Minggu, 19 Jul 2026 21:18 WIB

Viral Video Penangkapan Begal Cantik Asal Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Sep 2020 19:26 WIB
Tersangka saat ditahan di Mapolrestabes Surabaya
Tersangka saat ditahan di Mapolrestabes Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Gadis 19 tahun di Surabaya menjadi viral di media sosial (medsos) setelah dijebloskan tahanan Polsek Lakarsantri lantaran terlibat komplotan begal. Gadis berparas ayu tersebut menjadi anggota kelompok begal.

Diketahui gadis cantik itu berinisial LC, warga Wonokusumo, Surabaya. Saat ini dia sudah dititipkan ke sel tahanan khusus perempuan di Polrestabes Surabaya.

Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

"Benar, yang bersangkutan merupakan komplotan dari pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal. Saat ini ditahan di Polrestabes, dititipkan di sana, karena tahanan untuk perempuan di sana," jelas Kapolsek Lakarsantri, AKP Hendrik K Wardhana, Senin (7/9/2020).

Hendrik menambahkan, kasus yang melibatkan gadis itu hingga saat ini masih didalami dan dikembangkan. Karena dua orang pria dalam komplotan begal tersebut masih belum tertangkap alias buron.

"Iya masih dikembangkan. Mudah-mudahan segera ada petunjuk dan pelaku dapat kita amankan. Sementara itu dulu ya," tandasnya.

Gadis komplotan begal tersebut viral setelah videonya diunggah salah satu akun bernama Anggra Jangfoloy lima hari lalu. Setelah memposting di berandanya, video itu pun ramai dibagikan ke beberapa grup Facebook.

Dalam video yang diunggah Anggra terlihat beberapa orang menggerebek LC di tempat kosnya. Deby selaku korban dan beberapa temannya membawa LC ke Polsek Lakarsantri. Hingga Senin (7/9/2020) sore, postingan itu disukai 274 orang, 65 komentar dan 462 dibagikan.

Dalam video itu juga terdengar percakapan para perempuan bertanya sambil memarah-marahi kepada LC. Juga terdengar bahwa korban adalah teman akrab LC. LC pun mengaku perbuatannya karena disuruh dua cowok, yang salah satunya diakui sebagai pacarnya.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Anggra menceritakan kejadian yang menimpa adiknya itu terjadi pada 2 September 2020 lalu. Awalnya, LC sedang berada di rumah kos korban. Dengan alasan kehabisan uang, LC lantas meminta korban mengantarnya ke tempat kakaknya untuk meminta uang.

"Iya itu (LC) teman adik saya sendiri, main ke kosnya sekitar agak maleman itu. Katanya diajak LC ke rumah kakaknya. Katanya sih ambil uang, yaudah adik saya ikut aja," tutur Anggra.

Saat mengantar LC, adik kandung Anggra membawa motornya. Karena LC temannya sendiri, korban tidak curiga. Namun sampainya di kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), korban diajak berputar-putar oleh LC hingga ke tempat gelap.

"Di puterin itu di daerah Jalan Mayjen Yono Suwoyo. Adik saya terus disuruh untuk mengeluarkan HP-nya dengan alasan melihat Google Maps. Setelah agak lama, kata adik saya di belakang ada yang ngikutin. Karena sudah ketakutan, adik saya menyuruh agak kenceng sedikit, tapi dianya malah pelan-pelan," tambah Anggra.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Akhirnya adik saya meminta berhenti untuk ganti posisi nyetir. Kemudian didekati oleh dua orang laki-laki dengan mengendarai sepeda Supra X. Terus ngeluarin pisau ditodongkan dan membentak adik saya untuk memberikan HP-nya," terang Anggra.

Korban pun ketakutan, sementara LC tampak tenang. Dari situlah korban mulai curiga. Beruntung saat peristiwa itu terjadi ada mobil yang melintas. Para pelaku lantas melarikan diri.

"Alhamdulillah HP adik saya nggak jadi dirampas. Setelah itu adik saya balik lagi ke kosnya sama dia. Kemudian saya samperin, saya tanyain, ternyata dia ngaku jika dua laki-laki yang mencoba begal itu temannya. Ya langsung saya bawa ke kantor polisi, saya laporin," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.