Minggu, 01 Nov 2026 04:46 WIB

Pro Kontra Pasar Induk Surabaya Sidotopo, Pengelola Pasar Koblen: Coba Cek Izinnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Apr 2023 19:58 WIB
Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Artana
Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Artana

selalu.id - Berdirinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) mendapat reaksi keras dari pengelola Pasar Koblen yang mati suri akibat terbentur regulasi dari Pemerintah Kota Surabaya. Mereka memprotes sikap Pemkot yang dianggap tidak fair dalam memperlakukan pengelola pasar swasta.

Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Arcana mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang terkesan memberikan dukungan penuh kepada PISS untuk buka di kawasan padat penduduk Sidotopo.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Apa hubungannya PISS sama pemerintah? kok bisa buka disana? Sekarang apa bedanya PIOS, PISS dan Koblen, sama-sama punya swasta," herannya saat ditemui selalu.id.

Wayan bercerita bagaimana dirinya harus bersusah payah mengurus izin untuk operasional Pasar Koblen. Wayan mengaku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menjalankan operasional pasar buah dan sayur di tengah kota tersebut.

"Saya 10 tahun ngurus izin (Koblen). Sampai saya menggugat ke pengadilan tata usaha, saya menang. Saat ini ijin itu berlaku sesuai dengan perda waktu itu," jelasnya.

Sebagai pengelola pasar yang berhubungan langsung dengan pedagang, Wayan mengaku iba dengan nasib para pedagang yang terombang-ambing dan harus berpindah-pindah lokasi akibat kepentingan beberapa oknum yang mempermainkan regulasi aturan soal pasar.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Terus terang saya kasihan dengan pedagang. Mereka harus pindah-pindah. Mereka harus mengeluarkan modal lagi, karena pindah tempat itu sama dengan mengeluarkan biaya lagi," ibanya.

Khusus menanggapi beroperasinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo, Wayan mencurigai bahwa keberadaan pasar tersebut belum dilengkapi dengan izin operasi yang meliputi kajian sosek dna sebagainya. Mengingat Koblen membutuhka waktu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan izin tersebut.

"Coba cek itu (izin PISS) sudah ada apa enggak? Saya sudah tahu. Soal kajian sosek, UPL dan UKL bagaimana cara menerbitkannya?," tegas Wayan.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Saat ditanya apakah dirinya akan melayangkan protes dengan berdirinya PISS yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Pasar Koblen serta mendapat kemudahan dari Pemkot, Wayan mengaku menyerah dengan sikap Pemkot yang menurutnya setengah hati dalam menegakkan aturan.

"Buat apa? Cara mereka (Pemkot dan DPRD) memperlakukan pedagang sudah tidak fair. Kalau kita protes malah kasihan pedagang, akan terombang-ambing lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.