Selasa, 21 Jul 2026 06:18 WIB

Pemkot Surabaya Sediakan Ribuan Seragam Gratis untuk Warga Miskin, Dispendik: Jangan Tarik Biaya!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jul 2023 13:16 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memastikan bahwa menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri Surabaya tidak memerlukan biaya, alis gratis. Namun, seragam sekolah masih menjadi tanggungnya personal masing-masing murid.

Untuk itu, di tahun ajaran baru 2023, Pemkot Surabaya pun memberikan keringanan tambahan berupa seragam sekolah gratis dengan total sebanyak 11.000 ribu untuk Keluarga Miskin (Gamis).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf menyampaikan seragam sekolah gratis untuk Gamis disediakan sebanyak 4000 ribu untukSiswa SD/MI. Sedangkan, untuk SMP/MTS sebanyak 7000 ribu.

"Sudah diproses gratis untuk Gamis, pengadaan segaram ini dibeli dari UMKM, jadi jangan tarik biaya," kata Yusuf, Jumat (28/7/2023).

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Terkait sejumlah daerah banyak menarik biaya untuk seragam, Yusuf mengingatkan kembali untuk sekolah-sekolah di Surabaya agar tidak menarik biaya seragam terhadap murid berkategori gamis. Terutama untuk sekolah negeri, agar segala pembiayaan harus dilakukan dengan hitungan yang seksama agar tidak memberatkan siswa.

"Pasti dievaluasi, apalagi yang sekolah negeri. Kita cek tahapan-tahapannya. Saat ini para Kepala Sekolah sudah saya ingatkan terus jangan saling memberatkan. Buat sekolah menyenangkan, buat sekolah nyaman untuk guru, siswa dan orangtua," katanya. 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Yusuf pun menekankan bahwa pendidikan di Surabaya adalah mengedepankan psikologis anak, yakni rasa nyaman dan senang saat bersekolah. Oleh karenanya, anak-anak tidak boleh terbebani dengan pengeluaran biaya yang memberatkan keadaan ekonomi keluarganya.

"Jangan membuat keperluan seragam jadi membebani nanti psikologis anaknya bisa terpengaruh. Yang paling penting adalah pembelajarannya, kita fokus gimana anak dari TK ke SD transisinya bisa menyenangkan dan baik," ungkapnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.