Selasa, 03 Feb 2026 19:43 WIB

SMP di Surabaya Hanya Dapat Satu Murid, Koordinator Kepala Sekolah Swasta Desak Audiensi Wali Kota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Jul 2023 15:21 WIB
SMP Tenggilis Jaya hanya terisi 1 murid
SMP Tenggilis Jaya hanya terisi 1 murid

selalu.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya meminta kepada calon siswa baru yang belum mendapatkan pagu di sekolah negeri untuk langsung mendaftar ke sekolah swasta.

"Ini kan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah selesai. Kami imbau orang tua kalau anaknya belum dapat sekolah jangan menunggu. Langsung ke (sekolah) swasta," kata Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruf, kepada selalu.id, Selasa (18/7/2023).

Hal ini juga agar terjadi pemerataan peserta didik baru baik di sekolah negeri maupun swasta, agar kejadian seperti di salah satu sekolah swasta yakni SMP Tenggilis Jaya yang hanya mendapatkan satu murid baru.

Sebelumnya, sekolah tersebut mempunyai dua murid, namun salah satu mengundurkan diri tepat di hari kedua MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) hari ini, Selasa (18/7/2023). Dan juga pada hari ini satu murid lainnya yang terisa harus izin karena sakit. Sehingga MPLS hari kedua kelas 7 tidak ada kegiatan atau kosong.

Yusuf menengaskan pihaknya sudah menyampaikan bahwa pagu Sekolah PPDB atau jumlah maksimum siswa yang diterima sudah sesuai standar yang tentukan.

"Maksimal 11 rombel SD, SMP. Yang SD per rombel (rombongan belajar) 28. Sedangkan SMP 32 rombel," jelasnya.

Sementara Koordinator Musyrawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengatakan Dispendik harus melakukan evaluasi terkait PPBD 2023 sekaligus meminta Wali Kota untuk memperlakukan pemerataan sekolah negeri dan swasta.

"Kami nunggu komitmen Wali Kota kalau PPDB negeri ditutup ya jangan ada lagi pendaftaran lewat jalur yang diluar ketentuan. Sepertu jalur khusus titipan itu kan ndak ada di ketentuan. Ini ndak bisa lama-lama harus segera audiensi paling tidak satu minggu atau setelah MPLS selesai kita masih liat evaluasi 1-2 hari kedepan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.