Sabtu, 26 Sep 2026 08:47 WIB

National Hospital Kembangkan Sel Anak Domba untuk Peremajaan Awet Muda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Mei 2023 14:45 WIB
Tim Representasi stem cell, Andi Solaeman
Tim Representasi stem cell, Andi Solaeman

Selalu.id - Seiring bertambahnya usia, pergantian sel tubuh pada manusia terus menurun. Menurut para dokter tenyata sel anak domba dapat mengembalikan peremajaan sel dan menyembuhkan penyakit.

National Hospital (NH) Surabaya bersama dengan seorang ahli terapi stem cell yakni dr Daniel, asal Singapura memaparkan teknologi pengambilan sel anak domba kepada tubuh manusia. Tim representasi stem cell Singapura untuk Indonesia, Andi Solaeman juga menjelaskan dengan menggunakan stem cell anak domba dapat mempercepat kesembuhan luka atau penyakit, meski telah berusia lanjut.

Baca Juga: Dulu Tandus dan Becek, Begini Wajah Lapangan Rangkah Surabaya Sekarang

“Setelah dewasa, kemampuan tubuh untuk meregenrasi sel itu akan turun signifikan. Umur 50, 60, 80, turun lagi. Jadi, kalau luka apa, lama sembuhnya,” kata Andi, kepada Selalu.id, Senin (29/5/2023).

Andi mejelaskan bahwa untuk mengembalikan peremajaan sel-sel tubuh bisa dengan menggunakan terapi stem cell. Namun, kata dia, pengambilan sel itu bukan mengambil dari bagian tubuh manusia, melainkan dari anak domba.

“Jadi terapi ini stem cell ditambahin. Sekali suntik, 200 juta sel yang disuntikkan. Supaya bisa peremajaan,” jelasnya.

Stem cell dengan anak domba, Andi meyakini cocok untuk manusia dan aman untuk digunakan, sebab ia menyebut bahwa anak domba lebih mudah dikontrol, bersih, dan tidak jorok.

“Di Jerman ada peternakan sendiri untuk menghasilkan itu. Sistem ini memang bukan medical treatment. Tapi, alternatif, yakni dengan dimasukkan lagi sel-sel baru, organ tubuh lama bisa diremajakan lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut dr Andi menjelaskan bahawa idealnya, manusia butuh melakukan peremajaan sel ketika sudah menginjak usia 50 tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan dilakukan pada anak-anak jika punya penyakit bawaan.

“Tegantung, untuk anak-anak masih kecil kalau mereka punya problem alergi, asma, itu bisa. Idealnya yang umum, usia 50 tahun. Di mana sel-sel udah turun rendah sekali. Kalau garansi (penyakit akan sembuh) gak bisa. Tapi, dengan logika bahwa organ tubuh diperbarui bisa hilang dengan sendirinya,” paparnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.