• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 20 Apr 2024 10:47 WIB

Eri Cahyadi-Armuji resmi daftar ke KPU Surabaya

Proses pendaftaran pasangan Eri Cahyadi-Armuji

Proses pendaftaran pasangan Eri Cahyadi-Armuji

Surabaya (selalu.id) - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya (Cawali-Cawawali) dari PDI Perjuangan Eri Cahyadi-Armuji resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga: PDIP Surabaya Bakal Jaring Kandidat Pilwali, Eri-Armuji Jadi Prioritas

Pasangan Eri-Armuji tiba di Kantor KPU di Jalan Adityawarman Surabaya sekitar pukul 14.15 WIB setelah jalan kaki dari kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Setail Surabaya.

Keduanya dikawal ratusan kader, relawan dan simpatisan berseragam merah, termasuk pimpinan-pimpinan partai dari berbagai tingkatan, mulai tingkat provinsi sampai RW.

Di barisan depan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Wisnu Sakti Buana menunggang boneka banteng yang dibuat dari gabus, kemudian Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono, serta Eri Cahyadi dan Armuji yang sama-sama berpakain putih.

Ada juga simpatisan yang berpakaian karakter tokoh film 'super hero' Spiderman, Kapten Amerika dan lainnya, termasuk penampilan kesenian tradisional, seperti reog dan banjari.

Beberapa ibu-ibu berbaju rumbai-rumbai juga tampak semangat berjoget sembari mengangkat gambar Eri-Armuji.

Di halaman Kantor KPU Surabaya rombongan disambut penampilan grup musik 'pengamen jalanan' dan menyanyikan lagu-lagu populer yang liriknya diubah nyanyian dukungan Eri-Armuji.

Sementara itu, sebelum memasuki tenda pendaftaran, pasangan Eri-Armuji dan pengantar harus mengikuti prosedur protokol kesehatan, terutama cuci tangan menggunakan sabun.

Pasangan Eri-Armuji didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono dan Sekrataris DPC PDI Perjuangan Baktiono diterima seluruh komisioner dan menyerahkan berkas pendaftaran.

Selain pimpinan PDI Perjuangan, turut mengawal proses pendaftaran sejumlah pimpinan partai politik koalisi, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beserta partai politik nonparlemen.

Editor : Redaksi