Rabu, 21 Okt 2026 09:58 WIB

Kunjungi ITE Hybrid Event 2021 di Surabaya, Mendagri Tito Karnavian Dorong Daerah Terapkan Smart City

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Des 2021 19:27 WIB
Mendagri Tito Karnavian (tengah) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada acara  Integrated Technology Hybrid di Surabaya
Mendagri Tito Karnavian (tengah) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada acara Integrated Technology Hybrid di Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Menteri Dalam Negri, Tito Karnavian hadir dalam acara Integrated Technology Hybrid Event yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Ballroom Grand City, Surabaya Rabu (1/12/2021). Didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Tito melihat pameran teknologi modern tersebut.

Tito menyampaikan bahwa ITE Hybrid Event 2021 merupakan sebuah alarm, bagi kita semua untuk segera melakukan transformasi digital menuju Smart City.

Baca Juga: Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

"Maksud dari penyelenggaran ITE 2021 ini adalah sebagai wakeup call dalam mendorong terselenggaranya smart city," tuturnya.

Tito melihat betapa keagungan teknologi saat ini mampu memunculkan konsep smart city untuk mengoleh sebuah perkotaan. Konsep IT dan Komunikasi tersebut kini dimanfaatkan oleh kota-kota besar termasuk juga negara besar dalam mengelola wilayahnya.

"Sehingga saat ini Kemendagri sudah meluncurkan pengurusan KTP yang terintegrasi di seluruh Indonesia. Jadi, jika ada masyarakat yang KTP-nya domisili di Jakarta dan saat ini tinggal di Papua, sudah bisa mengurus disana. Hanya perlu sidik jari," paparnya.

Guna mendukung pertumbuhan smart city di Indonesia, Tito menyebutkan perlu adanya perubahan-perubahan yang dilakukan. "Misalnya untuk merubah mindset masyarakat dari yang biasanya bekerja biasa-biasa aja perlu dilakukan transformasi," kata Tito.

Dengan didukungnya Smart City oleh Presiden RI Joko Widodo, maka peluang-peluang besar dalam pelaksanaan ini semakin terbuka. Utamanya, Smart City juga sangat mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan mempermudah pengambilan keputusan. 

"Butuh juga merubah mindset pimpinan/pejabat daerah, memberikan kesadaran pentingnya IT. Sehingga butuh adanya pelatihan atau seminar yang diperlukan," kata Tito.

"Mendorong database bersifat nasional, artificial intelegent untuk memproses dan memprediksi serta digitalisasi anggaran. Saya rasa ini bisa mendorong kita untuk jadi Smart City," imbuhnya.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Sementara itu, Gubernur Khofifah menginginkan seluruh Kabupaten/Kota di Jatim bertransformasi menjadi smart city. Karenanya, Khoffiah mengajak bupati/walikota se Jawa Timur untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan untuk mempercepat terwujudnya smart city. 

"Smart city tidak hanya sekedar digitalisasi fasilitas atau pelayanan publik, namun juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh warga dengan baik," ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan, untuk mewujudkan smart city perlu upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas yang ada. Karenanya, dibutuhkan kajian menyeluruh agar konsep smart city di Jatim sesuai dengan keunggulan, potensi, dan tantangan khas daerahnya masing-masing.

"Jatim harus bisa memanfaatkan seiring dengan  era Society 5.0 ini dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk membangunan infrastruktur smart city," imbuhnya. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga memaparkan tingkat Financial Inclusion di Jatim tahun 2021 yang telah mencapai angka 92%. Financial inclusion sendiri bertujuan mendorong masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan dalam mendapatkan kredit usaha untuk memiliki akses ke sistem keuangan formal

Bedasarkan data tersebut, kata dia, tahun ini Jatim telah berhasil melampaui target Financial Inclusion secara nasional yakni pada tahun 2024 adalah 90%.

"Artinya, ini akan menjadi bagian dari penguatan bagaimana infrastruktur yang cerdas terpadu dengan kawasan kota cerdas dan terintergasi," ujarnya.

Menurut Khofifah, acara Integrated Technology Hybrid Event ini menjadi sebuah kesempatan baik untuk kabupaten/kota di Jatim untuk terus melakukan improvement,  melakukan inovasi dan terus memadukan dari seluruh kinerja yang dilakukan oleh Bupati/Walikota se Jatim maupun dengan pihak lain. Konsepsi smart city menurut Gubernur Khofifah, telah diupayakan oleh Pemprov Jatim antara lain melalui smart people, smart governance, smart mobility, smart economy.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.