.

"Harapan kita mari semarakkan datang bersama keluarga, kerabat menyaksikan kemeriahan hiruk-pikuk keriuhan Trophy Experience. Kita berharap ini bisa menginspirasi anak-anak muda senantiasa mencintai sepak bola salah satu olahraga yang hari ini digmari siapapun. Dan saya harap semua bisa jadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu," tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.