Kamis, 04 Jun 2026 10:17 WIB

Pemkot Surabaya Sediakan Ribuan Seragam Gratis untuk Warga Miskin, Dispendik: Jangan Tarik Biaya!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jul 2023 13:16 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memastikan bahwa menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri Surabaya tidak memerlukan biaya, alis gratis. Namun, seragam sekolah masih menjadi tanggungnya personal masing-masing murid.

Untuk itu, di tahun ajaran baru 2023, Pemkot Surabaya pun memberikan keringanan tambahan berupa seragam sekolah gratis dengan total sebanyak 11.000 ribu untuk Keluarga Miskin (Gamis).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf menyampaikan seragam sekolah gratis untuk Gamis disediakan sebanyak 4000 ribu untukSiswa SD/MI. Sedangkan, untuk SMP/MTS sebanyak 7000 ribu.

"Sudah diproses gratis untuk Gamis, pengadaan segaram ini dibeli dari UMKM, jadi jangan tarik biaya," kata Yusuf, Jumat (28/7/2023).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Terkait sejumlah daerah banyak menarik biaya untuk seragam, Yusuf mengingatkan kembali untuk sekolah-sekolah di Surabaya agar tidak menarik biaya seragam terhadap murid berkategori gamis. Terutama untuk sekolah negeri, agar segala pembiayaan harus dilakukan dengan hitungan yang seksama agar tidak memberatkan siswa.

"Pasti dievaluasi, apalagi yang sekolah negeri. Kita cek tahapan-tahapannya. Saat ini para Kepala Sekolah sudah saya ingatkan terus jangan saling memberatkan. Buat sekolah menyenangkan, buat sekolah nyaman untuk guru, siswa dan orangtua," katanya. 

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Yusuf pun menekankan bahwa pendidikan di Surabaya adalah mengedepankan psikologis anak, yakni rasa nyaman dan senang saat bersekolah. Oleh karenanya, anak-anak tidak boleh terbebani dengan pengeluaran biaya yang memberatkan keadaan ekonomi keluarganya.

"Jangan membuat keperluan seragam jadi membebani nanti psikologis anaknya bisa terpengaruh. Yang paling penting adalah pembelajarannya, kita fokus gimana anak dari TK ke SD transisinya bisa menyenangkan dan baik," ungkapnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.