Sabtu, 26 Sep 2026 09:15 WIB

Temuan Baru Peneliti Unair, Tanaman Serai Diolah Jadi Obat Rhinitis Alergi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Mar 2023 12:00 WIB

Selalu.id - Serai memiliki banyak sekali manfaat seperti halnya penyedap rasa dan bumbu dapur, anti nyamuk, aroma terapi dan masih banyak lagi. Kali ini Tim peneliti Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Farmasi (FF) menemukan obat anti rhinitis alergi dari tanaman serai. Peneliti itu menyebut bahwa serai menghasilkan senyawa metabolit sebagai bahan baku obat tersebut.

Diketahui, Rhinitis alergi merupakan reaksi alergi yang ditandai dengan gejala bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal.

Ketua Inventor atau tim peneliti Prof Junaidi mengatakan tahapan penelitian dimulai dengan pemilihan dan preparasi ligan yang berasal dari metabolit tanaman serai menggunakan database KNAPSACK Family.

Dari proses tersebut, diperoleh sebanyak tujuh metabolit sekunder serai yaitu citronellal, citral, lonicerin, (Z)-citral, (E)-citral, swertiajaponin, dan orientin. Kemudian, serai itu  menunjukkan profil toksisitas yang baik setelah diuji menggunakan pkCSM online tool.

Lanjutnya, seluruh proses dilakukan dengan metode in silico seperti penentuan protein target hingga penambatan molekul.

“Metode in silico adalah simulasi pada komputer jadi ada struktur reseptor dan struktur antigen, dia berikatan menimbulkan alergi. Kalau berbagai senyawa yang kita eksplorasi kita gunakan untuk ngeblok bisa, maka tidak alergi dan sebaliknya,” kata Prof Junaidi, Rabu (22/3/2023).

Prof Junaide menjelaskan dari tujuh metabolit sukender serai ditemukan ada dua hasil risetnya, yakni swertiajaponin dan orientin berpotensi untuk obat anti rhinitis alergi.

Kedua metabolit sekunder itu menghasilkan interaksi yang baik dengan protein JAK1, tetapi tidak pada protein JAK2, JAK3, dan TYK2.

“Kita ingin mengembangkan apakah dari tanaman itu bisa kita kembangkan untuk alergi. Kita lakukan identifikasi pada senyawa serai, kemudian kita lakukan elusidasi struktur yaitu bagaimana titik tangkap reseptor untuk alergi dalam tubuh kita,” kata pakar bidang farmakologi molekuler tersebut.

Lebih lanjut Prof Junaidi hasil penelitiannya itu menghasilkan temuan serai sebagai bahan baku potensial untuk obat rhinitis alergi. Meski begitu, ia  berharap inovasi ini dapat menjadi rujukan bahwa tanaman serai tidak hanya bermanfaat sebagai aromatik, namun juga bisa mengatasi penyakit rhinitis alergi.

Sehingga inovasi tersebut membawa angin segar dalam pengembangan obat medis.“Tentu kita harapkan ini bisa sebagai upaya untuk melindungi keilmuan terkait dengan penggunaan serai untuk anti alergi. Selain serai sudah memberikan manfaat yang banyak untuk aromatik dan anti nyamuk, tentu ini akan memberikan kebaikan kepada masyarakat,” tutupnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.