Minggu, 01 Feb 2026 19:17 WIB

Pemprov Jatim Optimis Kabupaten Kotanya Bakal Raih Penghargaan APE

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Feb 2020 17:18 WIB

Surabaya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mengaku optimis jika pada 2020 ini seluruh kabupaten/kota bakal meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Saat ini, masih ada 12 daerah yang belum mendapat penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen, dan peran para pimpinan kementrian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melelui Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim yang baru, Dr Andriyanto SH MKes menuturkan, sebenarnya suatu daerah bisa meraih penghargaan APE atau tidak tergantung daerah masing-masing. Sebab yang bekerja keras adalah kabupaten/kota masing-masing. Pemprov Jatim hanya menyediakan fasilitator, mendorong, memfasilitasi dan memberikan konsultasi.

“Saat ini masih ada 12 daerah yang belum mendapat penghargaan APE. Makanya kami pada 2020 ini memberikan pendampingan khusus kepada 12 daerah tersebut. Kami ingin semua kabupaten/kota tersebut meraih penghargaan,” ujar Andriyanto, ditemui usai membuka cara Pertemuan Persiapan Evaluasi Pebangunan Responsif Gender Kabupaten/Kota se-Jawa Timur Tahun 2020, di Hotel Harris Surabaya, Senin (24/2).

Ke-12 daerah yang belum mendapat APE yakni; Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Kediri, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember, Kota Madiun dan Kota Malang.

Sedangkan daerah yang mendapat APE kategori Pratama yaitu; Pacitan,Banyuwangi, Nganjuk, Magetan, Tuban, Lamongan, Sumenep dan Kota Blitar. Untuk kategori Madya; Ponorogo, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaetn Probolinggo, Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, Kota Kediri, Kota Probolinggo dan Kota Batu.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Sementara untuk kategori Utama adalah Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Jombang, Ngawi, Gresik, Kota Pasuruan dan Kota Surabaya. Untuk Kota Surabaya sebelumnya masuk kategori Mentor namun turun ke kategori Utama.

Menurut Andriyanto, gagalnya ke-12 daerah untuk meraih penghargaan APE dikarenakan saat penilaian tidak memenuhi passing grade. Beberapa kelemahannya seperti kurangnya komitmen peraturan yang telah dibuat tentang gender, kelembagaan yang tidak bekerja, atau tidak responsifnya perangkat terhadap permasalahan gender.

“Saat tim penilai dari pemerintah pusat turun, pasti akan dilihat syarat-syaratnya. Apakah sudah memenuhi atau belum. Contohnya saat dilihat SK-nya, SK itu baru atau sudah lama. Pasti akan terlihat. Sekarang tim penilai lebih independen, tidak bisa titip-titipan,” ungkapnya.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Andriyanto mengatakan, potret kesetaraan gender pada saat ini belum terwujud dan belum optimal dalam implemntasinya. Hal ini terlihat masih ada perbedaan, tahun 2018 capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk laki-laki 77,4 dan perempuan 67,86.

Kesenjangan IPM perempuan dan laki-laki ini kemudian dihitung sebagai indeks kesenjangan gender yang biasa disebut Indexs Pembangunan Gender (IPG) Jatim yang pada 2018 masih mencapai 90.77 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa masih ada kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam akses pembangunan.

“Demikian juga Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Jatim yang saat masih mencapai 69,37 persen, indikator IDG menunjukkan bahwa masih belum semua perempuan mendapat kesempatan dalam politik, dalam pengambilan keputusan di pemerintahan/swasta dan akses/kesempatan dalam pembangunan ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Selain pembangunan baru, pemkot juga melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat serta tenaga satuan tugas (Satgas).