Senin, 02 Feb 2026 03:46 WIB

Sambut Hari Kemerdekaan RI, PPNS Kenalkan Teknik Pot Bola Tumbuh ke Masyarakat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Agu 2020 20:38 WIB
Dosen PPNS menunjukkan hasil 'bola tumbuh'
Dosen PPNS menunjukkan hasil 'bola tumbuh'

Surabaya (selalu.id) - Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mengadakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pelatihan Pembuatan Pot Ramah Lingkungan 'Bola Tumbuh' Berbahan Dasar Sabut Kelapa. Tak tanggung-tanggung, PPNS menggandeng Landscape Consultant Anddys Green Architect sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut, Selasa (17/08/2020).

Baca Juga: Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 1.214 Inovasi

Koordinator Acara pelatihan, Dian Asa Utari memaparkan bahwa program ini dilatarbelakangi potensi Indonesia sebagai penghasil kelapa nomor lima di dunia. Sejalan dengan konsumsi kelapa yang sangat besar, limbah berupa sabut dan tempurung juga besar pula. 

"Kami ingin memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang berguna," ujarnya.

Dosen yang kerap dipanggil Dian ini menjelaskan bahwa selama ini limbah berupa sabut kelapa biasanya digunakan sebagai media tanam secara langsung dan apa adanya. Oleh karena itu, tim PPNS ingin mengedukasi bahwa sabut kelapa dapat digunakan sebagai media tanam yang indah bernamakan Bola Tumbuh. 

"Bola tumbuh itu dapat sebagai dekorasi interior maupun eksterior hunian," tuturnya.

Hasil kreasi bola tumbuh Dosen PPNSHasil kreasi bola tumbuh Dosen PPNS

Kemudian, Dian menekankan bahwa cara pembuatan Bola Tumbuh ini sangatlah sederhana dengan bahan berupa sabut kelapa, benang jahit berwarna senada dengan sabut kelapa, mangkok, dan benang rajut atau sulam atau pita. Pembuatan Bola Tumbuh diawali dengan melapisi permukaan dalam mangkok dengan sabut kelapa yang bagian bawahnya dibuat lebih tebal agar dapat menahan pupuk dan tanah.

Lanjut Dian, media tanam berupa pupuk dan tanah perlahan ditaruh diatas sabut, lalu ditimpa tanaman hias. Kemudian sabut ditekan tekan hingga membentuk bola. Usai membentuk bola, benang jahit dililitkan ke seluruh permukaan bola tumbuh agar sabut kelapa tidak lepas. 

"Terakhir dilit kembali dengan benang rajut atau pita sesuai keinginan untuk mempercantik tampilan," imbuhnya.

Menariknya, ujar Dian, hampir seluruh tanaman hias dapat digunakan pada Bola Tumbuh. Yang terpenting adalah habitat tumbuhan berupa tanah dan pupuknya disertakan di dalam bola tumbuh. 

"Asalkan bukan tanaman buah seperti mangga, alpukat, dan sebagainya," jelas Dosen Desain Manufaktur PPNS ini.

Dalam pelaksanaannya, Dian dibantu dengan anggota Tim Pengabdian Masyarakat PPNS. Diantaranya Pranowo Sidi ST MT, Dra Daisy Dwijati KRA MPd, Perwi Damajanti SS MPd,Yuning Widiarti ST MT, Rizal Indrawan ST MT dan Rizal Indrawan ST MT. Tak hanya itu, para mahasiswa PPNS juga turut berpartisipasi dalam acara tersebut. 

"Mahasiswa juga dilibatkan untuk memupuk kepedulian terhadap masyarakat," jelasnya.

Pada awalnya, pelatihan yang berlangsung di RT 05/RW 05 Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo ini tersebut diikuti oleh 30 peserta yang dibagi kedalam dua sesi. Namun, dikarenakan pandemi Covid-19 sedang melanda saat berlangsungnya kegiatan, mekanisme pelaksanaannya pun disesuaikan dengan protokol kesehatan. 

"Jumlah peserta dalam satu sesi kami atur sedemikian rupa agar tidak menghimpun banyak massa," ungkapnya.

Anggota pelatihan bola tumbuh PPNSAnggota pelatihan bola tumbuh PPNS

Dian berharap, dengan adanya pelatihan Bola Tumbuh ini, masyarakat dapat lebih sadar bahwa pemanfaatan limbah sabut kelapa ramah lingkungan sangatlah luas dan dapat menjadi produk buatan tangan yang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, Bola Tumbuh ini juga meningkatkan keindahan baik hunian pribadi maupun lingkungan sekitar. 

"Karena keindahan itu dapat membuat kita lebih fresh dan rileks" pungkasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.