Jumat, 05 Jun 2026 04:30 WIB

Lagi, Mensos Risma Dua Kali Menangis di Forum Tingkat Tinggi ASEAN, Ini Penyebabnya

Mensos Risma di AHLF
Mensos Risma di AHLF

selalu.id - Mensos Risma kembali menangis saat pada acara Forum Diskusi Forum Tingkat Tinggi ASEAN atau ASEAN High Level Forum (AHLF) on Disability-inclusive Development and Partnership beyond yang digelar di Makasar, Rabu (11/10/203). Kali kedua Risma menangis saat diwawancara oleh wartawan usai acara.

Sebelumnya, Mensos Risma menangis dan tak bisa melanjutkan pidatonya lantaran menangis sesenggukan saat menerangkan sebuah alat yang berbentuk jam tangan bernama Gruwi. Disebutkan Risma menangis lantaran teringat nasib anak difabel yang mendapat perlakuan tidak layak atau kekerasan oleh orang-orang sekelilingnya.

Mensos Risma bahkan keluar dari pertemuan dan mendapatkan perawatan lantaran disebutkan sedikit mengalami sesak nafas akibat menangis.

Saat penutupan acara, Risma diwawancara terkait penyelenggaraan forum tingkat ASEAN ini. Namun salah satu jurnalis kembali menanyakan penyebab dirinya menangis. Dengan mimik yang kembali serius, Mensos Risma menceritakan penyebab dirinya menangis saat pidato.

"Aduh, aku jadi teringat lagi. Tapi Ndak apa-apa tak ceritakan. Jadi saat menjelaskan soal alat tadi, saya teringat seorang anak difabel yang mendapat pelecehan seksual. Dia diperkosa, padahal diabitu tidak bisa apa-apa. Terus terang saya sakit hati mendengar itu," ujar Mensos Risma sembari menitikkan air mata.

"Bener, aku sakit hati banget, kok ada manusia Setega itu pada anak disabilitas. Saya Ndak perlu sebut daerahnya," imbuh Mensos Risma.

Bukan tak berbuat sesuatu, sakit hati Risma tersebut dilakukan dengan tindakan menyurati Presiden untuk tidak memberikan remisi kepada pelaku.

"Kita sudah bersurat kepada Presiden, karena pelaku ini, maaf ya aku jadi ingin ngomong kasar kalau ingat pelaku ini. Sepertinya dia ini bukan manusia. Dia sudah melakukan itu dan dipenjara, setelah keluar, dia melakukan lagi dengan anak disabilitas yang lain. Saya benar-benar sakit hati. Seharusnya kita menjaga mereka (difabel) bukan malah seperti ini," geramnya.

Dari kejadian ini, konsentrasi Mensos Risma terus terfokus untuk membenahi masalah-masalah lingkungan yang dialami oleh penyandang disabilitas. Salah satunya dengan membuat alat yang membantu penyandang difabel untuk mempertahankan diri ataupun memberikan peringatan kepada orang-orang sekitar seperti Gruwi.

"Saya tahu kekuatan dan waktu saya terbatas, tapi saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk ini. Coba tanya anak-anak (staf Kemensos) jam berapapun saya dapat informasi, selalu saya telpon agar disiapkan untuk tindakan, baik itu langsung atau besok harinya," tutup Mensos Risma.

Baca Juga: Breaking News! Risma Bakal Mundur dari Jabatan Mensos, Besok Menghadap Jokowi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.