Jumat, 05 Jun 2026 23:52 WIB

Dishub Surabaya Sempat Labeli Perahu Tambang yang Tenggelam Tidak Penuhi Syarat Kelaikan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Mar 2023 13:02 WIB
Perahu tambang tenggelam di Surabaya
Perahu tambang tenggelam di Surabaya

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti peristiwa perahu tambang tenggelam di Sungai Jalan Mastrip, Surabaya. Tercatat satu orang tewas akibat kejadian yang terjadi pada Sabtu (25/3/2023) kemarin.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati menyebut bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya pernah memberi penilaian terkait perahu tambang tersebut. Hasilnya standarisasi keselamatannya tidak memenuhi syarat kelaikan kapal.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Hal itu sesuai Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 73 tahun 2004 terkait penyelenggaraan angkutan sungai.

"Jadi itu tidak memenuhi syarat. Kalau dilihat, saya sudah cek Dishub sudah pernah melakukan sosialisasi untuk standarisasi kapal dan dermaga tetapi itu tahun 2019, kecelakaannya 2023. Jadi kalau di lihat jaraknya jauh sekali antara sosialisasi,"kata Aning, Rabu (29/3/2023).

Aning menjelaskan, tahun 2019 Pemkot Surabaya pernah merekomendasikan penutupan operasional penyebrangan tambang atas kelaikan perahu.

"Ternyata 2019 direkomendasi untuk ditutup tetapi sampai 2023 tidak ditutup, itu sudah menyalahi sebetulnya. Jadi sudah izin tidak bisa keluar karena tidak memenuhi syarat tetapi bisa berjalan sampai 2023 sampai terjadi kecelakaan, ini ada apa Dishub?,"herannya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Menurutnya, dengan rekomendasi itu, Dishub harus melakukan penertiban kembali terhadap perahu tambang di seluruh Surabaya.

"Tidak hanya (perahu tambang yang ada) di Mastrip, karena banyak (seluruh surabaya, kawasan) Wonorejo ada. Dishub harus melakukan koordinasi kembali dengan stakeholder terkait keberadaan tambangan itu, terutama perizinan, standarisasi kelaikan,"tegasnya.

Aning menjelaskan, Pemkot Surabaya telah menganggarkan untuk membangun jembatan di beberapa tempat perahu penyeberangan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Jadi sudah tepat, sebetulnya perlu dilihat kan riwayatnya sudah jelas, kalau memang diperlukan jembatan untuk mobilitas itu perlu dibangun,"ungkapnya.

Sub Koordinator Angkutan Perairan, Perkeretaapian dan Tidak Bermotor Dishub Surabaya, Wandi Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya akan memeriksa kembali terkait keamanan serta kelayakan.

"Jadi yang jelas kita diperintah untuk mendata ulang mana perahu tambang sudah beroperasi atau yang tidak beroperasi. Kita akan koordinasikan seluruh stakeholder untuk melakukan langkah sesuai arahan pak Wali (Wali Kota),"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.