Rabu, 21 Okt 2026 10:28 WIB

Kurangi Makanan dan Minuman ini saat Berbuka Puasa, Bisa Fatal Akibatnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Mar 2023 10:33 WIB
Ilustrasi makanan. foto: Istimewa
Ilustrasi makanan. foto: Istimewa

selalu.id - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Azizah Ajeng Pratiwi menyebut bahwa ada dua jenis makanan yang wajib dikurangi saat sedang berbuka puasa. Salah satunya makanan yang mengandung gula.

Azizah mengungkapkan, seorang harus menghindari makanan kandungan gula yang tertinggi saat sedang berbuka puasa. Misalnya minuman manis dan bewarna.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Ia pun mengkhawatirkan apabila jenis minuman tersebut dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa, seorang akan kebiasaan mengonsumsi kudapan atau minuman dengan kadar gula tinggi.

"Padahal, Kemenkes sudah punya panduan untuk konsumsi harian gula, garam, dan lemak. Untuk gula paling tidak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, kemudian minyak itu 5 sendok makan," kata Azizah, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, kata dia, jika seorang mengonsumsi makanan tersebut terus berlanjut dikhawatirkan bisa menyebabkan obesitas. Terlebih, saat berpuasa seseorang cenderung malas sehingga kurang beraktivitas fisik.

"Ketika aktivitas kurang, lalu berbuka dengan makanan manis, itu bisa meningkatkan glukosa tubuh. Jika glukosa tidak dipakai, biasanya itu disimpan oleh tubuh. Jika disimpan terlalu lama oleh tubuh dan tidak digunakan untuk aktivitas fisik yang cukup, maka glukosa itu akan disimpan sebagai lemak dan efeknya bisa obesitas," ungkap dosen mata kuliah Keamanan Pangan itu.

Lebih lanjut Azizah menjelaskan, tak hanya makanan yang mengandung gula tinggi. Namun, konsumsi gorengan dan jajan-jajan yang mengandung banyak minyak kurang baik untuk kesehatan.

Kata dia, gorengan mengandung sebagian besar adalah tepung dan lemak. Sehingga, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka efeknya bisa menyebabkan obesitas.

"Selain itu, kita ndak tahu penggunaan minyaknya berapa kali. Ada yang namanya trans fat atau lemak jahat, itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi alangkah baiknya ketika berpuasa kita tetap menerapkan prinsip gizi seimbang yang mana konsumsi sayur dan buah saat berpuasa akan sangat bermanfaat untuk menjaga cairan dalam tubuh, asupan serat, mineral dan vitamin," tutupnya. (Ade/SL1)selalu.id - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Azizah Ajeng Pratiwi menyebut bahwa ada dua jenis makanan yang wajib dikurangi saat sedang berbuka puasa. Salah satunya makanan yang mengandung gula.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Azizah mengungkapkan, seorang harus menghindari makanan kandungan gula yang tertinggi saat sedang berbuka puasa. Misalnya minuman es manus dan bewarna.

Ia pun mengkhawatirkan apabila jenis makanan tersebut dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa, seorang akan kebiasaan mengonsumsi  kudapan atau minuman dengan kadar gula tinggi.

"Padahal, Kemenkes sudah punya panduan untuk konsumsi harian gula, garam, dan lemak. Untuk gula paling tidak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, kemudian minyak itu 5 sendok makan," kata Azizah, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, kata dia, jika seorang mengonsumsi makanan tersebut terus berlanjut  dikhawatirkan bisa menyebabkan obesitas. Terlebih, saat berpuasa seseorang cenderung malas sehingga kurang beraktivitas fisik. 

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

"Ketika aktivitas kurang, lalu berbuka dengan makanan manis, itu bisa meningkatkan glukosa tubuh. Jika glukosa tidak dipakai, biasanya itu disimpan oleh tubuh. Jika disimpan terlalu lama oleh tubuh dan tidak digunakan oleh aktivitas fisik yang cukup, maka glukosa itu akan disimpan sebagai lemak dan efeknya bisa obesitas," ungkap dosen mata kuliah Keamanan Pangan itu.

Lebih lanjut Azizah menjelaskan, tak hanya makanan yang mengandung gula tinggi. Namun, konsumsi gorengan dan jajan-jajan yang mengandung banyak minyak kurang baik untuk kesehatan.

Kata dia, gorengan mengandung sebagian besar adalah tepung dan lemak. Sehingga,  jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka efeknya bisa menyebabkan obesitas. 

"Selain itu, kita ndak tahu penggunaan minyaknya berapa kali. Ada yang namanya trans fat atau lemak jahat, itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi alangkah baiknya ketika berpuasa kita tetap menerapkan prinsip gizi seimbang yang mana konsumsi sayur dan buah saat berpuasa akan sangat bermanfaat untuk menjaga cairan dalam tubuh, asupan serat, mineral dan vitamin," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.