Selasa, 20 Okt 2026 08:23 WIB

Pemkot Surabaya Sediakan Ribuan Seragam Gratis untuk Warga Miskin, Dispendik: Jangan Tarik Biaya!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jul 2023 13:16 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memastikan bahwa menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri Surabaya tidak memerlukan biaya, alis gratis. Namun, seragam sekolah masih menjadi tanggungnya personal masing-masing murid.

Untuk itu, di tahun ajaran baru 2023, Pemkot Surabaya pun memberikan keringanan tambahan berupa seragam sekolah gratis dengan total sebanyak 11.000 ribu untuk Keluarga Miskin (Gamis).

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf menyampaikan seragam sekolah gratis untuk Gamis disediakan sebanyak 4000 ribu untukSiswa SD/MI. Sedangkan, untuk SMP/MTS sebanyak 7000 ribu.

"Sudah diproses gratis untuk Gamis, pengadaan segaram ini dibeli dari UMKM, jadi jangan tarik biaya," kata Yusuf, Jumat (28/7/2023).

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Terkait sejumlah daerah banyak menarik biaya untuk seragam, Yusuf mengingatkan kembali untuk sekolah-sekolah di Surabaya agar tidak menarik biaya seragam terhadap murid berkategori gamis. Terutama untuk sekolah negeri, agar segala pembiayaan harus dilakukan dengan hitungan yang seksama agar tidak memberatkan siswa.

"Pasti dievaluasi, apalagi yang sekolah negeri. Kita cek tahapan-tahapannya. Saat ini para Kepala Sekolah sudah saya ingatkan terus jangan saling memberatkan. Buat sekolah menyenangkan, buat sekolah nyaman untuk guru, siswa dan orangtua," katanya. 

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Yusuf pun menekankan bahwa pendidikan di Surabaya adalah mengedepankan psikologis anak, yakni rasa nyaman dan senang saat bersekolah. Oleh karenanya, anak-anak tidak boleh terbebani dengan pengeluaran biaya yang memberatkan keadaan ekonomi keluarganya.

"Jangan membuat keperluan seragam jadi membebani nanti psikologis anaknya bisa terpengaruh. Yang paling penting adalah pembelajarannya, kita fokus gimana anak dari TK ke SD transisinya bisa menyenangkan dan baik," ungkapnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.