Senin, 03 Agu 2026 17:36 WIB

Jelang Lebaran, BI Jatim Catat Total Penukaran Uang Baru Capai hampir 10 Triliun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Apr 2023 14:45 WIB
Drive thru penukaran uang baru di BI Jatim
Drive thru penukaran uang baru di BI Jatim

Selalu.id - Jelang lebaran dan tradisi membagikan angpau membuat masyarakat berbondong-bondong untuk melakukan penukaran uang baru. Bank Indonesia (BI) Jawa Timur pun mencatat total transaksi penukaran uang baru mencapai 80 persen dari yang disediakan di Kota Surabaya yakni Rp12 Triliun rupiah.

"Kemarin penukaran terakhir, layanan dibuka sejak 25 Maret 2023. Khusus Surabaya kami sediakan Rp12 triliun untuk pemenuhan perbankan dan masyarakat, terserap 80 persen (hampir Rp10 Triliun, red)," kata Bandoe, Senin (17/4/2023).

Baca Juga: Pastikan Ketersedian Uang Cash di Tiap ATM, BI Himbau untuk Tak Banyak Bawa Uang Selama Mudik

Saat ini pun, layanan drive thru penukaran uang tanpa turun telah ditutup sejak kemarin, Minggu (16/4/2023). Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Bandoe Widiarto mengatakan, pihaknya telah melayani belasan ribu orang untuk penukaran uang baru.

"Catatan saya ada sekitar 15 ribu penukar yang dilayani drive thru ini, totalnya (penukaran) hampir Rp60 miliar," ujarnya.

Kata dia penukaran uang baru tak hanya dengan menggunakan uang tunai saja. Namun, bisa lewat pembayaran digital yakni Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS).Hal itu untuk mempermudahkan masyarakat khususnya bagi para pekerja.

"Kegiatan ini tidak perlu turun dari kendaraan. Jadi cukup di mobil atau di motor masing-masing. Drive thru kami laksanakan setiap Sabtu dan Minggu," jelasnya.

Lebih lanjut Bandoe menerangkan nantinya, khusus pada pekan ketiga dan keempat masa pemberlakuan penukaran uang, masyarakat sudah banyak yang beralih menggunakan model transaksi digital. Artinya, mereka menukarkan saldo melalui QRIS dengan pecahan uang rupiah. Hal itu membedakan penerapan mekanisme pada kegiatan serupa pada tahun lalu.

"Minggu pertama kami menerapkan dua sistem, pertama go show (penukaran dengan tunia) dan QRIS. Setelah kami evaluasi, ternyata masyarakat sudah paham soal QRIS itu. Akhirnya, minggu kedua hanya lima persen untuk go show. Kemudian minggu ketiga dan keempat semuanya sudah QRIS," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.