Kamis, 10 Sep 2026 21:35 WIB

CODECAMP Competition, Giatkan Koding sebagai Penyeimbang Main Game Online

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 04 Okt 2023 08:00 WIB
Anak anak belajar koding
Anak anak belajar koding

selalu.id - Game sudah merupakan bagian dari keseharian masyarakat saat ini. Hampir dapat dipastikan anak-anak, remaja dan dewasa jaman sekarang ini mempunyai dan memainkan game favoritnya.

Ada kekhawatiran akan fenomena ini, dimana game semakin membuat kecanduan. Orang tua mulai mencari cara untuk menyeimbangkan fenomena efek digital seperti ini. Salah satunya adalah dengan mengarahkan untuk belajar koding, dimana anak-anak tidak hanya menjadi konsumsi produk game, namun bisa membuat gamenya sendiri.

Baca Juga: Patut Bangga, Ini 6 Game Buatan Indonesia yang Mendunia

Koding atau pemrograman yang di era sebelumnya hanya dapat dipelajari di bangku perkuliahan, kini sudah dapat dipelajari oleh anak-anak sejak usia dini. Dengan bekal lancar membaca dan mempunyai dasar pengoperasian komputer, anak-anak mulai usia 7 tahun sudah dapat mempelajari koding atau pemrograman. Bahkan saat ini kemampuan koding semakin banyak dikompetisikan.

Potensi para penggiat koding cilik di Indonesia sangatlah besar. CodeCamp Competition yang diselenggarakan oleh Codecobali dan Kids Coding Camp, yang merupakan pusat pembelajaran dan event koding, hadir untuk memberikan ruang baru bagi para penggiat koding cilik.

Penggiat koding cilik ini dapat semakin mengasah kemampuannya dan berkompetisi untuk menghasilkan karya-karya koding terbaik, yang diharapkan nanti dapat menghasilkan produk digital yang bermanfaat dan diterima oleh masyarakat secara luas.

CodeCamp Competition terbuka untuk penggiat koding cilik mulai usia 7 sampai 15 tahun yang dilaksanakan di bulan Oktober-November 2023. Kategori yang diadakan adalah Scratch Competition dan Roblox Competition. Untuk Scratch Competition terdapat tiga kategori usia dan terdapat dua kategori usia untuk Roblox Competition.

Masing-masing kategori akan memperebutkan tiga project terbaik. Kompetisi ini dilaksanakan secara terbuka dan berbasis daring (online), sehingga dapat diikuti peserta secara nasional dan juga internasional.

Menurut penyelenggara event, Imama Lavi dan Siska F Mauludiah, selain kompetisi, CodeCamp Competition juga menyelenggarakan Parenting Webinar yang dapat diikuti oleh orang tua peserta kompetisi dan masyarakat umum.

Ada pula Beginner Workshop untuk anak-anak usia 7-10 tahun selama empat kali yang akan dinilai untuk menentukan tiga project terbaik untuk pendatang baru.

Informasi lengkap dapat diperoleh di website
https://codecobali.com/codecamp/.


Meski minat penggiat koding cilik semakin meluas saat ini, namun masih banyak yang belum mengetahui apa itu koding dan mengapa perlu untuk belajar koding. Istilah Koding berasal dari Coding yang artinya adalah membuat kode-kode dalam program komputer. Lebih sering dikenal dengan istilah membuat program atau Pemrograman.

"Dengan belajar koding, banyak hal yang bisa dipelajari yaitu Logical Thinking (Berpikir Logis), Problem Solving (Pemecahan Masalah) dan Creativity (Kreativitas). Diharapkan dengan belajar koding dan berkompetisi di bidang koding, dapat mengembangkan kecerdasan digital anak-anak sehingga tidak hanya menjadi konsumsi produk digital namun bisa menjadi pembuat produk digital di masa depan," tukas Siska.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp124 Miliar di Lakarsantri, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

Lahan yang berhasil diamankan tersebut mencakup sejumlah fasilitas publik, yakni Taman Hutan Raya (Tahura) Jeruk, Puskesmas, dan Waduk Jeruk.

Kabar Gembira, Pemkab Sidoarjo Siapkan Diskon PBB 75 Persen bagi ASN Pensiun

Bupati Sidoarjo Subandi berpesan agar purna tugas tidak menyurutkan semangat para ASN untuk terus menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat.

Pemkot Mojokerto Minta Perusahaan Sadar dalam Lindungi Pekerja Lewat Jamsostek

Langkah ini diharapkan mampu membuat para pelaku usaha demi memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja di Kota Mojokerto.

Sesar Aktif Ancam Surabaya, Pemkot Minta BPBD Siapkan Skenario Evakuasi Warga saat Gempa

Selain penguatan sosialisasi di akar rumput, Pemkot Surabaya juga mulai mengkaji rencana pengadaan dan pemasangan alat sensor deteksi aktivitas seismik.

Fraksi Demokrat Absen Massal di Paripurna DPRD Jatim saat Emil Dardak Dampingi Khofifah

Sikap absennya Fraksi Demokrat ini sangat disayangkan mengingat Paripurna ini sangat krusial bagi hajat hidup warga Jawa Timur.

Carut-marut Data Desil Surabaya dan Ancaman Ketidakadilan Bansos

Banyaknya aduan tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa data sosial ekonomi yang ada saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil warga di lapangan.