Sabtu, 27 Jun 2026 09:08 WIB

Terjadi Lagi, Kenalan di Medsos Siswi SMPN Surabaya Barat Diperkosa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Mei 2023 09:56 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan
Ilustrasi korban pemerkosaan

Selalu.id - Terjadi lagi kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP di Surabaya oleh pemuda yang baru perkenalan di media sosial.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Surabaya Imam Syafi'i mengatakan kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP ini masih hangat diperbincangkan yang sebelumnya kasus menimpa Dewi (nama samaran) dicekoki miras hingga hamil 5 bulan.

Kini, kasus sama menimpa Melati (nama samaran) berusia 13 tahun duduk di bangku kelas 1 SMPN di Surabaya Barat. Saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polda Jatim.

"Saya tadi kontak Polda Jatim, pelakunya belum tertangkap dan sedang disanggong (dalam kejaran, red). Mudah-mudahan segera tertangkap,"kata Imam, Rabu (3/5/2023).

Imam berharap polisi berusaha meringkus pelaku yang memerkosa siswi di bawah umur tersebut.

"Jika tertangkap, pelaku harus dijerat dengan pasal-pasal dengan ancaman hukuman paling berat," tegas Imam, anggota komisi A DPRD Surabaya.

Imam mengaku sebelumnya sudah bertemu dengan Melati dan kedua orang tuanya. Ia menceritakan bahwa pelaku berjumlah satu orang yang awalnya berkenalan dari Instagram.

"Pelaku satu orang, kenal dari Instagram, lalu di DM minta nomor WA akhirnya dikasih. Sejak itu mereka sering chatting sebagai teman," ujarnya.

Peristiwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat, kemarin. Lalu, Sabtu korban melaporkan ke Polda Jatim. Dalam keterangan korban, usai diperkosa dirinya di buang di pinggir jalan kawasan Margomulyo.

"Diturunkan (di Margomulyo) jam 20.00 WIB, pelaku juga merampas uang Rp 100 ribu milik korban. Ada orang di dekat situ pinjam telepon untuk telepon keluarganya dan bapaknya menjemput ke lokasi," tuturnya.

Sementara ini, Imam menyampaikan kasus ini sudah didengar oleh Pemkot Surabaya dengan koordinasi dengan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jatim.

"Kepala DP3A atas perintah Pak Wali sudah datang ke rumahnya dan koordinasi dengan PPA Polda Jatim. Korban Sudah hari Sabtu itu di RS Bhayangkara karena lapornya di Polda Jatim," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Surabaya, Ida Widayati pihaknya masih menunggu data lengkap dari Polda Jatim atas kasus yang menimpa Siswi SMPN Surabaya Barat itu, sehingga nantinya Pemkot akan bergerak langsung melakukan pendampingan terhadap korban.

"Besok kami baru dapat dari Polda Jatim
Setelah itu kami pendampingan dan intervensi yg lain," kata Ida, saat dikonfirmasi kepada awak media. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

Dari belasan demonstran, empat telah teridentifikasi, dua di antaranya merupakan mahasiswa. Sedangkan dua lainnya adalah pekerja informal. 

Belasan Demonstran yang Diamankan saat Ricuh di Grahadi Surabaya Diperiksa, Ini Tampangnya

Selain mengamankan belasan demonstran tersebut, polisi juga menyita satu sepeda motor yang menggunakan knalpot brong untuk provokasi.

Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 

Lebayan Yatim dietgaskan Kemenag Jatim, jadi momen untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Penampakan Terkini Pagar Grahadi Surabaya yang Dirusak Pendomo saat Ricuh

Pantauan selalu.id, pagar besi yang sebelumnya dipasang sebagai bagian dari proyek renovasi itu bahkan hampir seluruhnya terlepas.

Tingkatkan Layanan di Kalteng, TPK Bagendang Perkuat Operasional dan Budaya K3

"Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat, jadi kunci agar layanan berkualitas," ujar Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar.

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Gelar Upacara Pemuliaan Nilai Luhur Tribrata

“Melalui upacara ini kami ingin meneguhkan kembali komitmen seluruh personel untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kombes Abast.