Sabtu, 26 Sep 2026 09:13 WIB

Tips Aman Mudik untuk Ibu Hamil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Apr 2023 11:35 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

Selalu.id - Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idul Fitri. Namun, perjalanan panjang menuju tujuan harus tetap dilakukan dengan aman dan sehat, terutama ibu yang sedang mengandung atau hamil.

Menanggapi itu Dikter Spesialis Kandungan RS Husada (RSHU) Surabaya dr Didi Dewanto memberikan tips untuk kandungan ibu hamil selama melakukan perjalana mudik.

Tak hanya itu, dr Didi Dewanto juga menyarankan ibu hamil untuk menunda ibu hamil untuk kesehatan ibu dan janin.

"Kalau hamil di atas 36 minggu sebaiknya tidak melakukan mudik perjalanan jauh, karena dikhawatirkan bisa terjadi kontraksi rahim dan terjadi proses persalinan," kata Dr Didi, Rabu (19/4/2023).

Namun untuk kehamilan kurang 36 minggu, ibu hamil bisa melakukan mudik. Namun, kandungannya tidak resiko tinggi atau membahayakan kehamilannya.

"Seperti kontraksi rahim dan lainnya, silahkan tidak apa-apa mudik," imbuhnya.

Kata dia, ibu hamil yang hendak mudik untuk lebih aman disarankan untuk meminum obat. Agar rahim rileks dan tidak terjadi kontraksi.

"Biasanya dokter kandungan akan membawakan obat tersebut," ujarnya.

Tetapi untuk mudik perjalanan seperti di pesawat  dengan terbang di atas ketinggian bisa membuat kontraksi rahim.
Sebab itu, ia menyebut ada obat yang diminum sebelum melakukan perjalanan mudik agar kandungan tetap kuat dan tetap aman.

"Tips berikutnya tetap vitamin ibu hamil diminum dan makan-makanan bergizi dan cukup istirahat. Saya rasa mudiknya juga akan nyaman," tuturnya.

Lebih lanjut dr Didi menjelaskan untuk ibu hamil yang kandungannya masih muda terkadang rasa mual selalu muncul. Disarankan,  merangsang kandungan, seperti pedas, kecut.

Ia juga menyarankan untuk hamil muda tidak makan terlalu banyak karena dapat menyebabkan mual. Sehingga, cukup siapkan camilan selama dalam perjalanan, cairan yang cukup dan minum.

"Bagi yang hamil muda tidak perlu banyak makan, malah mual nanti. Kalau sudah timbul mual, mual itu saat hamil muda salah satu penguat kandungan, salah satu tanda bagus kehamilan. Jadi selama tidak ada flek, nyeri perut bawah, silahkan mudik," jelas Dirut RSHU ini.

Sebelum melakukan perjalanan jauh mudik, ia menambahkan, hal yang penting ibu hamil harus melakukan cek kandungan ke dokter OBGYN.

"Semua kehamilan dicek dan baik semua, tidak ada peningkatan gula darah, kondisi kehamilan baik, tidak ada infeksi di saluran kemih yang bisa memicu ibunya kontraksi atau ketuban pecah dini. Maka ibu hamil akan bisa mudik dengan aman dan tenang," jelasnya

Sehingga harus di cek kondisi terakhir kehamilannya, apakah ada resiko untuk janinnya atau misalnnya ada komplikasi pada saat mudik.

"Tapi kalau ditemukan ada faktor risiko, ya disampaikan risiko-risiko yang bisa terjadi. Sehingga ibu hamil bisa mengantisipasinya atau menunda mudiknya," pungkasnya. (Ade)

Baca Juga: Commuter Line Hari Pertama Lebaran Penuh, Rute Dhoho, Penataran, dan Supas jadi Favorit

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.