Kamis, 04 Jun 2026 08:32 WIB

Ini Panduan Memilih Hewan Kurban, Bocoran dari Pakar UNAIR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 24 Jun 2023 20:47 WIB
Ilustrasi foto hewan kurban
Ilustrasi foto hewan kurban

Selalu.id - Momen Idul Adha menjadi ladang pahala bagi umat muslim melalui kegiatan berkurban. Hewan yang hendak dijadikan kurban sudah tentu harus memenuhi standar kelayakan. Untuk itu, ada beberapa panduan yang dapat Kawan Selalu jadikan referensi dalam memilih hewan kurban yang baik. Berikut uraiannya.

Pertama, hewan kurban harus sehat dan tidak ada cacat fisik. Ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Hidanah MS Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR. “Kukunya sebaiknya utuh. Hewan yang cacat bisa dilihat dari gerakan saat berjalan. Tidak boleh pincang dan harus benar-benar sehat," ungkapnya. Menurutnya, hewan yang tidak nafsu makan dan tampak malas saat bergerak adalah ciri hewan tidak sehat.

Baca Juga: Idul Adha di Surabaya, DKPP Temukan Kasus Cacing Pita di Puluhan Lokasi Kurban

Kedua, pastikan hewan kurban tidak buta, tidak kurus, berjenis kelamin jantan, dan kotorannya tidak lembek. “Pastikan dia jantan dan tidak dikebiri. Kalau sehat bisa dilihat dari kotoran yang teksturnya padat. Selain itu, nafsu makan baik, gerakan lincah, dan bulu bersih," terang Prof. Hidanah.

Ketiga, pastikan bahwa hewan sudah cukup umur. Umur yang pas bagi kambing adalah diatas satu tahun, sedangkan sapi diatas dua tahun. Umur hewan kurban dapat dilihat dari struktur gigi.

“Jika sudah ada pergantian sepasang gigi tetap baik pada kambing atau sapi, ini menandakan mereka sudah cukup umur. Perbedaan gigi bisa dilihat dari bentuknya. Gigi yang sudah berganti biasanya ukurannya akan lebih besar dibanding sebelumnya," jelasnya.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Sebar 209 Hewan Kurban untuk Warga Ring 1 Pelabuhan

Selain itu, adanya cacat pada telinga masih bisa ditoleransi selagi tidak parah. Cacat yang dimaksud berupa lubang (biasanya pada sapi) oleh sebab dipasangi anting sebagai identitas. “Sapi yang sudah vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) juga bisa dilihat dari penanda di telinga. Telinganya memang dilubangi. Jadi itu tidak dikategorikan sebagai cacat," tambahnya.

Waspadai LSD
Selain PMK, penyakit lain yang biasanya turut diidap hewan kurban adalah Lumpy Skin Disease (LSD). Virus ini menimbulkan benjolan-benjolan kecil pada kulit, tetapi hanya bisa ditularkan sesama hewan.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Bagikan Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Sidoarjo

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Fatwa MUI No. 34 Tahun 2023 menjelaskan bahwa hewan yang terjangkit LSD dengan gejala klinis berat tidak diperbolehkan menjadi hewan kurban.
Gejala ini ditandai dengan benjolan-benjolan yang komposisinya lebih dari 50 persen pada area tubuh. “Jika ada benjolan yang pecah dan menjadi koreng sebaiknya tidak digunakan sebagai hewan kurban," imbuh Prof. Hidanah.

Masyarakat perlu teliti saat membeli hewan kurban. Sebaiknya, hewan kurban dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Biasanya, ada dokter hewan dan tim dari dinas setempat akan memeriksa kesiapan hewan sebelum dijadikan kurban sampai proses penyembelihan selesai," pungkasnya. (MG1/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.