Rabu, 22 Jul 2026 18:17 WIB

Inflasi Surabaya Tertinggi di Jatim dan Melebihi Nasional, Begini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Mar 2023 10:33 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya mencatat inflasi di Surabaya selama satu tahun 2022-2023 sebesar 6,63 persen. Inflasi itu tertinggi di Jawa Timur yang hanya 6,47 persen dan melebihi nasional hanya 5,47 persen.

Sedangkan untuk kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,12 pada Februari 2022 menjadi 115,29 pada Februari 2023. Tercatat pula inflasi untuk Februari 2023 0,1 persen.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui bahwa inflasi Kota Surabaya dalam setahun ini memang naik melebih nasional. Namun, Eri menyebut beberapa hal yang penyebab inflasi itu tinggi.

"Penyebab (inflasi naik) yakni kos-kosan harga tinggi, BBM naik, harga kontrakan tinggi, yang paling besar terkait dengan biaya kuliah,"kata Eri, Jumat (10/3/2023).

Eri mengatakan, saat ini Pemerintah Pusat menyebut bahwa inflasi yang sedang dalam pengendalian terkait bahan pokok. Di Surabaya sendiri inflasi bahan pokok sebesar 0,1 persen sampai 0,4 persen, angka ini tergolong rendah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Yang dilihat Kemendagri itu adalah terkait inflasi bahan pokok yang bisa dikendalikan (oleh Pemerintah Kota). Kalau sudah BBM, Sekolah atau perguruan tinggi itu siapa yang kendalikan yang bisa pemerintah pusat,"ujarnya.

Menurutnya, kenaikan inflasi tersebut ada beberapa faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah kota. Misal, paling tinggi inflasi yakni biaya kampus.

"Kampus negeri sekarang menjadi PT, itu naik. Semakin banyak kampus di kota itu, semakin banyak datang kesini, semakin banyak pengeluaran yang dikeluarkan pada waktu pembayaran di bulan juni,"jelasnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Ia kembali menegaskan, Pemerintah Pusat meminta setiap Pemerintah Kota untuk bisa mengendalikan inflasi bahan pokok sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 125 tahun 2022. Dalam perpres tersebut terkait belasan bahan pokok yang harus dikendalikan.

"11 bahan pokok (dikendalikan)yang ada di pasar induk.Nah itu kita intervensi. Sehingga infalsi nya rendah. Tapi kalau ditotal emang iya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.