Kamis, 23 Jul 2026 02:24 WIB

Banjir Parah Mayjen Sungkono, Wali Kota Eri Minta Maaf

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Apr 2023 22:28 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

Selalu.id - Banjir parah yang melanda kawasan Mayjen Sungkono merupakan dampak dari curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul sungai, Jumat (28/4/2023).

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Surabaya Lilik Arijanto pun mengatakan bahwa tanggul sungai yang jebol menyebabkan ekskalasi dampak destruktif yang tidak bisa dihindari.

"Tanggul sungai jebol sehingga arah utara kita tutup dulu sementara, kita buang ke selatan. Makanya air agak ngantre di jalan," jelas Lilik.

Terkait hal itu, Wali Kota Eri Cahyadi pun meminta maaf. Ia pun mengatakan bahwa pihaknya harus mengambil keputusan dengan cepat di antara opsi-opsi yang tidak mudah.

Pertama, terjangan air dari tanggul sungai yang jebol dialirkan ke jalanan di kawasan Mayjend Sungkono. Kedua, memilih opsi air menerjang permukiman warga yang menyebabkan ekskalasi dampak merusak yang lebih parah.

"Karena itu, saya mohon maaf harus mengambil keputusan mengalirkan air ke jalanan daripada ke rumah warga. Karena curah hujan yang tinggi, tadi pelapis tanggul sungai di kawasan Kembang Kuning jebol sekitar 20 meter," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dikutip dari instagram pribadinya @/ericahyadi_, Jumat (28/4/2023).

Eri mengatakan Pemkot Surabaya langsung bergerak cepat mengerahkan 40 personil satgas dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.

"Nah, ketika perbaikan itu dilakukan, sejumlah aliran pintu air ditutup," katanya.

Kalau tidak ditutup, kata Eri, tembok tanggul yang jebol bisa semakin meluas dan malah membuat permukiman warga terimbas lebih parah. Dengan demikian, aliran air menuju ke arah Mayjen Sungkono dan mengakibatkan banjir.

"Ini pilihan yang harus diambil karena untuk meminimilisasi terjadinya banjir yang meninggi di daerah Kembang Kuning dan sekitarnya yang menjadi permukiman warga," katanya.

Eri menyebut semua perbaikan tuntas hari ini. Eri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja luar biasa hingga banjir ditanggulangi.

"Wajib saya laporkan ke warga, ketika hujan deras, genangan air berpotensi muncul, tapi akan segera surut," kata Eri.

Tahun ini, lanjut Eri, Pemkot Surabaya terus melanjutkan penataan infrastruktur saluran air agar sirkulasi lebih lancar sehingga genangan semakin cepat susut.

"Kita lebih teliti membangun saluran air agar tidak asal-asalan, yang menyebabkan banjir disana-sini," ujar Eri.

"Sekali lagi, saya mohon maaf atas pilihan-pilihan sulit yang harus kami ambil dari imbas jebolnya pelapis tanggul sungai di kawasan Kembang Kuning hari ini," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.