• Loadingselalu.id
  • Loading

Kamis, 05 Okt 2023 02:04 WIB

Surabaya Didapuk Kota Polusi Udara Terbaik Indonesia, Begini Kata Pengamat ITS

Indeks kualitas udara di Surabaya

Indeks kualitas udara di Surabaya

selalu.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa Surabaya merupakan Kota Polusi Udara Terbaik di Indonesia.

Berdasarkan data KLHK, indeks kualitas udara Surabaya pada Senin (11/9/2023) adalah di angka 23, dan angka tersebut menempatkan Surabaya diurutan pertama kota dengan kualitas udara terbersih di Indonesia. Bahkan, indeks tersebut mengalahkan Jayapura yang berada di urutan ketiga dengan nilai 29 dan Malang di urutan kesepuluh dengan nilai 36. 

Namun data tersebut berbeda dengan versi IQAir menunjukkan hal pada waktu yang sama Senin (11/9/2023) kualitas udara di Surabaya berada diangka sedang dengan nilai 52.

Menanggapi itu, Pakar Lingkungan Institut Tekonologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Arie Dipareza Syafei mengatakan Surabaya menjadi kota dengan kualitas udara terbersih bukan hal mustahil.

Menurutnya, nilai kualitas udara di suatu daerah tergantung pada periode pemantauan dan kondisi meteorologi.

"Tergantung durasi pengukuran saat itu dan meteorologinya seperti apa," kata Arie, Rabu (13/9/2023).

Kata dia pemantauan yang dilakukan oleh KLHK tidak dilakukan secara berkala, melainkan dilakukan pada periode tertentu. Bisa saja, pada waktu pemantuan, kualitas udara di Surabaya sedang baik.

"Bisa jadi terjadi (Surabaya jadi kota terbersih), mungkin pada saat itu pemantauannya (udara sedang) bersih," ungkapnya

Ia juga menjelaskan bahwa kualitas udara di suatu daerah juga tergantung pada kondisi meteorologi saat itu. Misal kecepatan dan arah mata angin.

"Mungkin pada saat pengukuran tersebut, arah anginnya misalnya ke laut dan sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, meski menjadi Kota Polusi Udara Terbaik, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus berkomitmen untuk mengurangi polusi udara. Salah satunya juga dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan uji emisi kendaraan.

"Kalau ada bangunan dan rumah selalu ada ruang terbuka hijau dan itu dijalankan dan kita akan terus meningkatkan uji emisi," jelasnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga meminta kepada setiap perusahaan yang ada di Surabaya untuk merotasi karyawannya untuk bekerja di dekat kawasan rumah mereka. Hal itu juga solusi untuk mengurangi padat kendaraan yang membuat polusi udara.

Kemudian, Eri menjelaskan pihaknya juga akan mengukur durasi lampu lalu lintas atau traffic light agar lebih cepat jika mengalami kepadatan kendaraan atau antrean yang panjang.

Nantinya pengukuran lampu traffic light itu menggunakan sistem sensor yang mendeteksi antrean panjang kendaraaan yang secara otomatis akan membuat lampu berwarna hijau.

"Itu dengan sensor, kalau antrean beberapa meter itu langsung otomatis langsung hijau. Kalau yang sekarang kan ada SITS, tapi gak bisa otomatis. Nah ini nanti tidak lihat timer lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Klinik Hewan Gratis, Begini Cara Daftarnya

Editor : Ading