Kamis, 04 Jun 2026 17:25 WIB

Wacana Anggaran Operasional RT/RW Disoal DPRD, Begini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Sep 2023 17:25 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wacana anggaran operasional untuk RT dan RW disorot oleh Anggota DPRD Surabaya. Lantaran anggaran tersebut dianggap belum menyesuaikan kekuatan Pemkot Surabaya.

Diketahui wacana anggaran operasional untuk RT/RW yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya Eri  Cahyadi itu  berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Menanggapi soroton DPRD Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa wacana anggaran itu untuk operasional Balai RW dan bukan untuk menambah insentif atau kenaikan gaji ketua RT dan RW.

"Ini yang salah, tadi saya sampaikan kepada pimpinan DPRD, dipikir operasional RT RW adalah kenaikan untuk gaji ketua RT RW. Bukan itu, operasional RT RW untuk bayar listrik, bayar air, dan lain-lain, karena kegiatannya warga dipindah balai RW," tegas Eri, Kamis (14/9/2023).

Eri menjelaskan bahwa selama Balai RW yang ada di Surabaya pasif tidak ada kegiatan sama sekali. Sebab, itu Pemkot mulai menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan warga maupun program Pemkot dilaksankan di Balai RW.

"Selama ini kan Balai RW itu mati, dulu gak ada kegiatan, gak ada sinau bareng, ngaji bareng, gak ada Puspaga. Yang bayar listriknya biasa biasa aja," ujarnya.

Sehingga, Eri menerangkan bahwa sekarang kegiatan yang ada di Kelurahan dan Kecamatan kini telah berkurang. Sebab, semua kegiatan dipindahkan dan mulai aktif di setiap balai RW.

Ia pun menilai tambahan anggaran operasional RT dan RW itu justru meringankan beban Pemerintah Kota dan DPRD Surabaya. Menurut itu hal itu adalah kewajiban Pemerintah untuk masyarakat

"Kemarin insentifnya RT RW naik, jadi mereka bayar pakai itu (insentif,red). Tapi kan pemerintah kota gak boleh gitu. Ketik! kegiatan di balai RW itu untuk kegiatan menggerakkan masyarakat, maka listrik Pemkot yang bayar," jelasnya.

"Ini meringankan beban Pemerintah Kota dan DPRD. Itu kewajiban kita, hukumnya fardu'ain," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menjelaskan bahwa rencana anggaran dana operasional untuk RT/RW sebesar Rp200 ribu dan Rp300 ribu harus dilihat kemampuan kekuatan Pemkot Surabaya

"Kalau kekuatan anggaran kita cukup ya silahkan. Namun jangan sampai membuat APBD kita terkontraksi nantinya," ujarnya.

Menurutnya perencanaan anggaran dana tambahan operasional RT/RW itu harus realistis sesuai kemampuan. Sebab, banyak yang diperhitungkan dengan masalah kota lain.

"Maunya memang banyak tapi harus realistis dengan kemampuan. Jangan sampai nanti besar pasak daripada tiang. Apalagi sudah ada kenaikkan insentif KSH, bunda Paud, Modin, RT RW. Ini semua soal ketersediaan anggaran," pungkasnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.