Senin, 02 Feb 2026 05:07 WIB

Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Akibat Pergantian Musim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Apr 2023 12:56 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: istimewa
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: istimewa

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa wilayah Jawa Timur masih mengalami masa peralihan musim hujan ke musim kemarau alias pancaroba pada April 2023.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan bahwa pancaroba itu berpotensi menjadi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Jatim.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

"Masih hangatnya suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Jawa Timur mengindikasikan suplai uap air masih cukup signifikan," kata Taufiq melalui keterangan rilisnya, Senin (3/4/2023).

Taufiq menjelaskan, hal itu juga karena masih terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jatim.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Itu adanya gelombang Atmosfer Rossby dan Kelvin di wilayah Jatim yang di prakirakan akan berpengaruh pada kondisi cuaca dalam seminggu kedepan,"jelasnya.

Tak hanya itu, tambah Taufiq, hal itu juga berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

BMKG memperingatkan beberapa wilayah di Jawa Timur yang perlu diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (genangan ar, puting beliung, maupun hujan es) hingga 8 April mendatang.

Yakni wilayah Kota Batu, Kota Blitar, Kab. Bojonegoro, Kab. Jombang, Kota Kediri, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Pamekasan, Kab. Ponorogo, Kab. Sampang, Kab. Sidoarjo, Kab. Sumenep, Kota Surabaya, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kab. Blitar, Kab. Pasuruan, Kab. Bangkalan, Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Gresik, Kab. Jember, Kab. Lamongan, Kab. Madiun, Kab. Probolinggo, Kab. Situbondo, Kab. Tuban, Kota Madiun, Kab. Pacitan, Kota Pasuruan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.