Kamis, 04 Jun 2026 13:17 WIB

Gubernur Khofifah Ultah, Polisi Kena Getah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 22 Mei 2021 14:42 WIB
Suasana ulang tahun Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi. Foto: screenshot video
Suasana ulang tahun Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi. Foto: screenshot video

Surabaya (selalu.id) - Nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak terus menjadi sorotan masyarakat melalui media sosial. Hal ini dampak dari digelarnya acara ulang tahun Khofifah dan Emil di Gedung Negara Grahadi pada Rabu (19/5/2021) malam. Keduanya dianggap tidak berempati kepada masyarakat yang terkena imbas dari aturan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Tidak hanya cemoohan, celotehan warganet menjurus kepada hujatan-hujatan kasar yang menganggap pimpinan Jawa Timur tersebut seakan tidak peduli dengan penderitaan warganya akibat pandemi Covid-19.

Video pesta ulang tahun atau syukuran di Gedung Negara Grahadi yang menampilkan kerumunan tersebut terus dibagikan di berbagai grup - grup media sosial (Facebook) berbagai kota di Jawa Timur. Komentar yang muncul pun beragam dengan nafas yang seirama yakni hujatan.

Dalam hal ini, Gubernur Khofifah dianggap sebagai pemimpin yang tidak memikirkan nasib warganya dengan digelarnya pesta ulang tahun di gedung milik negara tersebut. Sementara warga harus menghadapi berbagai aturan protokol kesehatan Covid-19 , seperti pelarangan mudik, aturan jam buka untuk tempat usaha, aturan kerumunan dan masih banyak lagi.

Polisi Kena Getah

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Beberapa postingan juga menyandingkan acara pesta ulang tahun Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dengan pembubaran acara wisuda yang terjadi di Mojokerto oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu. Postingan yang diunggah di medsos suara Surabaya dan diteruskan di grup Facebook Jaringan Informasi Tuban mempertontonkan dua suasana yang berbeda. Acara ulang tahun di Grahadi mempertontonkan kemeriahan dengan kerumunan orang tanpa aturan jaga jarak. Sedangkan pembubaran memperlihatkan suasana miris, terlihat petugas kepolisian menghentikan acara yang sedang berlangsung dan membubarkan peserta wisuda. Hal ini memicu polemik di masyarakat yang menganggap bahawa polisi hanya berani membubarkan kegiatan-kegiatan masyarakat meskipun penting dan tutup mata dengan kegiatan pejabat meskipun hanya sebatas pesta ulang tahun. Aparat penegak hukum dalam hal ini polisi dianggap hanya tajam kebawah dan tumpul ke atas.

Melihat dari komentar-komentar postingan ulang tahun Gubernur dan Wakil, sepertinya masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada dua pimpinan Provinsi Jatim tersebut. Mereka menyoroti dua hal, pertama digelarnya acara ulang tahun dengan menghadirkan musisi ibukota ditengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan warga memutar otak untuk mengais rezeki dan kedua lokasi acara ulang tahun yang diselenggarakan di gedung milik negara dengan kerumunan orang tanpa jarak. Hal ini menjadi preseden buruk bagi dia pimpinan yang telah dipilih langsung oleh warga Jawa Timur pada perhelatan Pilgub Jatim 2018 lalu.

Ulang tahun Gubernur Khofifah yang ke-56 jatuh pada hari Rabu (19/5/2021), terpaut sehari dengan ulang tahun Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak yang ke-37. Perayaan di Gedung Negara Grahadi tampak meriah dengan dihadiri beberapa kolega dan pejabat dan menampilkan musisi Katon Bagaskara. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.