Sabtu, 13 Jun 2026 16:00 WIB

Pro Kontra Pasar Induk Surabaya Sidotopo, Pengelola Pasar Koblen: Coba Cek Izinnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Apr 2023 19:58 WIB
Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Artana
Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Artana

selalu.id - Berdirinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) mendapat reaksi keras dari pengelola Pasar Koblen yang mati suri akibat terbentur regulasi dari Pemerintah Kota Surabaya. Mereka memprotes sikap Pemkot yang dianggap tidak fair dalam memperlakukan pengelola pasar swasta.

Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Arcana mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang terkesan memberikan dukungan penuh kepada PISS untuk buka di kawasan padat penduduk Sidotopo.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Apa hubungannya PISS sama pemerintah? kok bisa buka disana? Sekarang apa bedanya PIOS, PISS dan Koblen, sama-sama punya swasta," herannya saat ditemui selalu.id.

Wayan bercerita bagaimana dirinya harus bersusah payah mengurus izin untuk operasional Pasar Koblen. Wayan mengaku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menjalankan operasional pasar buah dan sayur di tengah kota tersebut.

"Saya 10 tahun ngurus izin (Koblen). Sampai saya menggugat ke pengadilan tata usaha, saya menang. Saat ini ijin itu berlaku sesuai dengan perda waktu itu," jelasnya.

Sebagai pengelola pasar yang berhubungan langsung dengan pedagang, Wayan mengaku iba dengan nasib para pedagang yang terombang-ambing dan harus berpindah-pindah lokasi akibat kepentingan beberapa oknum yang mempermainkan regulasi aturan soal pasar.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

"Terus terang saya kasihan dengan pedagang. Mereka harus pindah-pindah. Mereka harus mengeluarkan modal lagi, karena pindah tempat itu sama dengan mengeluarkan biaya lagi," ibanya.

Khusus menanggapi beroperasinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo, Wayan mencurigai bahwa keberadaan pasar tersebut belum dilengkapi dengan izin operasi yang meliputi kajian sosek dna sebagainya. Mengingat Koblen membutuhka waktu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan izin tersebut.

"Coba cek itu (izin PISS) sudah ada apa enggak? Saya sudah tahu. Soal kajian sosek, UPL dan UKL bagaimana cara menerbitkannya?," tegas Wayan.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Saat ditanya apakah dirinya akan melayangkan protes dengan berdirinya PISS yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Pasar Koblen serta mendapat kemudahan dari Pemkot, Wayan mengaku menyerah dengan sikap Pemkot yang menurutnya setengah hati dalam menegakkan aturan.

"Buat apa? Cara mereka (Pemkot dan DPRD) memperlakukan pedagang sudah tidak fair. Kalau kita protes malah kasihan pedagang, akan terombang-ambing lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.