Rabu, 04 Feb 2026 20:24 WIB

ITS Kembali Luncurkan Prodi Baru: Rekayasa Kecerdasan Artifisial dan Rekayasa Perangkat Lunak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Jul 2023 13:32 WIB
Kepala departemen informatika ITS
Kepala departemen informatika ITS

selalu.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuka dua program studi (prodi) baru, yakni Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Keduanya adalah pengembangan dari Prodi S1 Teknik Informatika yang dinaungi Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC).

Kepala Departemen Teknik Informatika ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom menjelaskan, RKA dirancang untuk mempelajari teknik-teknik pengembangan sistem cara pemikiran, pembelajaran, dan adaptasi manusia berfokus pada prinsip Artificial Intelligence (AI). Sedangkan RPL dirancang untuk mempelajari pengembangan perangkat lunak seperti desain, pengujian, manajemen proyek, pemeliharaan, serta lingkungan pengembangan perangkat lunak terkini yaitu DevOps Development. "Lulusan prodi ini akan memiliki kompetensi dalam merancang, menganalisis, mengimplementasikan, dan menguji sistem AI yang efektif dan efisien," terangnya (5/7/2023).

Baca Juga: Libatkan LKPP dan ITS, Surabaya Konsolidasikan Pengadaan Semen untuk Proyek 2026

Latar belakang berdirinya Prodi RKA dan RPL selaras dengan Association for Computing Machinery (ACM). Berkembangnya AI merupakan momentum yang tepat untuk mengembangkan program studi yang lebih spesifik. Maka, RKA dan RPL hadir melengkapi perkembangan disiplin ilmu komputer, dijelaskan oleh Sekretaris Departemen Teknik Informatika Ary Mazharuddin Shiddiqi SKom MComp Sc PhD.

Baca Juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian

Dirancang mengikuti kebutuhan pasar di masa mendatang, kedua prodi ini menawarkan prospek pekerjaan yang cerah bagi lulusannya berbekal kualitas SDM yang bertalenta secara spesifik. “Meskipun pekerjaan di masa depan diefisiensikan oleh AI, tak menutup kemungkinan juga membuka lapangan pekerjaan baru,” terang Ary.

Pendaftaran kedua prodi baru ini resmi dibuka mulai 3 - 9 Juli 2023 melalui jalur Seleksi Mandiri gelombang II dengan kuota sebanyak 40 kursi untuk masing-masing prodi. Skema biayanya dibagi menjadi tiga kategori yakni Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP), Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), dan Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA). Biaya SPP berkisar antara Rp 7,5 hingga Rp 12 juta per semester. Biaya SPI senilai Rp 25 juta dibayarkan di tahun pertama kuliah. Terakhir, SPA senilai Rp 5 juta per semester dibayarkan hingga semester 6.

Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto

Meski prodi baru, fasilitas, sarana, dan prasarana yang dapat dimanfaatkan sama dengan prodi lain di Departemen Teknik Informatika. Ary berharap prodi baru ini tepat dan relevan dengan tuntutan industri masa depan. Dengan dosen yang kompeten di bidangnya, fakultas berpengalaman, dan fasilitas modern diharapkan dapat melahirkan inovator-inovator di bidang teknologi. Ini sekaligus bagian dari tujuan ITS yang dicanangkan sebagai perguruan tinggi internasional yang menjadi rujukan dalam pengembangan inovasi. (MG1/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan program hibah yang menjadi perkara.

Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil koordinasi solid.