Selasa, 03 Feb 2026 20:31 WIB

Stadion GBT Belum Boleh Dipakai, Wali Kota Eri Sebut Masih dalam Penyulaman Rumput

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Apr 2023 14:45 WIB

Selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya masih belum boleh dipakai atau digunakan untuk pertandingan. Eri menerangkan lantaran stadion GBT masih dalam pemeliharaan yakni penyulaman rumput sintetis dan rumput asli lapangan.

Ia menyebut penyulaman tersebut kemungkinan akan selesai pada 12 April 2023 mendatang sekaligus kontrak dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Inspeksi GBT dan 10 November, Ini Catatan PSSI Jelang Piala AFF U-19

"Jadi kalau kontraknya udah selesai dengan Menteri PUPR maka ada masa pemeliharaan. Masa pemeliharaan itulah kita yang menggunakan dan kita mengajukan izin pada Menteri PUPR,"kata Eri, saat ditemui selalu.id, di Hotel Serathon, Surabaya, Senin (10/4/2023).

Bahkan, kata dia, seluruh stadion di Indonesia yang batal menjadi venue Piala Dunia U-20 masih belum diperbolehkan untuk digunakan jika kontrak dengan Kementerian PUPR masih belum selesai.

"Tapi sebelum masa kontrak berakhir dengan menteri PUPR, maka seluruh stadion yang ada di indonesia termasuk GBT tidak boleh digunakan dulu karena masih penyulaman rumput" ujarnya.

Baca Juga: Stadion GBT dan G10N Surabaya Jadi Venue Piala AFF U-19

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Wiwiek Widayati menyampaikan hari ini, Senin, sudah dalam pengerjaan penyulaman rumput lapangan GBT tersebut.

"Menyulam itu lebih kepada mengikat akar seperti itu (sintetis dan rumput biasa), tapi secara detail saya tidak thau, tapi mulai hari ini (pengerjaan sulam rumput)," kata Wiwiek, kepada selalu.id.

Baca Juga: Persebaya Surati Pemkot Surabaya untuk Berlaga Kembali di GBT

Wiwiek menerangkan, sejak Kamis (6/4/2023) lalu sudah menyiapkan peralatan penyulaman, bahkan para pekerja langsung practising atau melakukan penyulaman rumput.

"Mereka bekerja 24 jam tiap hari dengan 3 shift 8 jam pergantian,"pungkasnya. (Ade).

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.