Rabu, 04 Feb 2026 14:15 WIB

Videotron Eri Cahyadi, Pengamat Politik: Relawan Keburu Takut ada Calon Kuat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jun 2023 11:28 WIB
Videotron #2024MELUCAKERI
Videotron #2024MELUCAKERI

Selalu.id - Pengamat Politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Moch Mubarok Muharam menyebut videotron #2024MeluCakEri yang muncul di beberapa jalan di Kota Surabaya memang berpesan untuk berkampanye.

Menurut Mubarok, videotron atau megatron itu semua orang berhak menyewa, tidak hanya berpesan politik saja maupun ekonomi. Namun, terpenting sifatnya tidak menghasut, memecah belah, kebohohongan, atau pesan negatif lainnya.

"Ketika Eri menggunakan itu wajar, semua ya berhak. Tetapi memang pesan itu keliatan bernada kampanye untuk Eri. semua pasti tau bahwa Eri itu akan maju, entah di Pilwali atau Pilgub sebagai Wakil Gubernur, pesan itu intinya kan," ungkap Mubarok, kepada Selalu.id, Senin (5/6/2023).

Apalagi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sendiri mengaku tidak tahu menahu soal siapa yang melakukan pemasangan Videotron yang memperkampanye dirinya. Mubarok menilai meski pun kemungkinan yang memasang adalah relawan. Artinya, relawan Eri Cahyadi tersebut mempunyai power budget yang kuat.

"Yaiya jelas, kan gak mungkin kalo menyewa Megatron itu, itu tidak punya biaya, itu jelas punya biaya. Apalagi nanti kita liat, itu sampai seberapa lama itu, biasanya itu satu bulannya itu Rp 30 Juta itu bayarnya, setau saya loh ya," jelasnya.

Diketahui, videotron berdurasi sekitar 10 detik itu dibagi menjadi dua background. Background pertama berwana merah dan putih, serta putih dan abu-abu.

Tampak videotron  Eri Cahyadi disertai ujaran 'Lanjutkan Surabaya Hebat' di sisi kirinya. Ditambah lagi tercantum dua hastag, diantaranya #2024MELUCAKERI dan #RELAWANERICAHYADI yang ditempatkan di bawah foto.

Menanggapi itu, Mubarok mengungkapkan dengan videotron kampanye itu menunjukkan Eri Cahyadi ingin menantang atau ingin mendahului untuk berkampanye.

"Artinya relawan Eri itukan kesusu (keburu-buru), terlalu cepat, wong dia end combined," jelasnya.

"Masih lebih berpotensi menang ya kan? Ini malah dan belum tahu siapa penantangnya kan? Belum ada penantangnya (Eri)," sambungnya.

Lebih lanjut Mubarok pun menjelaskan hal itu merupakan antisipasi Eri Cahyadi yang terlalu dini. Sebab, ia menilai ketakutan relawan ada calon yang kuat melawan Eri Cahyadi.

"Itu menunjukkan juga Eri, dia mengantisipasi terlalu dini, dia takut nanti ada calon yang kuat, sehingga dia harus jauh-jauh hari  dalam tanda kutip 'mengkampanyekan dirinya', relawannya lah katakanlah relawannya," tuturnya.

Ia menambahkan relawan yang memasang videotron tersebut tidak menutup kemungkinan mempunyai hubungan yang baik dengan Eri Cahyadi. Entah, mungkin ikatan pertemanan lama atau mendapatkan keuntungan dari Eri.

"Logikanya loh, tiba-tiba masang gambarnya gak tahulah siapa, contoh untuk saya kampanye kan kalo saya gak ada punya hubungan baik kan ndak mungkin," ucapnya.

"Ya, atau ikatan pertemanan yang lama, tapi kalau dikatakan ikatan lama, apakah gak berat menyewa itu, itu tuh mahal banget kan," pungkasnya. (Ade)

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenal lebih dekat pada dunia pendidikan tinggi.

Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Perubahan perda ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemanfaatan aset milik Pemkot Surabaya ke depan.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.