Minggu, 06 Sep 2026 02:33 WIB

Kunjungi ITE Hybrid Event 2021 di Surabaya, Mendagri Tito Karnavian Dorong Daerah Terapkan Smart City

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Des 2021 19:27 WIB
Mendagri Tito Karnavian (tengah) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada acara  Integrated Technology Hybrid di Surabaya
Mendagri Tito Karnavian (tengah) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada acara Integrated Technology Hybrid di Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Menteri Dalam Negri, Tito Karnavian hadir dalam acara Integrated Technology Hybrid Event yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Ballroom Grand City, Surabaya Rabu (1/12/2021). Didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Tito melihat pameran teknologi modern tersebut.

Tito menyampaikan bahwa ITE Hybrid Event 2021 merupakan sebuah alarm, bagi kita semua untuk segera melakukan transformasi digital menuju Smart City.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Maksud dari penyelenggaran ITE 2021 ini adalah sebagai wakeup call dalam mendorong terselenggaranya smart city," tuturnya.

Tito melihat betapa keagungan teknologi saat ini mampu memunculkan konsep smart city untuk mengoleh sebuah perkotaan. Konsep IT dan Komunikasi tersebut kini dimanfaatkan oleh kota-kota besar termasuk juga negara besar dalam mengelola wilayahnya.

"Sehingga saat ini Kemendagri sudah meluncurkan pengurusan KTP yang terintegrasi di seluruh Indonesia. Jadi, jika ada masyarakat yang KTP-nya domisili di Jakarta dan saat ini tinggal di Papua, sudah bisa mengurus disana. Hanya perlu sidik jari," paparnya.

Guna mendukung pertumbuhan smart city di Indonesia, Tito menyebutkan perlu adanya perubahan-perubahan yang dilakukan. "Misalnya untuk merubah mindset masyarakat dari yang biasanya bekerja biasa-biasa aja perlu dilakukan transformasi," kata Tito.

Dengan didukungnya Smart City oleh Presiden RI Joko Widodo, maka peluang-peluang besar dalam pelaksanaan ini semakin terbuka. Utamanya, Smart City juga sangat mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan mempermudah pengambilan keputusan. 

"Butuh juga merubah mindset pimpinan/pejabat daerah, memberikan kesadaran pentingnya IT. Sehingga butuh adanya pelatihan atau seminar yang diperlukan," kata Tito.

"Mendorong database bersifat nasional, artificial intelegent untuk memproses dan memprediksi serta digitalisasi anggaran. Saya rasa ini bisa mendorong kita untuk jadi Smart City," imbuhnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sementara itu, Gubernur Khofifah menginginkan seluruh Kabupaten/Kota di Jatim bertransformasi menjadi smart city. Karenanya, Khoffiah mengajak bupati/walikota se Jawa Timur untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan untuk mempercepat terwujudnya smart city. 

"Smart city tidak hanya sekedar digitalisasi fasilitas atau pelayanan publik, namun juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh warga dengan baik," ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan, untuk mewujudkan smart city perlu upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas yang ada. Karenanya, dibutuhkan kajian menyeluruh agar konsep smart city di Jatim sesuai dengan keunggulan, potensi, dan tantangan khas daerahnya masing-masing.

"Jatim harus bisa memanfaatkan seiring dengan  era Society 5.0 ini dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk membangunan infrastruktur smart city," imbuhnya. 

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga memaparkan tingkat Financial Inclusion di Jatim tahun 2021 yang telah mencapai angka 92%. Financial inclusion sendiri bertujuan mendorong masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan dalam mendapatkan kredit usaha untuk memiliki akses ke sistem keuangan formal

Bedasarkan data tersebut, kata dia, tahun ini Jatim telah berhasil melampaui target Financial Inclusion secara nasional yakni pada tahun 2024 adalah 90%.

"Artinya, ini akan menjadi bagian dari penguatan bagaimana infrastruktur yang cerdas terpadu dengan kawasan kota cerdas dan terintergasi," ujarnya.

Menurut Khofifah, acara Integrated Technology Hybrid Event ini menjadi sebuah kesempatan baik untuk kabupaten/kota di Jatim untuk terus melakukan improvement,  melakukan inovasi dan terus memadukan dari seluruh kinerja yang dilakukan oleh Bupati/Walikota se Jatim maupun dengan pihak lain. Konsepsi smart city menurut Gubernur Khofifah, telah diupayakan oleh Pemprov Jatim antara lain melalui smart people, smart governance, smart mobility, smart economy.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.