Rabu, 04 Feb 2026 03:20 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem! Ini Wilayah Pantauan BMKG Jatim yang Rawan Bencana Hidrometeorologi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Apr 2023 09:00 WIB

Selalu.id - Bulan April dalam siklus normal musim Indonesia, biasanya telah terhitung sebagai bulan dimulainya musim kemarau. Namun, beberapa wilayah di Jawa Timur justru diguyur hujan lebat.

Terkait hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan bahwa dinamika atmosfer di wilayah Jatim masih sangat signifikan pada bulan April ini, sehingga terjadi pergeseran rentang siklus musim.

Oleh karenanya, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan mengatakan bahwa saat ini wilayah Jatim masih memasuki masa peralihan musim atau musim pancaroba.

Dinamika atmosfer yang signifikan tersebut pun berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem dan angin kencang mulai tanggal 9 hingga 15 April 2023 mendatang.

"Memasuki pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau dan kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jatim yang masih signifikan, menyebabkan potensi peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jatim dalam sepekan kedepan," kata Taufiq melalui keterangan rilisnya, Minggu (9/4/2023).

Dari hasil analisis dan temuan BMKG lebih lanjut, Taufiq menyampaikan bahwa beberapa wilayah di Jatim menunjukkan adanya bibit siklon tropis 98S yang berpusat di Laut Arafuru.

"Bibit siklon itu mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jatim sehingga meningkatkan potensi
pertumbuhan awan-awan konvektit" ujarnya.

Taufik pun menambahkan selain bibit siklon 98s juga ditemukan aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial di wilayah Jatim yang berpotensi meningkatkan curah hujan.

"Lalu, hangatnya kondisi perairan Jawa Timur yang menambah suplai uap air semakin banyak ke atmosfer," imbuhnya.

Oleh karenanya, Taufik menghimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang mungkin terjadi di Perairan Selatan Jatim dan Samudera Hindia Selatan Jatim yang berpotensi mencapai ketinggian gelombang antara 1,25 s/d 4,25 meter.

Tercatat melalui keterangan BMKG, beberapa wilayah di Jatim yang perlu diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrim dan dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (genangan air, banjir, banjir bandang. puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi) antara lain:
Kab. Banyuwangi, Kab. Malang, Kab. Magetan, Kab. Sampang, Kab. Blitar, Kab. Bojonegoro, Kab. Ngawi, Kab. Pacitan, Kab. Pasuruan, Kab. Ponorogo, Kab. Probolinggo, Kab. Situbondo, Kab. Bangkalan, Kota Batu, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, Kab. Gresik, Kab. Jember, Kab. Jombang, Kota Kediri, Kab. Lamongan, Kab. Lumajang. Kota Madiun, Kab. Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kab. Nganjuk, Kab. Pamekasan, Kota Probolinggo, Kab. Sidoarjo, Kab. Sumenep, Kota Surabaya, Kab. Trenggalek, Kab. Tuban, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kota Pasuruan. (Ade/Adg)

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.