Kamis, 03 Sep 2026 14:54 WIB

Pemukulan Driver Taksi Online oleh Petugas Parkir Tunjungan Plaza Berakhir Damai

Penganiayaan driver taksol
Penganiayaan driver taksol

selalu.id - Seorang driver taksi online (taksol) menjadi korban penganiayaan oleh petugas parkir valley Tunjungan Plaza (TP) 4 Surabaya, Rabu (11/10/2023) kemarin.

Informasi yang dihimpun, driver taksol itu bernama Fachrul Hendra yang saat itu hendak menjemput penumpang dengan lokasi titik temu berada di depan lobi TP 4 Surabaya.

Fachrul, saat ditemui di Polsek Tegalsari menjelaskan, sekitar pukul 13.21 WIB, dirinya mendapatkan orderan melalui aplikasi Grab dengan titik jemput di Tunjungan Plaza 4.

Setelah sampai tujuan, Fatchur memberitahu penumpangnya melalui chat di aplikasi bahwa dirinya sudah di titik penjemputan.

Namun, ternyata penumpangnya belum standby di lokasi penjemputan dan masih berada di dalam mall menuju ke lobi.

Warga Raya Wonorejo Timur Surabaya itu mengaku sempat ditegur dan diomeli oleh petugas valley bernama Tedy Prakasa. Ia pun mengalah dan memilih untuk melajukan kendaraannya hingga berputar beberapa kali.

"Karena ada aturan dari pihak mal kan tidak boleh berhenti lama-lama di lobi," ungkap Fachrul.

Setelah penumpangnya tiba sekitar pukul 13.30 WIB, Fachrul pun mempersilahkan penumpangnya masuk ke mobil.

Ketika akan melajukan kendaraannya, tiba-tiba Tedy Prakasa berusaha menahan. Mendapat perlakuan ini, Fachrul lalu membuka kaca mobil dan mempertanyakan maksud petugas parkir valley tersebut.

"Saya pun sempat bilang, kalau nggak terima, nanti diselesaikan di bawah saja, selesai kamu kerja. Dengan harapan, agar masalah bisa diselesaikan dengan baik-baik di luar jam kerjanya dia," ungkapnya.

Namun ucapan itu ternyata malah membuat pelaku emosi dan memukul ke wajah Fachrul dan mengenai hidungnya. Seketika itu, darah keluar dari hidungnya dan muncrat di baju, celana, tangan dan kok mobilnya Fachrul.

Keributan itu selanjutnya menjadi perhatian banyak orang di lokasi dan dilerai oleh petugas security Tunjungan Plaza 4 yang juga berada di lokasi kejadian.

Fachrul pun sempat dibawa di pos penjagaan security Tunjungan Plaza dengan tujuan untuk didamaikan

Namun Fachrul tak mau dan akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Tegalsari yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Singkat cerita, setelah dimediasi oleh petugas di Polsek Tegalsari, keduanya pun sepakat berdamai.

Kapolsek Tegalsari Kompol Imam Mustolih membenarkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat berdamai.

Menurut Imam, dalam kesepakatan damai, korban tak menuntut apapun. Hanya saja ia minta agar pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya dan bersedia menanggung biaya pengobatan sampai sembuh.

"Keduanya sudah sepakat berdamai.
Pelaku juga berjanji, tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Serta membawa korban untuk periksa serta berobat di rumah sakit,," paparnya.

Sementara itu, Tedy Prakarsa juga menyesal dengan tindakannya tersebut. Ia menyesali dan mengaku akan bertanggungjawab pada Fachrul serta siap menerima sanksi dari pimpinan, tempatnya bekerja.

"Saya akui salah. Saya sedang capek dan terpancing emosi karena perkataan korban (Fachrul)," ungkap Tedy.

Daniel Lukas Rorong, Humas "Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal" (Frontal) Jatim yang ikut mendampingi Fachrul, di Polsek Tegalsari, sangat menyayangkan atas peristiwa yang dialami oleh rekannya sesama driver taksi online tersebut.

Namun, karena rekannya yang menjadi korban penganiyaan memaafkan pelaku dan bersedia berdamai, dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan yang telah diambil.

Daniel juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di tempat yang sama, maupun di lokasi-lokasi keramaian lainnya. Seperti penjemputan di pusat perbelanjaan, apartemen dan Lin sebagainya.

Daniel juga menghimbau pada customer (penumpang) yang memanfaatkan layanan transportasi online agar bisa menunggu di lokasi penjemputan atau standby sebelum memesan melalui aplikasi.

"Jadi begitu driver datang di titik penjemputan, penumpang bisa langsung naik ke dalam mobil dan berangkat. Karena di beberapa lokasi, misalnya mall, memang tidak bisa menunggu terlalu lama," harap Daniel yang juga Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.

Baca Juga: Surabaya Mencekam, Konvoi Pemuda Mabuk Berujung Darah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.