Kamis, 03 Sep 2026 17:14 WIB

Wacana Anggaran Operasional RT/RW Disoal DPRD, Begini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Sep 2023 17:25 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wacana anggaran operasional untuk RT dan RW disorot oleh Anggota DPRD Surabaya. Lantaran anggaran tersebut dianggap belum menyesuaikan kekuatan Pemkot Surabaya.

Diketahui wacana anggaran operasional untuk RT/RW yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya Eri  Cahyadi itu  berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Menanggapi soroton DPRD Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa wacana anggaran itu untuk operasional Balai RW dan bukan untuk menambah insentif atau kenaikan gaji ketua RT dan RW.

"Ini yang salah, tadi saya sampaikan kepada pimpinan DPRD, dipikir operasional RT RW adalah kenaikan untuk gaji ketua RT RW. Bukan itu, operasional RT RW untuk bayar listrik, bayar air, dan lain-lain, karena kegiatannya warga dipindah balai RW," tegas Eri, Kamis (14/9/2023).

Eri menjelaskan bahwa selama Balai RW yang ada di Surabaya pasif tidak ada kegiatan sama sekali. Sebab, itu Pemkot mulai menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan warga maupun program Pemkot dilaksankan di Balai RW.

"Selama ini kan Balai RW itu mati, dulu gak ada kegiatan, gak ada sinau bareng, ngaji bareng, gak ada Puspaga. Yang bayar listriknya biasa biasa aja," ujarnya.

Sehingga, Eri menerangkan bahwa sekarang kegiatan yang ada di Kelurahan dan Kecamatan kini telah berkurang. Sebab, semua kegiatan dipindahkan dan mulai aktif di setiap balai RW.

Ia pun menilai tambahan anggaran operasional RT dan RW itu justru meringankan beban Pemerintah Kota dan DPRD Surabaya. Menurut itu hal itu adalah kewajiban Pemerintah untuk masyarakat

"Kemarin insentifnya RT RW naik, jadi mereka bayar pakai itu (insentif,red). Tapi kan pemerintah kota gak boleh gitu. Ketik! kegiatan di balai RW itu untuk kegiatan menggerakkan masyarakat, maka listrik Pemkot yang bayar," jelasnya.

"Ini meringankan beban Pemerintah Kota dan DPRD. Itu kewajiban kita, hukumnya fardu'ain," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menjelaskan bahwa rencana anggaran dana operasional untuk RT/RW sebesar Rp200 ribu dan Rp300 ribu harus dilihat kemampuan kekuatan Pemkot Surabaya

"Kalau kekuatan anggaran kita cukup ya silahkan. Namun jangan sampai membuat APBD kita terkontraksi nantinya," ujarnya.

Menurutnya perencanaan anggaran dana tambahan operasional RT/RW itu harus realistis sesuai kemampuan. Sebab, banyak yang diperhitungkan dengan masalah kota lain.

"Maunya memang banyak tapi harus realistis dengan kemampuan. Jangan sampai nanti besar pasak daripada tiang. Apalagi sudah ada kenaikkan insentif KSH, bunda Paud, Modin, RT RW. Ini semua soal ketersediaan anggaran," pungkasnya.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.