Rabu, 22 Jul 2026 02:21 WIB

Kurangi Makanan dan Minuman ini saat Berbuka Puasa, Bisa Fatal Akibatnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Mar 2023 10:33 WIB
Ilustrasi makanan. foto: Istimewa
Ilustrasi makanan. foto: Istimewa

selalu.id - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Azizah Ajeng Pratiwi menyebut bahwa ada dua jenis makanan yang wajib dikurangi saat sedang berbuka puasa. Salah satunya makanan yang mengandung gula.

Azizah mengungkapkan, seorang harus menghindari makanan kandungan gula yang tertinggi saat sedang berbuka puasa. Misalnya minuman manis dan bewarna.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia pun mengkhawatirkan apabila jenis minuman tersebut dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa, seorang akan kebiasaan mengonsumsi kudapan atau minuman dengan kadar gula tinggi.

"Padahal, Kemenkes sudah punya panduan untuk konsumsi harian gula, garam, dan lemak. Untuk gula paling tidak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, kemudian minyak itu 5 sendok makan," kata Azizah, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, kata dia, jika seorang mengonsumsi makanan tersebut terus berlanjut dikhawatirkan bisa menyebabkan obesitas. Terlebih, saat berpuasa seseorang cenderung malas sehingga kurang beraktivitas fisik.

"Ketika aktivitas kurang, lalu berbuka dengan makanan manis, itu bisa meningkatkan glukosa tubuh. Jika glukosa tidak dipakai, biasanya itu disimpan oleh tubuh. Jika disimpan terlalu lama oleh tubuh dan tidak digunakan untuk aktivitas fisik yang cukup, maka glukosa itu akan disimpan sebagai lemak dan efeknya bisa obesitas," ungkap dosen mata kuliah Keamanan Pangan itu.

Lebih lanjut Azizah menjelaskan, tak hanya makanan yang mengandung gula tinggi. Namun, konsumsi gorengan dan jajan-jajan yang mengandung banyak minyak kurang baik untuk kesehatan.

Kata dia, gorengan mengandung sebagian besar adalah tepung dan lemak. Sehingga, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka efeknya bisa menyebabkan obesitas.

"Selain itu, kita ndak tahu penggunaan minyaknya berapa kali. Ada yang namanya trans fat atau lemak jahat, itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi alangkah baiknya ketika berpuasa kita tetap menerapkan prinsip gizi seimbang yang mana konsumsi sayur dan buah saat berpuasa akan sangat bermanfaat untuk menjaga cairan dalam tubuh, asupan serat, mineral dan vitamin," tutupnya. (Ade/SL1)selalu.id - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Azizah Ajeng Pratiwi menyebut bahwa ada dua jenis makanan yang wajib dikurangi saat sedang berbuka puasa. Salah satunya makanan yang mengandung gula.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Azizah mengungkapkan, seorang harus menghindari makanan kandungan gula yang tertinggi saat sedang berbuka puasa. Misalnya minuman es manus dan bewarna.

Ia pun mengkhawatirkan apabila jenis makanan tersebut dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa, seorang akan kebiasaan mengonsumsi  kudapan atau minuman dengan kadar gula tinggi.

"Padahal, Kemenkes sudah punya panduan untuk konsumsi harian gula, garam, dan lemak. Untuk gula paling tidak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, kemudian minyak itu 5 sendok makan," kata Azizah, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, kata dia, jika seorang mengonsumsi makanan tersebut terus berlanjut  dikhawatirkan bisa menyebabkan obesitas. Terlebih, saat berpuasa seseorang cenderung malas sehingga kurang beraktivitas fisik. 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Ketika aktivitas kurang, lalu berbuka dengan makanan manis, itu bisa meningkatkan glukosa tubuh. Jika glukosa tidak dipakai, biasanya itu disimpan oleh tubuh. Jika disimpan terlalu lama oleh tubuh dan tidak digunakan oleh aktivitas fisik yang cukup, maka glukosa itu akan disimpan sebagai lemak dan efeknya bisa obesitas," ungkap dosen mata kuliah Keamanan Pangan itu.

Lebih lanjut Azizah menjelaskan, tak hanya makanan yang mengandung gula tinggi. Namun, konsumsi gorengan dan jajan-jajan yang mengandung banyak minyak kurang baik untuk kesehatan.

Kata dia, gorengan mengandung sebagian besar adalah tepung dan lemak. Sehingga,  jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka efeknya bisa menyebabkan obesitas. 

"Selain itu, kita ndak tahu penggunaan minyaknya berapa kali. Ada yang namanya trans fat atau lemak jahat, itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi alangkah baiknya ketika berpuasa kita tetap menerapkan prinsip gizi seimbang yang mana konsumsi sayur dan buah saat berpuasa akan sangat bermanfaat untuk menjaga cairan dalam tubuh, asupan serat, mineral dan vitamin," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.