Sabtu, 29 Agu 2026 15:39 WIB

Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Jul 2026 13:16 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni saat menghadiri sidang promosi doktor Sekretaris Kelurahan di lingkungan Pemkot) Surabaya, Hari Gunawan di Universitas Airlangga. (Dok. DPRD Surabaya).
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni saat menghadiri sidang promosi doktor Sekretaris Kelurahan di lingkungan Pemkot) Surabaya, Hari Gunawan di Universitas Airlangga. (Dok. DPRD Surabaya).

selalu.id - Aparatur sipil negara (ASN) perlu diperkuat sebagai fondasi reformasi birokrasi. Hasil penelitian akademik yang lahir dari pengalaman aparatur di lapangan dinilai tidak boleh berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi harus menjadi rujukan dalam memperbaiki pelayanan publik.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni saat menghadiri sidang promosi doktor Sekretaris Kelurahan (Sekel) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Hari Gunawan di Universitas Airlangga (Unair), Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Proyek Saluran Bikin Pengendara Terancam Kecelakaan, Wali Kota Eri: Keluar Saja Kalau Tak Sanggup!

Fathoni mengatakan peningkatan kompetensi ASN melalui pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas birokrasi. 

Menurutnya, aparatur yang memiliki bekal akademik akan lebih mampu menganalisis persoalan secara komprehensif dan menyusun solusi berbasis kajian ilmiah.

“Saya bangga senior saya, ASN di Pemkot Surabaya, Mas Hari Gunawan, terus meningkatkan kompetensi akademiknya,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar ini berharap capaian akademik tersebut dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi pencapaian pribadi.

“Harapannya, kompetensi akademik yang dimiliki dapat membuat pelayanan terhadap masyarakat Surabaya semakin baik pada masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

Menurut Fathoni, birokrasi modern membutuhkan ASN yang adaptif dan memiliki budaya belajar yang kuat. 

Karena itu, riset dan pengembangan kapasitas aparatur dinilai menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Jurus Wali Kota Surabaya Eri dalam Menambal Potensi Defisit APBD

Dalam sidang promosi doktor tersebut, Hari Gunawan mempertahankan disertasi berjudul Transformational Leadership and Individual Agility: The Role of Innovative Work Behavior and Psychological Empowerment in Improving Individual Performance of Village Employees in Surabaya City.

Penelitian itu mengkaji bagaimana kepemimpinan transformasional dan kemampuan adaptasi aparatur dapat meningkatkan kinerja pegawai kelurahan melalui perilaku kerja inovatif dan pemberdayaan psikologis.

Apresiasi juga disampaikan Inspektur Kota Surabaya M. Iksan. Ia menilai keberhasilan Hari Gunawan meraih gelar doktor pada usia di atas 50 tahun menjadi motivasi bagi ASN lain untuk terus meningkatkan kompetensi.

“Beliau usianya di atas 50 tahun, tetapi luar biasa semangatnya dan bisa menyelesaikan S3. Selain membanggakan keluarga, kami dari Pemkot Surabaya juga merasa bangga. Ini bisa memotivasi teman-teman yang lain bahwa belajar itu tidak ada batasnya,” katanya.

Iksan mengajak ASN tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam menjalankan tugas, tetapi juga memperkuat kompetensi akademik melalui pendidikan formal.

Baca Juga: Rokok Ilegal Ancam Kas Daerah Rp36 Miliar, DPRD Surabaya Minta Pemberantasan Tak Sekadar Pemusnahan

Ia juga menilai hasil penelitian Hari Gunawan relevan dengan tantangan birokrasi saat ini, terutama dalam mendorong inovasi pelayanan publik yang tetap berada dalam koridor regulasi.

“Teman-teman sekarang bisa banyak melakukan terobosan di lapangan, bagaimana melayani masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, tetapi juga tidak menyalahi aturan. Itu salah satu yang diangkat dalam disertasi Pak Hari Gunawan,” paparnya.

Menurut Iksan, konsep individual agility dalam disertasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan ASN beradaptasi dengan perubahan tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.

“Bagaimana pegawai Pemkot bisa melaksanakan pekerjaannya dan melayani masyarakat dengan baik, tetapi tetap tidak melanggar aturan. Ternyata ada teorinya, saya juga baru tahu,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya telah memeriksa dua korban dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang diduga dilakukan Son Sung Kyung.

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pertama yang seharusnya dilaksanakan Kamis pekan sebelumnya.

Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita, mengatakan capaian ini merupakan buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemmimpinannya.

Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Gus Kikin menyebut telah ditemukan kembali dokumen asas awal pertama NU didirikan dan sekitar tiga tahun lalu telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri

Ajang tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali.