Senin, 03 Agu 2026 18:50 WIB

National Hospital Kembangkan Sel Anak Domba untuk Peremajaan Awet Muda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Mei 2023 14:45 WIB
Tim Representasi stem cell, Andi Solaeman
Tim Representasi stem cell, Andi Solaeman

Selalu.id - Seiring bertambahnya usia, pergantian sel tubuh pada manusia terus menurun. Menurut para dokter tenyata sel anak domba dapat mengembalikan peremajaan sel dan menyembuhkan penyakit.

National Hospital (NH) Surabaya bersama dengan seorang ahli terapi stem cell yakni dr Daniel, asal Singapura memaparkan teknologi pengambilan sel anak domba kepada tubuh manusia. Tim representasi stem cell Singapura untuk Indonesia, Andi Solaeman juga menjelaskan dengan menggunakan stem cell anak domba dapat mempercepat kesembuhan luka atau penyakit, meski telah berusia lanjut.

Baca Juga: Dulu Tandus dan Becek, Begini Wajah Lapangan Rangkah Surabaya Sekarang

“Setelah dewasa, kemampuan tubuh untuk meregenrasi sel itu akan turun signifikan. Umur 50, 60, 80, turun lagi. Jadi, kalau luka apa, lama sembuhnya,” kata Andi, kepada Selalu.id, Senin (29/5/2023).

Andi mejelaskan bahwa untuk mengembalikan peremajaan sel-sel tubuh bisa dengan menggunakan terapi stem cell. Namun, kata dia, pengambilan sel itu bukan mengambil dari bagian tubuh manusia, melainkan dari anak domba.

“Jadi terapi ini stem cell ditambahin. Sekali suntik, 200 juta sel yang disuntikkan. Supaya bisa peremajaan,” jelasnya.

Stem cell dengan anak domba, Andi meyakini cocok untuk manusia dan aman untuk digunakan, sebab ia menyebut bahwa anak domba lebih mudah dikontrol, bersih, dan tidak jorok.

“Di Jerman ada peternakan sendiri untuk menghasilkan itu. Sistem ini memang bukan medical treatment. Tapi, alternatif, yakni dengan dimasukkan lagi sel-sel baru, organ tubuh lama bisa diremajakan lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut dr Andi menjelaskan bahawa idealnya, manusia butuh melakukan peremajaan sel ketika sudah menginjak usia 50 tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan dilakukan pada anak-anak jika punya penyakit bawaan.

“Tegantung, untuk anak-anak masih kecil kalau mereka punya problem alergi, asma, itu bisa. Idealnya yang umum, usia 50 tahun. Di mana sel-sel udah turun rendah sekali. Kalau garansi (penyakit akan sembuh) gak bisa. Tapi, dengan logika bahwa organ tubuh diperbarui bisa hilang dengan sendirinya,” paparnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.