Selasa, 21 Jul 2026 23:14 WIB

Isu Politik Dinasti, Begini Respon Pendukung Garis Keras Jokowi

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 07 Okt 2023 17:58 WIB
Aksi mahasiswa demo tolak politik dinasti
Aksi mahasiswa demo tolak politik dinasti

selalu.id - Diresmikannya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI, hingga hari ini masih menggulirkan pro kontra di masyarakat.

Sejumlah pegiat media sosial (medsos) pendukung garis keras Jokowi pun resah terkait ramainya isu politik terkait keluarga Presiden Jokowi tersebut.

Salah satunya adalah Septian Raharjo yang melalui akunnya media sosialnya @Gus_Raharjo, membagikan keresahan dan pandangannya sebagai pendukung garis keras Jokowi. Septian tidak ingin mantan Wali Kota Surakarta itu tergelincir di ujung masa kepemimpinan dan gemilangnya rusak akibat ulah para pembisik yang tidak bertanggung jawab.

“Saya setuju dengan Mas @ulinyusron dan Mbak @DiniHrdianti sebagai pendukung Pak Jokowi Garis Keras kita harus tetap mengingatkan. Karena jangan sampai legacy pak Jokowi jadi buruk gara-gara pembisik yang ugal-ugalan. Kita tetap akan kenang pak Jokowi sebgai Presiden terbaik,” tulis pegiat medsos dengan 66,7 ribu followers ini.

Menurutnya, akan lebih indah saat ini digunakan untuk meresapi sepak terjang kepemimpinan Jokowi yang akan purna masa jabatanya di 2024 nanti.

"Semoga kabar yang saya terima itu salah. Saya tetap percaya seorang Joko Widodo yang merakyat dan tidak ada tujuan secuil pun soal kekuasaan," tambah Septian.

Sebelumnya, pegiat medsos Dini PoedjiHardianti melalui akun twiiternya @DiniHrdianti, juga mengungkapkan kerisauannya terhadap sikap Jokowi. Sebagai pendukung Jokowi, dirinya ingin Presiden RI dua periode ini mengakhiri jabatannya dengan terhormat.

“Kepada yang tercinta, Bapak Presiden  @jokowi kami ini yang dulu melawan Orba karena kami tidak ingin ada kekuasaan abadi dan kekuasaan dinasti. Kami ingin negeri ini menjadi negara demokrasi. Saya adalah pendukung bapak mulai dari Pilkada DKI 2012, bapak salah satu pemimpin terbaik yang sudah membuat fondasi yang kuat di negeri tercinta ini. Sekedar mengingatkan, jangan menabrak konstitusi dengan memperalat MK yang akan merusak demokrasi di negeri tercinta ini,” cuit @DiniHrdianti.

@DiniHrdianti juga menyertakan dua potongan video aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Yogyakarta, yang menolak politik dinasti. Mereka menolak cara rezim yang berkuasa saat ini yang telah merusak demokrasi dengan menabrak konstitusi, memperalat Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meneguhkan kekuasaan.

Baca Juga: Kaesang Merinding Lihat PSI Jatim Usai Uji Kinerja Ketua Wilayah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.