Minggu, 06 Sep 2026 06:23 WIB

Kurangi Makanan dan Minuman ini saat Berbuka Puasa, Bisa Fatal Akibatnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Mar 2023 10:33 WIB
Ilustrasi makanan. foto: Istimewa
Ilustrasi makanan. foto: Istimewa

selalu.id - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Azizah Ajeng Pratiwi menyebut bahwa ada dua jenis makanan yang wajib dikurangi saat sedang berbuka puasa. Salah satunya makanan yang mengandung gula.

Azizah mengungkapkan, seorang harus menghindari makanan kandungan gula yang tertinggi saat sedang berbuka puasa. Misalnya minuman manis dan bewarna.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Ia pun mengkhawatirkan apabila jenis minuman tersebut dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa, seorang akan kebiasaan mengonsumsi kudapan atau minuman dengan kadar gula tinggi.

"Padahal, Kemenkes sudah punya panduan untuk konsumsi harian gula, garam, dan lemak. Untuk gula paling tidak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, kemudian minyak itu 5 sendok makan," kata Azizah, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, kata dia, jika seorang mengonsumsi makanan tersebut terus berlanjut dikhawatirkan bisa menyebabkan obesitas. Terlebih, saat berpuasa seseorang cenderung malas sehingga kurang beraktivitas fisik.

"Ketika aktivitas kurang, lalu berbuka dengan makanan manis, itu bisa meningkatkan glukosa tubuh. Jika glukosa tidak dipakai, biasanya itu disimpan oleh tubuh. Jika disimpan terlalu lama oleh tubuh dan tidak digunakan untuk aktivitas fisik yang cukup, maka glukosa itu akan disimpan sebagai lemak dan efeknya bisa obesitas," ungkap dosen mata kuliah Keamanan Pangan itu.

Lebih lanjut Azizah menjelaskan, tak hanya makanan yang mengandung gula tinggi. Namun, konsumsi gorengan dan jajan-jajan yang mengandung banyak minyak kurang baik untuk kesehatan.

Kata dia, gorengan mengandung sebagian besar adalah tepung dan lemak. Sehingga, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka efeknya bisa menyebabkan obesitas.

"Selain itu, kita ndak tahu penggunaan minyaknya berapa kali. Ada yang namanya trans fat atau lemak jahat, itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi alangkah baiknya ketika berpuasa kita tetap menerapkan prinsip gizi seimbang yang mana konsumsi sayur dan buah saat berpuasa akan sangat bermanfaat untuk menjaga cairan dalam tubuh, asupan serat, mineral dan vitamin," tutupnya. (Ade/SL1)selalu.id - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Azizah Ajeng Pratiwi menyebut bahwa ada dua jenis makanan yang wajib dikurangi saat sedang berbuka puasa. Salah satunya makanan yang mengandung gula.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Azizah mengungkapkan, seorang harus menghindari makanan kandungan gula yang tertinggi saat sedang berbuka puasa. Misalnya minuman es manus dan bewarna.

Ia pun mengkhawatirkan apabila jenis makanan tersebut dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa, seorang akan kebiasaan mengonsumsi  kudapan atau minuman dengan kadar gula tinggi.

"Padahal, Kemenkes sudah punya panduan untuk konsumsi harian gula, garam, dan lemak. Untuk gula paling tidak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, kemudian minyak itu 5 sendok makan," kata Azizah, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, kata dia, jika seorang mengonsumsi makanan tersebut terus berlanjut  dikhawatirkan bisa menyebabkan obesitas. Terlebih, saat berpuasa seseorang cenderung malas sehingga kurang beraktivitas fisik. 

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Ketika aktivitas kurang, lalu berbuka dengan makanan manis, itu bisa meningkatkan glukosa tubuh. Jika glukosa tidak dipakai, biasanya itu disimpan oleh tubuh. Jika disimpan terlalu lama oleh tubuh dan tidak digunakan oleh aktivitas fisik yang cukup, maka glukosa itu akan disimpan sebagai lemak dan efeknya bisa obesitas," ungkap dosen mata kuliah Keamanan Pangan itu.

Lebih lanjut Azizah menjelaskan, tak hanya makanan yang mengandung gula tinggi. Namun, konsumsi gorengan dan jajan-jajan yang mengandung banyak minyak kurang baik untuk kesehatan.

Kata dia, gorengan mengandung sebagian besar adalah tepung dan lemak. Sehingga,  jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka efeknya bisa menyebabkan obesitas. 

"Selain itu, kita ndak tahu penggunaan minyaknya berapa kali. Ada yang namanya trans fat atau lemak jahat, itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi alangkah baiknya ketika berpuasa kita tetap menerapkan prinsip gizi seimbang yang mana konsumsi sayur dan buah saat berpuasa akan sangat bermanfaat untuk menjaga cairan dalam tubuh, asupan serat, mineral dan vitamin," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.