Pro Kontra Pasar Induk Surabaya Sidotopo, Pengelola Pasar Koblen: Coba Cek Izinnya
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 12 Apr 2023 19:58 WIB
selalu.id - Berdirinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) mendapat reaksi keras dari pengelola Pasar Koblen yang mati suri akibat terbentur regulasi dari Pemerintah Kota Surabaya. Mereka memprotes sikap Pemkot yang dianggap tidak fair dalam memperlakukan pengelola pasar swasta.
Pengelola Pasar Koblen, I Wayan Arcana mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang terkesan memberikan dukungan penuh kepada PISS untuk buka di kawasan padat penduduk Sidotopo.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Apa hubungannya PISS sama pemerintah? kok bisa buka disana? Sekarang apa bedanya PIOS, PISS dan Koblen, sama-sama punya swasta," herannya saat ditemui selalu.id.
Wayan bercerita bagaimana dirinya harus bersusah payah mengurus izin untuk operasional Pasar Koblen. Wayan mengaku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menjalankan operasional pasar buah dan sayur di tengah kota tersebut.
"Saya 10 tahun ngurus izin (Koblen). Sampai saya menggugat ke pengadilan tata usaha, saya menang. Saat ini ijin itu berlaku sesuai dengan perda waktu itu," jelasnya.
Sebagai pengelola pasar yang berhubungan langsung dengan pedagang, Wayan mengaku iba dengan nasib para pedagang yang terombang-ambing dan harus berpindah-pindah lokasi akibat kepentingan beberapa oknum yang mempermainkan regulasi aturan soal pasar.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Terus terang saya kasihan dengan pedagang. Mereka harus pindah-pindah. Mereka harus mengeluarkan modal lagi, karena pindah tempat itu sama dengan mengeluarkan biaya lagi," ibanya.
Khusus menanggapi beroperasinya Pasar Induk Surabaya Sidotopo, Wayan mencurigai bahwa keberadaan pasar tersebut belum dilengkapi dengan izin operasi yang meliputi kajian sosek dna sebagainya. Mengingat Koblen membutuhka waktu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan izin tersebut.
"Coba cek itu (izin PISS) sudah ada apa enggak? Saya sudah tahu. Soal kajian sosek, UPL dan UKL bagaimana cara menerbitkannya?," tegas Wayan.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Saat ditanya apakah dirinya akan melayangkan protes dengan berdirinya PISS yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Pasar Koblen serta mendapat kemudahan dari Pemkot, Wayan mengaku menyerah dengan sikap Pemkot yang menurutnya setengah hati dalam menegakkan aturan.
"Buat apa? Cara mereka (Pemkot dan DPRD) memperlakukan pedagang sudah tidak fair. Kalau kita protes malah kasihan pedagang, akan terombang-ambing lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi