Selasa, 21 Jul 2026 17:13 WIB

Buntut Sekolah Disegel, Wawali Surabaya Diamuk Siswa SMK Prapanca

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Agu 2023 20:36 WIB
Siswa SMK Prapanca 2 yang mengamuk
Siswa SMK Prapanca 2 yang mengamuk

selalu.id - Salah satu siswa SMK Prapanca mengamuk kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, buntut sekolahnya disegel karena kasus sangketa lahan yayasan.

Kejadian itu berlangsung saat Wawali Surabaya Armuji sedang melakukan sidak ke SMK Prapanca 2 Surabaya yang berada di Jalan Nginden Intan Timur 1, Jumat (25/8/2022).

Sidak ini dilakukan untuk mengetahui kondisi sekolah yang tengah bermasalah dengan Yayasan Pendidikan Jawa Timur (YPJT). Tampak terlihat pula sekolah tersebut disegel dengan bertulis 'Pengumuman SMK Prapanca 2 Surabaya Beserta Tanah dan Bangunan Dalam Perkada Pengadilan Negeri Surabaya, Nomor: 1327/PDT.G/2022/PN. SBY. Siapapun Dilarang Masuk Tanpa Seijin PH. Perajanusa,'.

Sebelumnya Armuji pun menjanjikan siswa, bahwa ia akan membuka pagar sekolah. Namun, nyatanya Armuji bilang tak bisa membuka gembok pagar sekolah lantaran gedung sekolah masih dalam gugatan.

Hal ini menyulut emosi siswa yang sudah hadir sejak pagi, karena mereka berharap kedatangan Armuji bisa membuka pintu gerbang yang selama ini tertutup.

Bahkan, salah satu siswa laki-laki emosi dan nekat mendatangi dan mengendor kaca dinas Armuji yang memilih meninggalkan lokasi kejadian.

Aksi nekat tersebut didorong karena siswa tersebut merasa kedatangan Armuji tidak membawa solusi dan pemecahan masalah atas kasus sengketa gedung sekolah. Akibatnya membuat para siswa berpindah-pindah tempat belajar mengajar.

Sswa kelas XI Jurusan Broadcasting SMK Prapanca 2 Surabaya, Shendy Hyuga Darmawan mengungkapkan bahwa dirinya sangat kecewa atas kehadiran Armuji yang hanya melihat kondisi sekolah dan tidak membukanya.

"Saya kecewa belum juga bisa masuk gedung sekolah. Karena saya dan teman-teman berharap Pak Armuji bisa membantu kami masuk ke gedung sekolah lagi," ungkapnya

Diberitakan sebelumnya, saat ini roses belajar mengajar SMK Prapanca 2 Surabaya terpaksa harus mengungsi ke Gedung Kampus Stikosa-AWS, Surabaya.

Perpindahan ini dampak sengketa penguasaan gedung sekolah antara Yayasan Wartawan Jawa Timur (YPW-JT) dengan Soewandi selaku mantan Kepala SMK Prapanca 2.

Siswa SMK Prapanca 2 pun melakukan pembelajaran menggunakan lima ruang kuliah mahasiswa yang ada di lantai satu Stikosa AWS. Mirisnya, dampak dari konflik ini membuat siswa harus berbagi ruang dalam satu kelas sehingga suara masing-masing terdengar mengganggu.

Kasus ini pertama kali mencuat saat proses pergantian kepala sekolah dari tangan Soewandhi kepada Gugus Legowo. Pergantian ini dilakukan yayasan karena Soewandii yang memasuki masa pensiun

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.