Sabtu, 05 Sep 2026 13:18 WIB

Pikat Pesantren dengan Dana Abadi Santri, Pengamat Sebut Program Gibran Tak Masuk Akal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Okt 2023 15:26 WIB
Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka

selalu.id - Calon Wakil Presiden dari partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka dalam pidatonya saat deklarasi pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden untuk pemilu 2024 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta pada Rabu (25/10/2023) lalu, memaparkan sejumlah program unggulan, salah satunya adalah 'Dana Abadi Santri'.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yakni Surokim Abdussalam mengatakan bahwa program unggulan Dana Abadi Santri Cawapres Gibran itu hendak menyasar para pemilih santri di pesantren.

"Sepertinya program itu hendak menyasar ke sana. Dan ingin mengambil dan mendekati pemilih santri pesantren," kata Surokim, kepada selalu.id.

Surokim menilai bahwa sejauh ini gagasan tentang pendanaan abadi yang dikelola pemerintah itu cukup menarik. Sebab, model  pengeloaan dana LPDP itu terinsipirasi dari gagasan program tersebut.

"Jika ada yang memerjuangkan dana santri abadi menurut saya itu relevan dengan upaya untuk  menguatkan peran santri dan bisa mendapat insentif elektoral jika bisa diwujudkan," jelasnya.

Menurutnya program unggulan yang simple, gampang diingat, tidak melip, dan mudah direalisikan cenderung akan diterima voters.

"Dalam konteks milenial agenda stretegis nasional itu harus diterjemahkan kedalam bahasa yang mudah dan tidak ribet, selalu ada inovasi dan kreativitas yang dimunculkan serta tidak birokratis," tuturnya.

Hal yang berbeda disampaikan oleh Pengamat politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabay, Hari Fitrianto yang menurutnya program unggulan Gibran yakni Dana Abadi Santri pastinya ditujukan menarik suara para pemilih dari pensatren, tetapi, dirinya menilai program itu tidak masuk akal.

"Tidak masuk akal karena basic dari santrinya apa, spesialnya apa kalau bisa mengalokasikan dana khusus untuk santri. sedangkan sejak Jokowi-Ma'aruf Amin di periode lalu itu tidak ada dana abadi pensantren. Saya kira sampai hari ini tidak mampu dialokasikan," kata Hari, saat dihubungi selalu.id.

Menurut Hari bahwa basic untuk dan pesantren sudah jelas ada yayasan dan lembaga hukumnya. Sehingga, menilai program unggulan Dana Abadi Santri tersebut harus didetailkan penganggarannya.

"Santri buka lembaga seperti pondok pensantren. Saya kira itu harus didetailkan lagi maksudnya apa," pungkasnya.

Sekedar diketahui, selain Dana Abadi Santri. Gibran juga menyebut sejumlah program unggulan yakni kredit start-up milenial,  Kartu Indonesia Sehat (KIS) Lansia dan Kartu Anak Sehat untuk pencegahan stunting.

Baca Juga: Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.