Sabtu, 03 Okt 2026 09:43 WIB

50 Persen Lansia Surabaya Belum Lakukan Perekaman KTP Elektronik, Ini Kendalanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Mei 2023 12:44 WIB
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya mencatat hingga saat ini perekaman KTP-Elektronik (KTP-El) sudah mencapai 98.7 persen. Sebagian warga masih ada yang belum melakukan.

"Jadi mereka masih menggunakan KTP lama, belum KTP-el. Maka keperluan integrasi data terkait pajak atau RS belum muncul," kata Kepala Disdukcapil Surabaya Agus Iman Sonhaji, Minggu (21/5/2023).

Baca Juga: Aturan dan Peringatan Keras Wali Kota Eri untuk Hiburan Malam di Surabaya 

Agus menjelaskan, warga Surabaya yang belum melakukan perekaman KTP-el didominasi oleh lansia (lanjut usia). Ia menyebut sebesar 50 persen kategori lansia yang belum KTP-E.

Disdukcapil Surabaya terus melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah warga.

"50 persen dari kategori lansia belum melakukan perekaman KTP-el, rata-rata dikarenakan sedang sakit,"ujarnya.

Baca Juga: Eri Cahyadi Minta Pejabat Pemkot Surabaya Tak Ragu Sikat Penjualan Miras Eceran

Pemkot Surabaya menjalankan amanah UU No. 24 Tahun 2013 (perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006) tentang Administrasi Kependudukan, bahwa sebetulnya single identity number adalah lewat NIK (nomor induk kependudukan), seluruh urusan terkait dengan penduduk.

"Seperti paspor dan NPWP itu dikoneksikan dengan NIK. Karenanya, seluruh program pemkot yang menyasar penduduk dikaitkan NIK, yakni untuk pengentasan kemiskinan, beasiswa, hingga BPJS, hampir semua dasarnya adalah NIK," ungkapnya.

Baca Juga: ASN Mulai Bertugas di Balai RW, Pemkot Surabaya Perkuat Sosialisasi

Dengan demikian, Pemkot Surabaya bisa mengetahui cakupan intervensi yang diberikan berdasarkan NIK. Sebab, berbagai program dan kebijakan pemkot berdasarkan database (basis data) kependudukan warga Kota Pahlawan.

"Jadi Bapak Walikota (Eri Cahyadi) akan mengetahui di daerah tersebut sudah berapa persen cakupannya karena perekaman KTP-el sangat vital. Jadi dasar program pemkot berasal dari data kependudukan. Apalagi Pak Walikota sering menyampaikan agar masyarakat mengupdate data kependudukan, agar intervensi pemkot bisa tepat sasaran," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Pesan Fraksi PKB hingga Regenerasi Keroncong

Kelima berita yang banyak di klik oleh pembaca sangat beragam.

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 3.394 Burung di Sidoarjo, Dua WNA Vietnam Diamankan

Selain mengamankan satwa, petugas menyita barang bukti berupa 50 boks kayu dan 10 boks besi pengiriman..

Pengedar Sabu Dupak Timur Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Identitasnya

Dari tangan tersangka, tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan sebanyak 17 poket sabu siap edar dengan berat total mencapai 1,419 gram.

Rocky Gerung Dilantik jadi Anggota Wantimpres, Begini Gayanya

Total ada 26 tokoh dan pejabat yang ditunjuk sebagai Wantimpres berdasarkan Keppres. Pratikno sebagai ketua, sementara wakilnya yakni Hatta Rajasa.

Vikram Sinha Kembali Pimpin Indosat, Fokus Perluas Ekosistem AI North Star

Selain mengukuhkan posisi CEO, RUPSLB tersebut juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.

Kabar Baik! Tarif Pedagang CFD di Sidoarjo Bakal Murah Banget, Segini Rinciannya

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pungutan yang diberlakukan tidak boleh menjadi beban tambahan bagi pedagang yang menggantungkan penghasilan dari CFD.