Inflasi Surabaya Tertinggi di Jatim dan Melebihi Nasional, Begini Penjelasan Wali Kota Eri
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 11 Mar 2023 10:33 WIB
selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya mencatat inflasi di Surabaya selama satu tahun 2022-2023 sebesar 6,63 persen. Inflasi itu tertinggi di Jawa Timur yang hanya 6,47 persen dan melebihi nasional hanya 5,47 persen.
Sedangkan untuk kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,12 pada Februari 2022 menjadi 115,29 pada Februari 2023. Tercatat pula inflasi untuk Februari 2023 0,1 persen.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui bahwa inflasi Kota Surabaya dalam setahun ini memang naik melebih nasional. Namun, Eri menyebut beberapa hal yang penyebab inflasi itu tinggi.
"Penyebab (inflasi naik) yakni kos-kosan harga tinggi, BBM naik, harga kontrakan tinggi, yang paling besar terkait dengan biaya kuliah,"kata Eri, Jumat (10/3/2023).
Eri mengatakan, saat ini Pemerintah Pusat menyebut bahwa inflasi yang sedang dalam pengendalian terkait bahan pokok. Di Surabaya sendiri inflasi bahan pokok sebesar 0,1 persen sampai 0,4 persen, angka ini tergolong rendah.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Yang dilihat Kemendagri itu adalah terkait inflasi bahan pokok yang bisa dikendalikan (oleh Pemerintah Kota). Kalau sudah BBM, Sekolah atau perguruan tinggi itu siapa yang kendalikan yang bisa pemerintah pusat,"ujarnya.
Menurutnya, kenaikan inflasi tersebut ada beberapa faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah kota. Misal, paling tinggi inflasi yakni biaya kampus.
"Kampus negeri sekarang menjadi PT, itu naik. Semakin banyak kampus di kota itu, semakin banyak datang kesini, semakin banyak pengeluaran yang dikeluarkan pada waktu pembayaran di bulan juni,"jelasnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Ia kembali menegaskan, Pemerintah Pusat meminta setiap Pemerintah Kota untuk bisa mengendalikan inflasi bahan pokok sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 125 tahun 2022. Dalam perpres tersebut terkait belasan bahan pokok yang harus dikendalikan.
"11 bahan pokok (dikendalikan)yang ada di pasar induk.Nah itu kita intervensi. Sehingga infalsi nya rendah. Tapi kalau ditotal emang iya," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi